PROMO BACK TO SCHOOL, HEMATNYA SERU! DISKON 95% + Cashback*
Cuma Rp 159K bisa belajar data science 6 bulan
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 19 Jam 4 Menit 54 Detik 

Apa Saja Sumber Data Primer dan Sekunder?

Belajar Data Science di Rumah 22-Agustus-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/49b75b185915254aaf8e5d53f7bf569e_x_Thumbnail800.jpeg

Sumber data adalah salah satu elemen penting dalam sebuah riset. Hal ini sesuai pula dengan kutipan dari Creswell bahwa kualitas sebuah penelitian sangat tergantung pada sumber datanya. Untuk beberapa proyek penelitian, sumber data sangatlah penting. Sumber data primer menjadi sangat penting karena suatu objek yang ingin diteliti atau dokumen dokumen asli  mentah dari pelaku yang disebut “first hand information" atau mendapatkan datanya secara langsung dari pihak pertama. Data yang dikumpulkan tersebut merupakan data yang aktual dan langsung ditemukan dari lokasi penelitian. Sehingga dalam penelitian ini perlu seorang peneliti untuk mempersiapkan pertanyaan penelitian sebelum bekerja untuk mendapatkan data. Menelusuri terkait hal ini, maka dalam kaidah pengambilan data harus diperhatikan dengan benar dan tidak bisa asal-asalan dalam mendapatkannya. Hal ini dikarenakan sumber data yang diperoleh akan menentukan kualitas penelitian yang kita lakukan sehingga pengambilannya dilakukan secara bijak dan tidak boleh asal karena kejujuran merupakan hal terpenting dalam melakukan penelitian secara ilmiah. Untuk menghasilkan sebuah penelitian tentunya harus didukung kesimpulan. Keberadaan adanya kesimpulan sangat berperan sehingga dapat dijadikan pedoman pengambilan keputusan ataupun pengambilan suatu kebijakan. Dengan demikian, sebelum pengambilan keputusan diperlukan aktivitas riset-riset guna mencari data.


Metode pengumpulan data dalam kegiatan penelitian mempunyai tujuan mengungkap fakta mengenai variabel yang diteliti. Tujuan untuk mengetahui (goal of knowing) haruslah dicapai dengan menggunakan metode atau cara-cara yang efisien dan akurat. Data tangan pertama atau data primer biasanya diperoleh melalui observasi (dalam arti luas) yang bersifat langsung sehingga akurasinya lebih tinggi akan tetapi seringkali tidak efisien karena untuk memperolehnya diperlukan sumber daya yang lebih besar. Sebaliknya, data tangan kedua atau data sekunder yang biasanya diperoleh dari otoritas atau pihak yang berwenang, mempunyai efisiensi yang tinggi akan tetapi kadang-kadang kurang akurat. Para peneliti tentunya disarankan untuk melakukan pengamatan terhadap data yang nantinya akan kita analisis dalam sebuah riset. Satu-satunya hal lain yang sangat diperhatikan adalah peneliti juga perlu memperhatikan aspek signifikansi data bagi penelitiannya. Untuk data yang perannya tidak begitu penting (trivial significant) umumnya peneliti akan bersedia mengorbankan segi akurasi demi mencapai efisiensi. Maka dari itu, peneliti perlu mengetahui sumber-sumber dalam pengumpulan data baik data primer dan data sekunder agar menghasilkan saran rekomendasi yang berguna terkait penelitiannya. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai sumber-sumber data yang didapatkan dalam pengumpulan data primer dan data sekunder. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, peneliti maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys!


1. Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan sebuah proses mencari berbagai literatur, hasil kajian atau studi yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Studi pustaka dapat diibaratkan sebuah kunci yang akan membuka semua hal yang dapat membantu memecahkan masalah penelitian. Ada beberapa sumber pustaka yang memiliki kekuatan ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber-sumber tersebut, yaitu: ensiklopedi; jurnal ilmiah; buku; makalah seminar; dan karya ilmiah. Adapun langkah-langkah ketika melakukan penelitian kepustakaan yang pertama yaitu menentukan topik penelitian. Jika sudah menentukan topiknya, makan akan lebih mudah dalam mencari buku atau artikel yang sesuai dengan topik. Kemudian bacalah bahan yang sudah ditemukan dengan cermat dan bisa juga membuat catatan-catatan kecil dari bahan tersebut. Langkah terakhir adalah menambahkan bahan bacaan lainnya untuk menambah informasi yang dirasa kurang pada bahan bacaan sebelumnya


Baca juga : Data Sekunder Adalah Jenis Data Penelitian yang Wajib Diketahui 


2. Kuesioner

Kuesioner adalah instrumen penelitian yang terdiri dari rangkaian pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari responden. Kuesioner dapat dianggap sebagai wawancara tertulis. Cara ini dapat dilakukan dengan tatap muka, melalui telepon, komputer atau bahkan pos. Kuesioner adalah cara pengumpulan informasi dalam jumlah besar yang relatif murah, cepat dan efisien. Dengan kuesioner kita juga bisa mendapatkan data dari sampel orang banyak. Pengumpulan datanya juga relatif cepat karena peneliti tidak perlu hadir pada saat pengisian kuesioner. Hal ini berguna untuk meneliti populasi besar, dimana wawancara bukanlah pilihan yang praktis. Survei memerlukan data primer dengan menggunakan kuesioner sebagai sarana pengambilan datanya. Jika dilakukan secara online melalui Internet, ada teknik-teknik yang berbeda dengan cara pengambilan data secara manual.


3. Observasi

Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan


4. Survei 

Secara umum, sumber data kuantitatif telah diperoleh melalui survei dengan mendistribusikan angket atau kuesioner sebagai alat penelitian. Survei ini dapat dilakukan oleh peneliti atau pihak lain saja, sehingga peneliti hanya perlu mengolah data. Perlu dicatat bahwa meskipun para peneliti kuantitatif menggunakan data yang dikumpulkan dari bagian lain dalam arti bahwa mereka bukan tangan pertama, data yang digunakan masih dapat diberikan sebagai data primer. Misalnya, penelitian tentang pengembangan angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2018. Para peneliti menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menganalisis. Dengan demikian, data BPS adalah data utama. Definisi yang membedakan antara data primer dan sekunder karena itu tergantung pada pendekatan penelitian yang digunakan


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder: Sumber-Sumber Data Sekunder


5. Belajar Data Science Seru dan Tidak Membosankan Bersama DQLab Yuk!

Data merupakan salah satu elemen pokok yang tidak dapat terpisahkan dari suatu penelitian. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian membutuhkan data sebagai penguat untuk menjawab tujuan penelitian salah satunya dengan penggunaan data primer. Dengan adanya data kita dapat mampu menganalisis data dimanapun berada, kemampuan problem solving yang baik, dan skill di berbagai bidang ilmu lainnya. Salah satu penerapannya adalah data science yang terdiri dari bidang ilmu matematika, statistik, dan komputer. Dengan mempelajari Data Science, kamu akan terlatih dan terbiasa untuk menghasilkan informasi dari olahan data mentah dan insight yang valuable. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!


Penulis: Reyvan Maulid


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!