⚡[HARI TERAKHIR] 9.9 BIG SALE! DISKON 98%⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

1 Hari 0 Jam 11 Menit 17 Detik

Cara Mempersiapkan Sertifikasi PL-300 Power BI dari Nol

Belajar Data Science di Rumah 26-Agustus-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-3-banner-sertifikasi-bnsp-02-2024-08-20-144150-1-2025-02-15-211943_x_Thumbnail800.jpg

Di tengah kebutuhan terhadap kemampuan analisis data yang semakin meningkat, skill menggunakan tools seperti Microsoft Power BI menjadi salah satu kemampuan yang menarik untuk dikembangkan. Power BI tidak hanya digunakan untuk membuat grafik atau dashboard, tetapi juga membantu pengguna menyiapkan data, membangun model, melakukan analisis, hingga menyampaikan insight kepada stakeholder.

Salah satu cara untuk mengukur kemampuan tersebut adalah melalui PL-300: Microsoft Power BI Data Analyst. Sertifikasi ini dirancang untuk menguji kemampuan yang relevan dengan pekerjaan seorang data analyst, termasuk menyiapkan data, memodelkan data, memvisualisasikan dan menganalisis data, serta mengelola dan mengamankan Power BI. Microsoft juga menekankan pentingnya kemampuan menggunakan Power Query dan DAX.

Bagi kamu yang masih pemula, mempersiapkan PL-300 mungkin terasa menantang. Kamu perlu memahami banyak konsep sekaligus, mulai dari membersihkan data, membuat relasi antar tabel, menggunakan DAX, memilih visual yang tepat, sampai memahami bagaimana laporan dapat digunakan untuk menghasilkan insight. Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung mahir untuk mulai mempersiapkan PL-300. Dengan mempelajari materi secara bertahap dan memperbanyak praktik, proses belajar dapat menjadi lebih terarah. Berikut adalah cara yang bisa kamu persiapkan untuk mendapatkan sertifikasi PL-300 Power BI dari nol. Ssstt… simak sampai akhir, sahabat DQLab!


1. Apa Itu Sertifikasi PL-300 Power BI?

PL-300 merupakan ujian untuk memperoleh sertifikasi Microsoft Certified: Power BI Data Analyst Associate. Ujian ini ditujukan bagi kandidat yang mampu bekerja dengan data dan menghasilkan insight yang dapat ditindaklanjuti menggunakan Power BI. Secara umum, kompetensi yang diuji mencakup empat area utama:

  • Prepare the data: menyiapkan, membersihkan, dan mentransformasi data.

  • Model the data: membangun model data, relasi, serta perhitungan menggunakan DAX.

  • Visualize and analyze the data: membuat laporan, memilih visual, menganalisis data, dan menyampaikan insight.

  • Manage and secure Power BI: memahami pengelolaan workspace, aset, serta aspek keamanan Power BI.

Artinya, PL-300 bukan sekadar ujian tentang cara membuat dashboard. Kamu juga perlu memahami proses di balik dashboard tersebut, mulai dari bagaimana data diperoleh hingga bagaimana hasil analisis dapat digunakan.


Baca Juga: Belajar Power BI dari Nol Tanpa Coding, Apakah Bisa?


2. Siapa yang Cocok Mengikuti PL-300?

PL-300 dapat menjadi pilihan bagi berbagai kalangan yang ingin mengembangkan kemampuan data analytics. Pemula dapat menjadikannya sebagai target belajar karena materi ujian dapat sekaligus menjadi roadmap untuk mempelajari Power BI secara lebih terstruktur. Kamu tidak harus sudah bekerja sebagai data analyst untuk mulai belajar.

Fresh graduate juga dapat memanfaatkan sertifikasi sebagai salah satu bukti kompetensi tambahan di CV dan portofolio. Sertifikasi tentu bukan pengganti pengalaman, tetapi dapat membantu menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan tertentu yang telah diuji melalui ujian resmi.

Sementara itu, profesional yang ingin melakukan career switch ke bidang data dapat menggunakan PL-300 sebagai salah satu cara untuk membangun fondasi Power BI. Yang paling penting, jangan menjadikan sertifikasi sebagai tujuan belajar satu-satunya. Kemampuan menerapkan Power BI pada permasalahan nyata tetap perlu dibangun melalui praktik dan proyek.


3. Materi yang Harus Dipelajari untuk PL-300

Jika kamu mulai dari nol, jangan langsung mencoba menghafalkan berbagai fungsi atau fitur Power BI. Pelajari materi berdasarkan alur kerja seorang data analyst.

a. Data Preparation

Tahap pertama adalah menyiapkan data sebelum digunakan untuk analisis. Salah satu tools utama yang perlu dipahami adalah Power Query. Materinya dapat mencakup cara:

  • menghubungkan Power BI dengan berbagai sumber data;

  • mengecek kualitas data;

  • menangani nilai kosong dan data yang tidak konsisten;

  • mengubah tipe data;

  • menghapus atau menangani duplikasi;

  • melakukan merge dan append;

  • melakukan pivot dan unpivot;

  • melakukan transformasi data sesuai kebutuhan analisis.

Microsoft saat ini menempatkan Prepare the data sebagai salah satu dari empat area utama PL-300 dengan bobot sekitar 25–30%. Kesalahan pada tahap ini dapat memengaruhi hasil analisis. Karena itu, jangan menganggap data preparation sebagai tahap yang sekadar dilakukan sebelum membuat visualisasi.


b. Data Modelling

Setelah data siap, kamu perlu memahami bagaimana tabel-tabel tersebut saling berhubungan. Beberapa konsep penting yang perlu dipelajari antara lain:

  • relationship;

  • cardinality;

  • cross-filter direction;

  • fact table dan dimension table;

  • date table;

  • calculated column;

  • calculated table;

  • measure;

  • dasar-dasar DAX.

Kamu juga perlu memahami kapan sebaiknya menggunakan calculated column dan kapan menggunakan measure. Pemahaman tersebut akan membantu membuat model yang lebih efisien sekaligus mengurangi kesalahan ketika melakukan analisis. DAX (Data Analysis Expressions) juga menjadi bagian penting. Kamu tidak harus menghafalkan semua fungsi DAX, tetapi perlu memahami konsep dasar dan fungsi yang umum digunakan, termasuk CALCULATE serta berbagai perhitungan agregasi dan time intelligence.


c. Data Visualization

Setelah model data siap, tahap berikutnya adalah menyampaikan informasi melalui visualisasi. Materi yang perlu dikuasai tidak hanya cara membuat chart, tetapi juga alasan mengapa suatu visual digunakan. Misalnya:

  • bar chart untuk membandingkan kategori;

  • line chart untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu;

  • card untuk menampilkan KPI;

  • tabel atau matrix untuk detail;

  • slicer untuk membantu pengguna melakukan filtering.

Selain memilih visual, pelajari pula formatting, filtering, conditional formatting, tema, serta cara membuat laporan yang mudah digunakan. Ingat, dashboard yang bagus bukan berarti dashboard dengan visual paling banyak. Visualisasi yang baik justru membantu pengguna menemukan informasi penting dengan cepat.


d. Data Analysis dan Storytelling

Tahap berikutnya adalah mengubah visualisasi menjadi insight. Kamu perlu belajar membaca:

  • tren;

  • pola;

  • perbandingan;

  • perubahan;

  • anomali;

  • hubungan antarvariabel.

Misalnya, ketika penjualan meningkat, jangan berhenti pada kesimpulan bahwa "penjualan naik". Coba cari tahu kapan peningkatan terjadi, produk mana yang berkontribusi, wilayah mana yang mengalami perubahan, dan faktor apa yang mungkin berkaitan dengan perubahan tersebut. Microsoft juga memasukkan kemampuan meningkatkan laporan untuk usability dan storytelling dalam cakupan kompetensi PL-300.


e. Manage and Secure Power BI

Bagian ini sering terlewat oleh pemula karena fokus belajar biasanya hanya pada Power Query, DAX, dan visualisasi. Padahal, PL-300 juga mencakup kemampuan mengelola dan mengamankan Power BI, termasuk pengelolaan workspace dan aset. Karena itu, jangan hanya belajar sampai dashboard selesai dibuat. Pahami pula bagaimana laporan dan aset Power BI dikelola ketika digunakan dalam lingkungan kerja.


Baca Juga: Alur Cara Kerja Power BI Microsoft Fabric Integration


4. Tips Mempersiapkan PL-300 dari Nol

Sebelum membeli berbagai sumber belajar, pahami terlebih dahulu skills measured pada ujian. Panduan resmi Microsoft dapat digunakan untuk mengetahui cakupan materi yang perlu dipelajari. Microsoft juga menyediakan Practice Assessment untuk PL-300 yang dapat digunakan sebagai salah satu sarana latihan. Power BI merupakan skill yang lebih mudah dipahami melalui praktik. Setelah mempelajari suatu konsep, langsung coba gunakan pada dataset sederhana.

Misalnya, setelah belajar Power Query, ambil dataset penjualan kemudian coba bersihkan data tersebut. Setelah belajar relationship, buat model dengan tabel transaksi dan tabel pelanggan. Setelah belajar DAX, buat beberapa measure untuk menghitung total penjualan, rata-rata, atau pertumbuhan.

Proyek sederhana dapat membantu menghubungkan berbagai materi yang sudah dipelajari.

Contohnya, kamu bisa membuat dashboard penjualan yang memiliki:

  • data transaksi;

  • tabel produk;

  • tabel pelanggan;

  • tabel tanggal;

  • beberapa measure DAX;

  • visualisasi KPI;

  • filter berdasarkan periode atau kategori;

  • insight utama dari dashboard.

Dengan cara ini, kamu tidak hanya belajar fitur secara terpisah, tetapi memahami bagaimana seluruh proses analisis bekerja dari awal sampai akhir.

Selain itu, latihan soal dapat membantu mengukur pemahaman sekaligus mengenali bagian yang masih lemah. Jangan hanya mengejar jumlah soal yang dikerjakan. Setelah menjawab, pahami alasan mengapa sebuah jawaban benar atau salah. Microsoft menyediakan Practice Assessment yang memberikan umpan balik dan penjelasan untuk membantu persiapan ujian.

PL-300 tidak hanya menguji kemampuan mengingat fungsi. Pertanyaan dapat berbentuk skenario yang mengharuskan kamu menentukan solusi berdasarkan kebutuhan bisnis. Karena itu, biasakan bertanya "Masalah bisnis apa yang ingin diselesaikan?", bukan hanya "Fitur Power BI apa yang harus digunakan?" Cara berpikir tersebut akan membantu ketika menghadapi soal yang memiliki beberapa pilihan jawaban yang terlihat sama-sama benar.


5. Buat Jadwal Belajar yang Realistis

Jika benar-benar mulai dari nol, kamu tidak perlu memaksakan diri mempelajari seluruh materi dalam beberapa hari.

Salah satu strategi sederhana adalah membaginya menjadi beberapa tahap:

  • Minggu 1: dasar Power BI dan data preparation.

  • Minggu 2: data modelling, relationship, dan konsep DAX.

  • Minggu 3: visualization, dashboard, analysis, dan storytelling.

  • Minggu 4: manage and secure Power BI, latihan soal, dan evaluasi.

Durasi tersebut bukan aturan resmi dan dapat disesuaikan dengan waktu belajar masing-masing. Jika kamu memiliki waktu lebih banyak, setiap tahap dapat dipelajari lebih mendalam. Yang terpenting adalah konsistensi. Belajar 30–60 menit secara rutin sambil praktik sering kali lebih efektif daripada mempelajari banyak materi sekaligus menjelang ujian.


6. Jangan Mengabaikan Pengalaman Praktik

Sertifikasi dapat menjadi bukti bahwa kamu telah melewati ujian kompetensi tertentu. Namun, kemampuan praktis tetap penting ketika kamu ingin menggunakannya untuk kebutuhan karier. Karena itu, setelah mempelajari satu materi, coba terapkan pada dataset nyata atau studi kasus. Misalnya:


Data mentah → Power Query → Data Model → DAX → Dashboard → Insight → Rekomendasi


Alur tersebut membantu kamu memahami bahwa pekerjaan data analyst bukan hanya membuat dashboard, melainkan mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

Mempersiapkan sertifikasi PL-300 Power BI dari nol memang membutuhkan proses, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Kuncinya bukan mencoba menguasai semua fitur Power BI sekaligus, melainkan membangun pemahaman secara bertahap mulai dari data preparation, data modelling, DAX, visualization, analysis, hingga pengelolaan Power BI.

Jangan hanya mengejar sertifikat. Gunakan proses persiapannya untuk membangun kemampuan yang benar-benar dapat digunakan dalam pekerjaan data analyst. Semakin sering kamu berlatih mengubah data mentah menjadi insight, semakin kuat pula pemahamanmu terhadap Power BI.

Jika membutuhkan pembelajaran yang lebih terstruktur, kamu dapat mengeksplorasi materi dan latihan skill data melalui DQLab. Dengan kombinasi materi terarah, praktik, studi kasus, dan latihan soal, persiapan menghadapi PL-300 dapat menjadi lebih sistematis dan percaya diri.


FAQ

1. Berapa passing score ujian PL-300?

Passing score PL-300 adalah 700 dari skala 1–1.000. Namun, skor tersebut merupakan scaled score, sehingga angka 700 tidak berarti kamu harus mendapatkan tepat 70% jawaban benar.

2. Apakah PL-300 membutuhkan keterampilan pemrograman?

Tidak. PL-300 tidak mensyaratkan kemampuan pemrograman seperti Python atau R. Namun, kamu perlu memahami DAX (Data Analysis Expressions) karena DAX digunakan untuk membuat berbagai perhitungan dan analisis di Power BI. Microsoft juga secara eksplisit mencantumkan Power Query dan DAX sebagai kemampuan yang perlu dikuasai kandidat.

3. Ada berapa pertanyaan dalam PL-300?

Jumlah pertanyaan dapat berubah sesuai pembaruan ujian. Microsoft menyebutkan bahwa sebagian besar ujian sertifikasinya biasanya memiliki sekitar 40–60 pertanyaan, tetapi jumlah tersebut bukan angka yang dijamin untuk setiap sesi ujian.

4. Berapa lama waktu untuk mengerjakan ujian PL-300?

Saat ini, Microsoft mencantumkan durasi 100 menit untuk ujian PL-300.


Ingin menguasai Business Intelligence dan Power BI dari nol hingga siap digunakan di dunia kerja? Melalui Bootcamp Business Intelligence Analyst with Power BI bersama DQLab, kamu akan belajar secara end-to-end mulai dari data preparation, pembuatan dashboard interaktif, hingga menghasilkan business insight yang bernilai. Pembelajaran dikemas dengan studi kasus nyata, metode storytelling, serta bimbingan mentor untuk membantu membangun portofolio data yang relevan dengan kebutuhan industri.

Selain materi yang terstruktur dan ramah pemula, peserta juga mendapatkan akses rekaman dan materi selamanya, fitur pemantauan progres belajar, kesempatan memperluas jaringan dengan praktisi industri, serta sertifikat kelulusan. Tingkatkan kemampuan analisis data dan persiapkan diri untuk berkarier di bidang Business Intelligence. Yuk, daftar sekarang!


Penulis: Reyvan Maulid

Banyak perusahaan membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu membaca data, tetapi juga mengolahnya menjadi insight untuk mendukung pengambilan keputusan. Sertifikasi PL-300 Microsoft Power BI dapat menjadi salah satu cara untuk membuktikan kompetensi tersebut. Bagi pemula, persiapannya memang membutuhkan proses, tetapi bisa dilakukan secara bertahap melalui pemahaman materi, praktik Power BI, latihan soal, dan strategi belajar yang terarah.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini