Cara Membuat Storytelling Data yang Menarik Menggunakan Tableau
Data memang bisa ditampilkan dalam bentuk chart atau dashboard, tetapi tanpa penjelasan yang jelas, orang lain mungkin masih kesulitan memahami makna di balik data tersebut. Karena itu, konsep storytelling data menjadi penting bagi seorang data analyst.
Dengan pendekatan ini, data tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mudah dipahami dan bisa membantu pengambilan keputusan. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membuat storytelling data yang menarik menggunakan Tableau.
1. Menentukan Tujuan Analisis
Kamu perlu memahami dulu pertanyaan apa yang ingin dijawab dari data tersebut. Misalnya, mengetahui tren penjualan selama satu tahun terakhir, produk mana yang paling laris, atau wilayah mana yang memiliki performa penjualan tertinggi. Menentukan tujuan sejak awal akan membantu kamu lebih fokus dalam memilih data dan visualisasi yang tepat.
2. Menyiapkan dan Menghubungkan Data
Setelah menentukan tujuan analisis, langkah berikutnya adalah menyiapkan data yang akan digunakan. Data biasanya berasal dari berbagai sumber, seperti spreadsheet, database, atau file CSV.
Pastikan data yang kamu gunakan sudah bersih dan terstruktur dengan baik sebelum mulai membuat visualisasi. Setelah data terhubung, kamu dapat melihat struktur data seperti kolom dimensi dan measure yang nantinya akan digunakan untuk membuat visualisasi.
Baca Juga: Sertifikasi DQLab
3. Membuat Visualisasi Data
Tableau menyediakan berbagai jenis grafik seperti bar chart, line chart, pie chart, hingga peta geografis. Kamu bisa memilih jenis grafik yang paling sesuai dengan jenis data dan tujuan analisis.
Proses pembuatan visualisasi di Tableau juga cukup sederhana karena menggunakan sistem drag-and-drop. Kamu hanya perlu menarik field data ke area visualisasi untuk membuat grafik secara otomatis. Dari sini, kamu bisa mulai melihat pola, tren, atau perbandingan yang muncul dari data tersebut.
4. Menyusun Dashboard
Jika kamu sudah membuat beberapa visualisasi, langkah berikutnya adalah menyusunnya dalam bentuk dashboard. Dashboard berfungsi untuk menggabungkan beberapa grafik dalam satu tampilan sehingga analisis data bisa dilihat secara lebih menyeluruh.
Dalam menyusun dashboard, usahakan untuk menata visualisasi secara rapi dan mudah dibaca. Jangan menampilkan terlalu banyak grafik dalam satu halaman karena bisa membuat dashboard terlihat penuh dan sulit dipahami. Fokuskan dashboard pada informasi yang paling penting agar pesan dari data tetap jelas.
5. Menyusun Story Point di Tableau
Salah satu fitur menarik di Tableau adalah Story Point, yaitu fitur yang memungkinkan kamu menyusun visualisasi data menjadi sebuah alur cerita. Dengan fitur ini, kamu bisa menampilkan beberapa dashboard atau grafik secara berurutan untuk menjelaskan insight dari data secara bertahap.
Misalnya, kamu bisa memulai cerita dengan gambaran umum penjualan, lalu dilanjutkan dengan analisis produk terlaris, dan diakhiri dengan insight tentang wilayah dengan performa terbaik. Dengan alur seperti ini, orang yang melihat analisis kamu bisa memahami cerita dari data secara lebih runtut.
Baca Juga: Sertifikasi DQLab
6. Menambahkan Insight atau Penjelasan
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menambahkan insight atau penjelasan pada visualisasi yang sudah dibuat. Grafik memang bisa menunjukkan pola data, tetapi tanpa penjelasan tambahan, orang lain mungkin belum tentu memahami apa yang ingin disampaikan.
Kamu bisa menambahkan catatan singkat, highlight, atau annotation pada grafik untuk menjelaskan insight utama. Misalnya menjelaskan kenapa penjualan meningkat pada periode tertentu atau faktor apa yang mempengaruhi perubahan data. Dengan penjelasan ini, storytelling data akan terasa lebih lengkap dan mudah dipahami oleh audiens.
Kemampuan storytelling dengan data juga menjadi salah satu skill penting bagi data analyst. Dengan skill ini, kamu tidak hanya mampu menganalisis data, tetapi juga menyampaikan hasil analisis kepada tim atau stakeholder dengan cara yang lebih efektif.
Jika kamu ingin memperdalam skill di bidang data, termasuk visualisasi dan analisis data, kamu bisa memanfaatkan berbagai materi pembelajaran dan program sertifikasi dari DQLab. Di dalamnya tersedia berbagai topik pembelajaran yang dirancang untuk membantu kamu mengembangkan kemampuan data secara bertahap.
Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari program ini antara lain:
Belajar skill data yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti data analysis, SQL, Python, hingga machine learning.
Mendapatkan sertifikat resmi yang bisa menjadi nilai tambah dalam CV atau portofolio.
Materi pembelajaran yang terstruktur dan cocok untuk pemula, sehingga kamu bisa belajar secara lebih sistematis.
Latihan dengan studi kasus nyata, yang membantu kamu memahami bagaimana analisis data diterapkan dalam dunia kerja.
Mulai eksplorasi materi dan program sertifikasinya sekarang juga!
FAQ:
1. Kenapa storytelling data penting dalam analisis data?
Storytelling data membantu menyampaikan hasil analisis secara lebih jelas kepada audiens, terutama bagi orang yang tidak memiliki latar belakang teknis. Dengan visualisasi yang tepat dan penjelasan yang terstruktur, insight dari data bisa lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Apakah pemula bisa belajar storytelling data menggunakan Tableau?
Ya, pemula tetap bisa belajar storytelling data menggunakan Tableau. Tools ini memiliki interface yang cukup intuitif dan menggunakan sistem drag-and-drop untuk membuat visualisasi. Dengan latihan menggunakan dataset sederhana, pemula bisa mulai memahami cara menyusun visualisasi data menjadi sebuah cerita yang informatif.
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
