DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 16 Jam : 4 Menit : 19 Detik

Belajar Data Science Dengan Mengenal 3 Jenis Penerapannya Dalam Industri

Belajar Data Science di Rumah 16-Desember-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/c2f0c609cb9deb90bdfb50e3ade8b716_x_Thumbnail800.jpg

Era revolusi industri 4.0 kini menuntut segalanya serba cepat. Perusahaan-perusahaan saling bersaing dalam bisnisnya agar terus berkembang lebih baik. Data Science merupakan bidang ilmu yang dimanfaatkan berbagai perusahaan dalam usaha memajukan bisnisnya. Data Science memiliki berbagai metode serta teknologi yang dapat membantu aktivitas tersebut. 


Penerapan Data Science dalam industri ada banyak metode yang bisa digunakan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang juga tidak terlepas dari kemampuan praktisi data pada perusahaan tersebut. Terdapat 3 jenis metode yang sering digunakan dalam sektor industri yaitu market basis analysis, credit risk analysis, dan customer segmentation.


Yuk, kita bahas satu persatu bersama DQLab!


1. Market Basis Analysis

Market basis analysis adalah proses analisis yang fokus pada kebiasaan pelanggan dalam memilih item-item ke dalam keranjang belanja. Market basis analysis memanfaatkan data transaksi penjualan untuk dilakukan analisis yang dimana nanti akan menghasilkan pola tertentu yang berupa item-item yang cenderung dibeli bersama oleh pelanggan. Dari pola yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan strategi pemasaran dan penjualan seperti menempatkan item-item yang sering dibeli bersamaan di area yang berdekatan, promosi dalam bentuk voucher diskon untuk pelanggan yang membeli item-item tersebut, dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan penjualan.  

Baca juga : Ini yang Akan Kamu Pelajari di Kelas Data Science DQLab!


2. Credit Risk Analysis

Credit risk adalah risiko yang harus ditanggung oleh seorang individu atau lembaga ketika memberikan pinjaman kepada individu atau pihak lain. Pinjaman ini biasanya dalam bentuk uang. Risiko yang terjadi ini akan mengakibatkan kerugian seperti tidak terbayarnya pinjaman oleh individu atau pihak lain dan biaya operasional  yang harus dikeluarkan untuk menagih pinjaman tersebut. Credit risk analysis merupakan proses analisis yang bertujuan memperkecil risiko yang akan terjadi pada lembaga peminjaman dengan menilai histori individu atau lembaga ketika mengajukan pinjaman. Sehingga bisa ditentukan pinjaman tersebut diterima atau ditolak. 


3. Customer Segmentation

Customer segmentation merupakan proses analisis dengan membedakan karakteristik pelanggan atau biasa disebut cluster. Proses clustering bisa dilakukan berdasarkan umur, profesi, gender, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Dengan melakukan customer segmentation ini, sebuah perusahaan dapat melihat kelompok mana yang paling responsif sehingga bisnis yang dijalankan fokus pada segmen tersebut. Pada bisnis yang sudah memiliki banyak cabang, customer segmentation biasanya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi machine learning. 

Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


4. Yuk Mulai Belajar Data Science Bersama DQLab Sekarang!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industri data yang sebenarnya! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

  4. Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis : Dita Kurniasari

Editor : Annissa Widya

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!