Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, dan Excel GRATIS
 SIGN UP  

Algoritma Artificial Intelligence untuk Virtual Reality (VR)

Belajar Data Science di Rumah 03-Juli-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/bfc13802c7fba07c378c35bd08771860_x_Thumbnail800.jpeg

Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang yang luas dari ilmu komputer yang berkaitan dengan membangun smart machine yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. AI juga interdisipliner dengan beberapa pendekatan, tetapi kemajuan dalam machine learning dan pembelajaran mendalam menciptakan pergeseran paradigma di hampir setiap sektor industri teknologi. Adapun Beberapa contoh penerapan algoritma artificial intelligence yang mulai diterapkan di kehidupan sehari-hari salah satunya adalah VR atau Virtual Reality yang akan kita bahas pada artikel ini.


Virtual reality sendiri merupakan suatu teknologi yang membuat user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer. Tujuan VR adalah untuk mempermudah proses visualisasi data melalui pameran virtual, membantu tenaga medis untuk berlatih menggunakan alat bedah dan pasien virtual. Contoh lain penerapan VR yang mulai diterapkan di kehidupan sehari-hari adalah mobil pintar, kamera smartphone, aplikasi ojek online, chatbot hingga search engine. Tetapi, pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas mengenai algoritma artificial intelligence pada VR saja. Jadi, simak terus artikel ini sampai selesai, ya!

1. Apa itu Virtual Reality (VR)?

Realitas maya atau yang sering disebut dengan Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang memungkinkan usernya untuk bisa saling berinteraksi terhadap objek nyata yang dapat disimulasikan menggunakan komputer. Alih-alih melihat layar di depan mereka, para user akan tenggelam dan mampu berinteraksi dengan dunia 3D. Dengan mensimulasikan sense sebanyak mungkin, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, komputer diubah menjadi penjaga gerbang ke dunia buatan ini. Satu-satunya batasan untuk pengalaman VR yang hampir nyata adalah ketersediaan konten dan daya komputasi murah. 


Baca juga : 3 Jenis Algoritma Machine Learning yang Dapat Digunakan di Dunia Perbankan


2. Manfaat Virtual Reality (VR)

Saat ini untuk perusahaan, tentu penggunaan VR untuk training lebih dapat meningkatkan profit. Dimana budget yang seharusnya untuk mengutus karyawan ke tempat aslinya atau membeli alat aslinya tentu lebih mahal. Selain itu, perlengkapan VR juga bisa dipakai untuk karyawan lainnya. Bayangkan berapa penghematan yang bisa kamu lakukan. Selain itu manfaat lain dari VR adalah dapat digunakan untuk melakukan training dan pelatihan dengan cara membantu seseorang untuk menambah skill serta pengetahuannya, tanpa harus melakukan hal tersebut secara nyata. 

3. Algoritma Perlin Noise

Setelah mengetahui apa itu virtual reality dan manfaatnya, ini merupakan salah satu algoritma yang cukup sering digunakan untuk mem-building aplikasi virtual reality. Lantas apa sebenarnya algoritma greedy ? Sesuai dengan namanya, algoritma greedy selalu membuat pilihan yang tampaknya menjadi yang terbaik pada saat itu. Ini berarti bahwa itu membuat pilihan secara optimal dengan harapan bahwa pilihan ini akan mengarah pada solusi global yang optimal. Menganalisis waktu run algoritma greedy akan jauh lebih mudah daripada untuk teknik lain (seperti divide dan conquer), meskipun begitu algoritma greedy harus lebih keras untuk memahami masalah kebenaran. Bahkan dengan algoritma yang benar, masih tergolong sulit untuk membuktikan mengapa itu benar. Membuktikan bahwa algoritma greedy benar merupakan sebuah seni daripada sains, karena dapat melibatkan banyak kreativitas.

4. Algoritma Dijkstra

Pencarian  rute  terpendek  dalam  ilmu  matematika  adalah  jarak  terpendek  atau shortest path. Pencarian  jarak terdekat  dengan  menggunakan  notasi  dan  simpul,  notasi  digambarkan sebagai   tempat   atau   tujuan   dan   simpul   digambarkan   sebagai   jalannya.   Didalam   ilmu pengetahuan  ada  banyak  algoritma  untuk  melakukan  pencarian  lintasan  terpendek  ini  seperti Algoritma Dijkstra. Algoritma dijkstra memiliki tingkat keakuratan yang tinggi walaupun untuk mendapatkan jawabannya memiliki waktu yang sedikit lebih lama karena harus membandingkan satu persatu note yang ada. Dengan latar belakang ini maka, algoritma dijkstra sering digunakan untuk visualisasi 3D seperti VR.

 

Baca juga : Belajar Data Science: Pahami Penggunaan Machine Learning pada Python


5. Yuk, Belajar Algoritma Artificial Intelligence dan Machine Learning Bersama DQLab!

Artificial Intelligence dan Machine learning sangat penting untuk dipelajari agar tujuan atau goals dari ilmu data science dapat terealisasikan dan dapat memudahkan pekerjaan manusia dengan cara mengotomatisasi kegiatan-kegiatan di kehidupan sehari-hari. Dengan modul dan materi yang update, belajar python menggunakan bahasa menjadi lebih mudah dan terstruktur bersama DQLab. Karena terdiri dari modul-modul up-to-date dan sesuai dengan penerapan industri yang disusun oleh mentor-mentor berpengalaman dibidangnya dari berbagai unicorn, dan perusahaan besar seperti Tokopedia, DANA, Jabar Digital dan masih banyak lagi. Yuk, belajar terstruktur dan lebih interaktif cukup dengan Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan!


Penulis: Rian Tineges

Editor: Annissa Widya Davita


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!