Cara Membulatkan Angka ke Atas di Excel, Lengkap dengan Rumusnya
Saat mengolah data di Excel, kamu mungkin menemukan angka desimal yang perlu dibulatkan. Misalnya, hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan 12,3 kardus, padahal kamu tentu tidak bisa membeli 0,3 kardus. Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa membulatkan angka tersebut ke atas menjadi 13.
Excel menyediakan beberapa rumus yang bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut, seperti ROUNDUP dan CEILING. Yuk, pelajari cara menggunakannya beserta contoh penerapannya dalam pengolahan data!
1. Apa Itu Pembulatan ke Atas di Excel?
Pembulatan ke atas adalah proses menaikkan angka ke nilai yang lebih besar berdasarkan jumlah digit atau kelipatan tertentu. Berbeda dengan pembulatan biasa, pembulatan ke atas akan tetap menaikkan nilai meskipun angka desimalnya kecil.
Contohnya, angka 12,1 jika dibulatkan ke atas menjadi 13. Begitu juga dengan angka 12,9 yang akan menjadi 13. Cara ini biasanya digunakan ketika hasil perhitungan perlu disesuaikan dengan jumlah unit, kapasitas, atau kelipatan tertentu.
2. Cara Membulatkan Angka ke Atas dengan Rumus ROUNDUP
Salah satu rumus yang paling sering digunakan untuk pembulatan ke atas adalah ROUNDUP. Rumus ini memungkinkan kamu membulatkan angka ke atas berdasarkan jumlah digit yang ingin ditampilkan.
Format rumusnya adalah:
=ROUNDUP(number, num_digits)
Keterangan:
number adalah angka atau sel yang ingin dibulatkan.
num_digits adalah jumlah digit yang ingin dipertahankan.
Misalnya, kamu memiliki angka 12,34 dan ingin membulatkannya ke atas menjadi bilangan bulat. Gunakan rumus:
=ROUNDUP(12.34,0)
Hasilnya adalah 13.
Kalau ingin membulatkan angka menjadi satu angka di belakang koma, kamu bisa menggunakan:
Hasilnya menjadi 12,4.
Kamu juga bisa menggunakan referensi sel. Misalnya, nilai yang ingin dibulatkan berada di sel B2, maka rumusnya:
=ROUNDUP(B2,0)
Setelah itu, kamu tinggal menyalin rumus ke baris lainnya jika ingin melakukan pembulatan pada banyak data sekaligus.
3. Cara Membulatkan Angka ke Atas ke Kelipatan Tertentu dengan CEILING
Selain ROUNDUP, kamu juga bisa menggunakan rumus CEILING untuk membulatkan angka ke atas ke kelipatan tertentu. Rumus ini berguna ketika hasil perhitungan harus disesuaikan dengan satuan atau jumlah tertentu.
Format dasarnya:
=CEILING(number, significance)
Misalnya, perusahaan memiliki kebutuhan pengiriman sebanyak 127 unit. Karena produk harus dikirim dalam kelipatan 10 unit, jumlah tersebut perlu dibulatkan menjadi 130.
Gunakan rumus:
=CEILING(127,10)
Hasilnya adalah:
130
Contoh lain, jika hasil kebutuhan bahan mencapai 243 unit dan pemesanan hanya dapat dilakukan dalam kelipatan 50, gunakan:
=CEILING(243,50)
Hasilnya adalah 250.
Jadi, CEILING cocok digunakan ketika kamu tidak hanya ingin membulatkan angka ke bilangan bulat, tetapi ke kelipatan tertentu sesuai kebutuhan perhitungan.
4. Perbedaan ROUND, ROUNDUP, dan ROUNDDOWN
Ketiga rumus ini sama-sama digunakan untuk melakukan pembulatan, tetapi cara kerjanya berbeda. Supaya lebih mudah membedakannya, perhatikan contoh berikut.
ROUND untuk membulatkan berdasarkan nilai angka
ROUNDUP selalu membulatkan ke atas
ROUNDDOWN selalu membulatkan ke bawah
Misalnya, angka 12,4 akan menghasilkan hasil yang berbeda saat menggunakan ROUND dan ROUNDUP. Dengan ROUND, angka tersebut menjadi 12 karena nilai desimalnya kurang dari 5, sedangkan ROUNDUP tetap menghasilkan 13.
Karena itu, pastikan kamu memilih rumus berdasarkan kebutuhan. Gunakan ROUND untuk pembulatan umum, ROUNDUP jika angka harus selalu dinaikkan, dan ROUNDDOWN jika angka perlu selalu dibulatkan ke bawah.
5. Kembangkan Skill Excel dan Data untuk Karier
Menguasai rumus sederhana seperti ROUNDUP dan CEILING bisa membantu kamu bekerja lebih cepat saat mengolah data di Excel.
Semakin sering berlatih, kamu juga akan semakin memahami bagaimana rumus tersebut digunakan untuk menyelesaikan berbagai kasus, mulai dari perhitungan kebutuhan produk hingga pengolahan data bisnis.
Kalau kamu ingin mengembangkan kemampuan lebih jauh, skill Excel bisa menjadi salah satu fondasi sebelum mempelajari pengolahan data yang lebih kompleks.
Kamu dapat melanjutkan pembelajaran ke skill seperti SQL, Python, dan data analysis agar semakin siap menghadapi kebutuhan pekerjaan yang berkaitan dengan data.
Salah satu langkah yang bisa kamu coba adalah mengikuti Belajar Data Science Gratis 1 Bulan dari DQLab. Kamu bisa mulai mengenal berbagai konsep dan praktik pengolahan data secara bertahap untuk membangun fondasi skill menuju bidang data.
FAQ
1. Apa perbedaan ROUNDUP dan CEILING di Excel?
ROUNDUP digunakan untuk membulatkan angka ke atas berdasarkan jumlah digit yang ditentukan. Sementara itu, CEILING digunakan untuk membulatkan angka ke atas ke kelipatan tertentu, misalnya kelipatan 10, 50, atau 100.
2. Kapan sebaiknya menggunakan rumus pembulatan ke atas?
Rumus ini cocok digunakan ketika hasil perhitungan tidak boleh kurang dari kebutuhan sebenarnya. Contohnya untuk menghitung jumlah kardus, kebutuhan bahan, kapasitas pengiriman, atau jumlah unit yang harus dipesan.
3. Apakah rumus pembulatan ke atas bisa digunakan untuk banyak data sekaligus?
Bisa. Kamu cukup memasukkan rumus pada baris pertama, lalu tarik atau salin rumus ke sel lainnya. Dengan begitu, Excel akan otomatis menyesuaikan referensi sel untuk setiap data.
Artikel ini membahas cara menggunakan ROUNDUP untuk membulatkan angka ke atas, CEILING untuk membulatkan ke kelipatan tertentu, serta perbedaan ROUND, ROUNDUP, dan ROUNDDOWN. Cocok untuk kamu yang ingin mengolah data di Excel dengan lebih cepat dan akurat.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
