GIMANA MEMULAI KARIER JADI DATA ANALYST?
Simak caranya di webinar GRATIS dan raih DOORPRIZE menarik!
DAFTAR SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 0 Jam 22 Menit 42 Detik 

Data Primer dan Data Sekunder, Pahami Perbedaan Antara Keduanya

Belajar Data Science di Rumah 18-Agustus-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/f10a5db947cac21dde3b4132c2cbd048_x_Thumbnail800.jpg

Setiap jenis data yang dipilih oleh peneliti tentunya memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Pada hakikatnya, penelitian atau riset pastinya membutuhkan data sebagai dasar pembuatan keputusan, begitu juga dengan hasil dari rumusan masalah sebuah penelitian. Hampir setiap penelitian dari seluruh bidang keilmuan pastinya membutuhkan data untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian yang telah disusun sebelumnya oleh periset. Berkaitan dengan hal tersebut, maka bukan tidak mungkin bahwa data yang dikumpulkan dengan baik dan terstruktur akan menghasilkan sebuah riset dengan kualitas bagus. Hasil riset yang telah dilakukan tentunya akan menguntungkan periset untuk menjawab solusi atas permasalahan yang ada dengan menggunakan teori-teori sebagai suatu cara untuk menjawab permasalahan penelitian. Hal ini sangatlah wajar mengingat terdapat berbagai jenis data penelitian. Jika dilihat berdasarkan penggolongan data berdasar pada sumber yang terbagi menjadi dua yakni data primer (dihasilkan secara langsung oleh penelitian) dan data sekunder yang dihasilkan tidak langsung akan tetapi tentunya harus relevan dengan topik penelitian yang telah diajukan. Ditelisik dari sumber data, data primer dan data sekunder memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi, terlepas dari perbedaan tersebut kedua jenis data ini biasanya disatukan baik sebagai penguat justifikasi dalam sebuah riset maupun sebagai pendukung data penelitian. 


Seringkali hal yang dirasakan oleh peneliti pemula untuk memulai penelitian adalah pemilihan jenis data yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan topik penelitian. Penggunaan jenis data juga perlu diselaraskan dan dikombinasikan dengan tujuan riset. Memang tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah tapi alangkah lebih baiknya jika hal ini penting untuk diperhatikan. Apalagi dalam masa pandemi ini penentuan teknik pengumpulan data juga penting untuk dipertimbangkan dengan matang agar menghasilkan kesimpulan yang valid dan akurat. Tanpa adanya keakuratan dari suatu data, keputusan yang diambil juga akan diragukan kebenaran dan pembuktiannya. Maka dari itu, sebagai peneliti pemula maupun profesional perlu mendalami perbedaan antara data primer dan data sekunder. Lalu, kira-kira apa perbedaan lainnya yang bisa kita dapatkan dari teknik pengumpulan antar keduanya? Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan data primer dan data sekunder dari kedua jenis data tersebut. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, peneliti maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik!


1. Kesesuaian untuk Kebutuhan Penelitian

Data primer biasanya diselaraskan sesuai kebutuhan peneliti, sedangkan data sekunder mungkin atau mungkin tidak selaras untuk kebutuhan peneliti atau bahkan hanya sebatas pendukung saja. Itu hanya tergantung pada jenis data yang peneliti dapat berikan. Peneliti yang menggunakan data sekunder mungkin beruntung memiliki akses ke data yang disesuaikan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka, yang tidak terjadi pada beberapa kasus. Misalnya, peneliti pasar yang meneliti daya beli masyarakat dari komunitas tertentu mungkin tidak memiliki akses ke data komunitas subjek. Alternatifnya, mungkin ada komunitas lain dengan standar hidup yang sama dengan komunitas subjek yang datanya tersedia. Peneliti menerima data ini dan menggunakannya untuk menginformasikan kesimpulannya tentang komunitas subjek.

Sedangkan data primer lebih menitikberatkan pada kebutuhan data sesuai dengan tujuan penelitian. Keuntungannya menggunakan data primer adalah penelitiannya yang bisa dilakukan secara langsung dengan menanyakan kepada responden penelitian berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Data primer lebih spesifik untuk menjawab hal-hal tertentu dan bisa fleksibel untuk menanyakannya langsung jika ada yang terlewat hanya dengan menghubungi kembali si responden tersebut. Salah satu tujuan peneliti dalam mengumpulkan data primer untuk penelitian adalah mengumpulkan data yang akurat sehingga dapat menarik kesimpulan yang tepat


Baca juga : Data Sekunder Adalah Jenis Data Penelitian yang Wajib Diketahui


2. Cara Mendapatkan Data

Data primer diperoleh secara langsung ke objek penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak lain. Data sekunder biasanya diperoleh melalui sensus dan survei. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara menghubungi pihak yang memiliki data tersebut, misalnya Badan Pusat Statistik (BPS), kantor pemerintah, perusahaan dan lain-lain. Untuk memperoleh data primer, maka peneliti harus melakukan sensus atau survei terlebih dahulu pada objek penelitian karena data tersebut belum tersedia sebelumnya. Sedangkan data sekunder telah tersedia sebelumnya, sehingga peneliti hanya perlu menghubungi pemilik datanya saja untuk memperolehnya.


3. Sumber Data

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data primer adalah melakukan observasi langsung atau bisa juga menggunakan kuesioner sebagai alat bantu pengambilan data. Data primer berfokus pada sumber data yang dikumpulkan secara langsung ke pihak pertama yakni responden. Sedangkan data sekunder memiliki ciri-ciri yang pengumpulan datanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari pihak kedua seperti instansi pemerintah, situs web resmi dan informasi-informasi yang mendukung penelitian


4. Efisiensi Biaya  

Data primer sangat mahal sedangkan data sekunder lebih ekonomis. Ketika bekerja dengan anggaran biaya yang rendah, peneliti sebaiknya bekerja dengan data sekunder, kemudian menganalisis data tersebut untuk mengungkap tren baru. Faktanya, seorang peneliti mungkin bekerja dengan data primer dan data sekunder untuk satu penelitian. Penjelasan ini biasanya sangat disarankan dalam kasus-kasus di mana data sekunder yang tersedia tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan penelitian. Oleh karena itu, sedikit perpanjangan pada data yang tersedia akan dilakukan dan biaya juga akan dihemat. Misalnya, seorang peneliti mungkin memerlukan laporan pasar dari 2010 hingga 2019 sementara laporan yang tersedia berhenti pada 2018


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder: Sumber-Sumber Data Sekunder


5. Belajar Data Science Seru dan Tidak Membosankan Bersama DQLab Yuk!

Data merupakan salah satu elemen pokok yang tidak dapat terpisahkan dari suatu penelitian. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian membutuhkan data sebagai penguat untuk menjawab tujuan penelitian salah satunya dengan penggunaan data primer. Dengan adanya data kita dapat mampu menganalisis data dimanapun berada, kemampuan problem solving yang baik, dan skill di berbagai bidang ilmu lainnya. Salah satu penerapannya adalah data science yang terdiri dari bidang ilmu matematika, statistik, dan komputer. Dengan mempelajari Data Science, kamu akan terlatih dan terbiasa untuk menghasilkan informasi dari olahan data mentah dan insight yang valuable. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!



Penulis: Reyvan Maulid

Editor: Annissa Widya


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!