Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, dan Excel GRATIS
 SIGN UP  

Apa itu Rumus IF Excel dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Belajar Data Science di Rumah 20-September-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/26594ba7c8594553a5946b1a23f2e03e_x_Thumbnail800.jpg

Microsoft Excel merupakan perangkat lunak yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan untuk mengolah data, keuangan, dan masih banyak lagi. Excel merupakan salah satu pengolah data yang dari banyak aplikasi yang ada di paket instalasi Microsoft Office. Software ini berfungsi untuk mengolah ataupun menyajikan data secara cepat dan akurat yang bersifat kuantitatif, seperti angka, tabel, ataupun grafik.


Sebagai aplikasi pengolahan data numerik, Excel mempunyai fungsi utama yaitu membuat, mengedit, menganalisis dan meringkas data yang bersifat numerik baik menggunakan perhitungan aritmatika maupun statistika. Salah satu rumus unggulan yang dimiliki Excel adalah Rumus IF. Rumus ini adalah salah satu fungsi Excel dalam kategori atau kelompok logical yang sering digunakan untuk melakukan uji logika tertentu. Rumus IF akan menghasilkan sebuah nilai tertentu seperti TRUE dan False jika memenuhi suatu kondisi, jika hasilnya TRUE maka hasil evaluasi sudah terpenuhi dan sebaliknya jika rumusnya menghasilkan FALSE berarti uji logika tidak terpenuhi.


Berikut penjelasan lengkap tentang apa itu Rumus IF dan cara menggunakan formula ini : 


1. Cara Kerja Formula IF

Formula IF dapat menentukan data yang diperiksa sudah benar ataupun salah . Terdapat tiga bagian utama kenapa Formula IF banyak digunakan oleh perusahaan : 

  • Sesuatu Untuk Diperiksa - Pada dasarnya, apa yang dapat diperiksa menggunakan formula IF? Kamu dapat memeriksa untuk melihat apakah sebuah cell setara dengan angka tertentu, atau untuk melihat apakah itu berisi baris teks tertentu, sebagai contoh.

  • Apa Yang Ditampilkan Jika Benar - jika pernyataan berisi apa yang Kamu cari, apa yang harus ditampilkan cell?

  • Apa Yang Ditunjukkan Jika Salah - Jika pernyataan tidak berisi apa yang Kamu cari, apa yang ditampilkan?


Sama seperti jika Kamu ingin masuk kerumah, Kamu harus melewati pintu untuk agar dapat menggunakan isi-isi yang ada di rumah, formula IF juga demikian. Kunci untuk menggunakan formula ini adalah dengan =IF. Dengan begitu sistem akan menentukan rumus apa yang akan digunakan.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Aritmetika Pada Formula IF

Aritmatika adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan ekstraksi akar nomor-nomor tertentu yang dikenal sebagai bilangan real. Untuk lebih memperdalam tentang operasi logika atau perbandingan yang digunakan dalam fungsi logika, maka perlu diperhatikan beberapa operator logika dan cara penggunaannya.


  • =, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah nilai pertama dengan niila kedua. Contoh jika A1=B5 nilai yang dihasilkan TRUE karna A1 adalah 1 dan B5 adalah 1, Jika A2=B1 nilai yang dihasilkan FALSE karna A2 adalah 2 dan B1 adalah 5.

  • >, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah nilai pertama lebih besar daripada nilai kedua. Contoh A3>B4 nilai yang dihasilkan TRUE dan A5>B1 nilai yang dihasilkan FALSE

  • >=, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah nilai pertama lebih besar daripada atau sama dengan nilai kedua. Contoh A5 >=B2 nilai yang dihasilkan TRUE dan sebaliknya.

  • <, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah nilai pertama lebih kecil daripada nilai kedua. Contoh A2<B2 nilai yang dihasilkan TRUE dan sebaliknya.

  • <=, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah lebih kecil daripada atau sama dengan nilai kedua. Contoh A4<=B1 nilai yang dihasilkan TRUE dan sebaliknya

  • <>, tanda ini memiliki kegunaan yaitu membandingkan apakah nilai pertama tidak sama dengan nilai kedua. Contoh A3<>B4 nilai yang dihasilkan TRUE.


3. Formula IF Sederhana/Tunggal

Rumus Excel IF Tunggal hanya memuat satu operasi logika dengan output pasangan tunggal. Misalkan diketahui nilai praktikum Microsoft Excel 10 siswa adalah 60, 75, 85, 79, 90, 45, 77, 68, 90, 50. Akan ditentukan siswa yang lulus praktikum harus mencapai nilai 76 dengan menggunakan Microsoft Excel. sehingga dapat digunakan formula berikut dengan teknik Autofill. Rumusnya adalah =IF(B2>=76,”LULUS”, “TIDAK LULUS”)


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


4. Kembangkan Skill Kamu Bersama DQLab!

Gimana? Menarik sekali bukan belajar formula IF, Kamu dapat menghemat waktu kamu dalam mencari nilai tertentu dari data yang Kamu analisis. Hebatnya lagi formula IF masih banyak sekali lagi lho jenisnya. Jadi tunggu apalagi yuk bergabung ke DQLab untuk mempelajari formula IF lebih mendalam dan menggunakannya dalam profesi yang bergerak di bidang data.


DQLab merupakan pusat belajar Data Science yang menawarkan kursus online bagi Kamu yang ingin mulai belajar Data Science. DQLab sendiri telah melahirkan praktisi data yang  mahir dalam dibidangnya. Bersama DQLab Kamu akan belajar secara terstruktur dengan studi kasus dan data yang sesuai dengan yang berada di lapangan. DQLab juga menyediakan forum untuk sharing dengan 95,000++ member DQLab, maupun dengan ahli praktisi pakar data.


DQLab menawarkan cara belajar yang terstruktur, berbasis proyek, dan cocok untuk pemula yang baru memulai belajar Data Science. DQLab menggunakan 4 konsep belajar.

  • Pahami

Konsep dasar Data Science

  • Latihan

    Terapkan teori-teori yang telah dipelajari melalui Live Code Editor.


  • Terapkan

    Bangun portofolio data dengan studi kasus yang sudah di approve oleh pakar data


  • Bangun Relasi

    DQLab menyediakan sesi seminar yang diisi oleh Praktisi Industri yang berpengalaman dan bisa menjalin relasi dengan Data Scientist lainya.


Bergabung sekarang dan dapatkan module secara GRATIS dan masih banyak benefit lainnya jika belajar di DQLab. 



Penulis : Yohanes Ricky

Editor : Annissa Widya Davita

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!