DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 16 Jam : 54 Menit : 49 Detik

Ingin Berkarir Di Dunia Data Science? Ini 3 Soft Skill Yang Wajib Kamu Miliki

Belajar Data Science di Rumah 26-Agustus-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/dc1c81a9857ecef79604d262905c892b_x_Thumbnail800.jpg

Dalam perjalanan menjadi seorang Data Scientist, atau pekerjaan di bidang data lainnya, kita akan menemukan banyak sekali kompetensi yang harus dikuasai. Ada belasan bahkan puluhan skill yang masuk ke dalam antrian belajar. Ada berbagai bidang keilmuan yang harus dipahami, dari fundamental hingga teknikal. Hal tersebut dikarenakan Data Science adalah multidisiplin ilmu yang mempertemukan setidaknya 3 bidang yaitu Programming (atau computer science secara umum), Statistika, dan domain knowledge(tergantung di bidang mana kita mengaplikasikannya).

Dengan menjadi pertemuan antar berbagai disiplin ilmu, Data Science membuat siapapun yang mempelajarinya harus mau dan mampu mendalami berbagai skill dan knowledge tersebut. Mulai dari programming language seperti python, R, maupun SQL. Kemudian mempelajari statistik mulai dari statistik deskriptif, inferential, dan berbagai teori di dalamnya. Belum lagi mempelajari cara menggunakan berbagai software seperti Tableau, power BI, google analytics, jupyter notebooks, dan lain sebagainya. 

Banyaknya daftar technical skill yang harus dikuasai ini membuat banyak orang yang baru atau sedang mempelajari data science menjadi lupa untuk mengasah soft skill nya. Padahal, pekerjaan di bidang data juga membutuhkan beberapa soft skill yang wajib untuk dimiliki. Apa saja soft skill yang wajib dimiliki seorang yang bekerja di bidang data? Mari simak penjelasan berikut!

1. Bersikap Skeptis atau Tidak Mudah Mempercayai Sesuatu

Sebagai seorang praktisi data, di antara soft skill yang harus terus dikembangkan adalah kemampuan untuk bersikap skeptis. Apa itu bersikap skeptis? Menurut Cambridge Dictionary, skepticism diartikan sebagai “an attitude that shows you doubt whether something is true or useful.” Dalam bahasa yang lebih sederhana, bersikap skeptis adalah sikap untuk meragukan kebenaran dari suatu hal. 

Terkadang dalam proses bekerja dengan data, seringkali muncul godaan untuk membuat kesimpulan atau hipotesis terlalu dini. Sebagai contoh, kita melihat dan memvisualisasikan data yang menunjukkan perkembangan jumlah customer selama satu tahun. Kemudian kita menyimpulkan bahwa performa bisnis kita meningkat hanya karena jumlah customer-nya meningkat. Sikap seperti ini merupakan sikap yang tidak skeptis karena kita tidak mampu meragukan apakah performa bisnis kita meningkat merupakan suatu kebenaran. Seharusnya, kita meragukan hal tersebut dan terus mencari kebenarannya melalui data. 

Dengan demikian, memiliki profesi sebagai praktisi data kita harus mampu bersikap skeptis. Kita harus mampu meletakkan rasa ke samping. Sebaiknya, hindari penggunaan rasa dalam membuat hipotesis atau menarik kesimpulan dari data. Yuk kita terus kembangkan kemampuan untuk bersikap skeptis dengan banyak berlatih menganalisa berbagai data. Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya pengalaman, pasti kemampuan untuk bersikap skeptis ini akan dapat kita tingkatkan!

Baca Juga : Kuasai Skill Set Data Scientist untuk Hadapi Industri di Era New Normal

2. Kegigihan dan Keuletan, Kunci untuk Berkarir menjadi Seorang Praktisi Data

Belajar Data Science bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah. Akan terdapat banyak kendala dalam setiap proses yang dilalui. Kita akan menemukan banyak error dalam codingan kita, berjuang untuk memahami berbagai teori dengan perhitungan matematika yang rumit di baliknya, dan masih banyak kendala-kendala lain yang akan dihadapi oleh semua orang yang mempelajari data science. Karenanya, seseorang tidak akan mampu untuk berhasil berkarir di bidang data apabila ia tidak memiliki kegigihan. Apa yang dimaksud dengan perseverance atau kegigihan dalam konteks ini?

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa perseverance atau kegigihan merupakan kemampuan untuk berusaha melakukan sesuatu secara terus menerus meskipun hal tersebut sangat sulit.

Apabila kita tidak memiliki kemampuan tersebut, maka besar kemungkinan kita akan menyerah dan memilih untuk mendalami bidang lain. Karena Data Science memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kegigihan dan tekad yang kuat. Apabila kamu merasa kesulitan dalam proses mempelajari data science, maka jangan menyerah, itulah kunci utama sukses memulai karir di bidang data. Kamu tidak sendirian, ada banyak orang yang juga kesulitan seperti kamu, Sebagian di antaranya memilih untuk terus berjuang, Sebagian lainnya memilih untuk menyerah. Kalau kamu, termasuk ke dalam bagian yang mana?

3. Skill Komunikasi yang Baik akan Menciptakan Pemahaman Data yang Baik 

Sehebat apapun kita dalam membuat model machine learning, membuat algoritma untuk memprediksi, atau hal-hal lainnya dalam data science, apabila kita tidak mampu untuk mengomunikasikannya kepada pihak lain maka akan sulit bagi kita untuk benar-benar memberikan manfaat bagi mereka. 

Berkarir di bidang data adalah tentang membantu perusahaan atau organisasi tertentu untuk berkembang menggunakan data mereka. Membantu mereka menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan nya dengan lebih efektif dan efisien, tentunya dengan menggunakan data.

Contoh sederhananya adalah jika kita bekerja sebagai seorang Data Analyst. Maka sebagai Data Analyst, kita harus mampu berkomunikasi dengan user untuk mengetahui apa yang ingin mereka dapatkan dari data. Setelah berkomunikasi dengan baik bersama user, kita harus mampu berkomunikasi dengan baik pula dengan Data Engineer. Kita harus mampu menyampaikan kondisi data seperti apa yang kita butuhkan. Apabila user memiliki kebutuhan untuk mendapatkan prediksi dan model-model machine learning, kita juga dituntut untuk berkomunikasi dengan para Data Scientist. Dan masih banyak kondisi lainnya yang memerlukan skill untuk berkomunikasi dengan baik sebagai praktisi data.

Kita dapat melatih kemampuan berkomunikasi kita dengan banyak cara, di antaranya dengan menulis artikel di berbagai platform. Kita juga dapat melatih kemampuan komunikasi kita dengan mencoba untuk menjadi tutor baik rekan kerja maupun junior kita. Semakin sering kita berlatih, maka kemampuan komunikasi kita pun akan semakin meningkat. Kira-kira, kamu ingin mulai melatih kemampuan komunikasi kamu dengan cara apa?

Baca juga : Ingin Berkarir sebagai Data Scientist? Yuk, Simak 5 Tipsnya Langsung dari Ahlinya!

4. Yuk mulai latih dan asah soft skill kamu Bersama DQLab!

Tertarik berkarir di bidang data? Yuk, bergabung di DQLab! Kamu bisa membangun portofolio datamu dengan belajar data science di DQLab. Untuk kamu yang ingin mulai belajar data science atau siap berkarir jadi Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer, persiapkan diri kamu dengan tepat sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yuk #MulaiBelajarData di DQLab.

Dengan belajar di DQLab, kamu bisa:

  • Menerapkan teknik mengolah data kotor, hasilkan visualisasi data dan model prediksi dengan studi kasus Retail dan Finansial

  •  Dapatkan sesi konsultasi langsung dengan praktisi data lewat data mentoring

  •  Bangun portofolio data langsung dari praktisi data Industri

  • Akses Forum DQLab untuk berdiskusi. 

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

1.       Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2.       Akses module Introduction to Data Science

3.       Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

 

Penulis : Jihar Gifari

Editor : Anniss Widya Davita

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!