Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS

4 Kasus Terkenal SQL Injection di Dunia

Belajar Data Science di Rumah 20-Oktober-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-06-2023-10-20-174514_x_Thumbnail800.jpg

SQL Injection adalah salah satu serangan cyber yang cukup sering terjadi dan sangat berbahaya. Metode ini digunakan oleh penyerang siber untuk mengeksploitasi bahkan mengambil alih dari suatu aplikasi web atau software yang tidak melakukan validasi terhadap input penggunanya dengan benar.


Untuk melakukan serangan SQL Injection, penyerang menyisipkan kode SQL berbahaya ke dalam input yang akan dijalankan oleh server database. Hasilnya, penyerang dapat mengakses, memodifikasi, atau menghapus data dalam database, bahkan dapat mengambil alih kendali atas server.


SQL Injection ini telah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun terus berkembang seiring perkembangan teknologi. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa kasus SQL Injection yang cukup terkenal dan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.


Hal ini bisa memberikan pelajaran berharga tentang perlunya melindungi aplikasi dan sistem dari serangan SQL Injection.


1. Serangan pada Yahoo! Voices (2012)

SQL

Source: Scott Cornell


Yahoo! Voices menjadi salah satu korban serangan SQL Injection di tahun 2012. Serangan ini mengakibatkan kebocoran lebih dari 450.000 informasi pengguna, termasuk nama, alamat email, dan kata sandi.


Penyerang dapat dengan mudah mengeksploitasi kerentanan dalam situs web Yahoo! Voices untuk mendapatkan akses ke database pengguna. Dari kejadian tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa perlindungan data pengguna harus menjadi prioritas utama. Pencegahan yang bisa dilakukan meliputi penggunaan parameterized statements dan validasi input. 


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Serangan pada Sony Pictures (2014)

SQL

Pict by Sony Picture Entertainment


Serangan SQL Injection juga terjadi di tahun 2014 kepada Sony Pictures Entertainment. Serangan ini diatribusikan ke grup hacker yang disebut "Guardians of Peace" yang dimulai dengan serangan SQL Injection.


Akibat dari serangan ini adalah terjadinya pencurian data sensitif, termasuk email karyawan, naskah film, bahkan data pribadi karyawan. Tentu saja kerugian finansial dan rusaknya reputasi perusahaan menjadi hal yang harus diterima oleh Sony Pictures Entertainment.


Dari kejadian tersebut, kita bisa mempelajari bahwa perlindungan data ini tidak hanya berkaitan dengan masalah teknis, namun juga masalah strategis. Selain itu, keamanan perusahaan harus menjadi perhatian utama.


3. Serangan pada Equifax (2017)

SQL

Pict by Credit Firm


Equifax, salah satu biro kredit terbesar di Amerika Serikat juga sempat menjadi korban SQL Injection di tahun 2017/ Serangan SQL Injection tersebut mengakibatkan kebocoran data pribadi sekitar 143 juta orang.


Bahkan, serangan ini disebut-sebut sebagai salah satu pelanggaran data terbesar dalam sejarah. Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut adalah perusahaan yang menangani data sensitif harus menginvestasikan sumber daya yang cukup dalam keamanan siber, melibatkan praktik terbaik, serta menguji sistem keamanan secara berkala.


Mengingat kerugian yang akan dialami jika terjadi pencurian data akan sangat merugikan bagi banyak pihak, terlebih untuk biro kredit yang bergerak di bidang keuangan.


4. Serangan pada Marriott International (2018)

SQL

Pict by Wikipedia


Pada tahun 2018, Marriott International mengumumkan bahwa mereka telah mengalami serangan SQL Injection. Namun, ternyata serangan SQL Injection tersebut telah dimulai sejak tahun 2014. Serangan ini mengakibatkan kebocoran data pribadi sekitar 500 juta tamu yang menginap di hotel Marriott.


Dari kejadian ini, kita melihat bahwa perusahaan butuh waktu 4 tahun untuk bisa mendeteksi serangan tersebut. Padahal kecepatan dalam mendeteksi dan merespon serangan yang terjadi adalah kuncinya. Perusahaan harusnya memiliki prosedur keamanan yang efektif dan kemampuan untuk mendeteksi serangan dengan cepat.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


SQL Injection merupakan ancaman serius bagi keamanan aplikasi web. Perlindungan data dan pelaksanaan praktik keamanan yang kuat adalah tugas yang tidak pernah berakhir. Keamanan data adalah tanggung jawab bersama dan mengharuskan kolaborasi antara pengembang perangkat lunak, administrator sistem, dan para pemimpin perusahaan.


Sebelum mulai mempelajari hal rumit seperti SQL Injection, kamu mungkin bisa mulai dari belajar SQL terlebih dahulu.


Eits, kamu gak perlu bingung harus belajar SQL dimana karena DQLab juga menyediakan modul SQL yang sangat cocok bagi pemula. DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan bahasa pemrograman populer, serta platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur Chat GPT. 


Selain itu DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. 


Selain itu, Bootcamp Data Analyst with SQL and Python juga termasuk kelas yang direkomendasikan bagi pemula yang ingin melakukan pembelajaran data untuk menjadi seorang Data Analyst. Tentunya nanti kita akan dihadapkan dengan study case yang bisa menambah portfolio data.


Untuk mendapatkan pengalaman belajar menarik, buruan sign up di DQLab. Daftar sekarang dan kejar impianmu untuk menjadi Data Analyst!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login