[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 16 Jam 15 Menit 21 Detik 

Data Scientist atau Data Analyst Mana yang Sesuai dengan Passion Kamu?

Belajar Data Science di Rumah 18-Agustus-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0795d9434c68dc5fbcb9d0393968695c_x_Thumbnail800.jpg

Data Scientist ataupun Data Analyst merupakan profesi yang dapat diambil setelah kamu mempelajari Data Science. Ilmu Data Science sendiri merupakan ilmu yang digadang-gadang merupakan ilmu yang paling penting di masa depan. Itu semua dikarenakan semakin meningkatnya perkembangan zaman semakin banyak juga data-data yang didapatkan. Ilmu Data Science  merupakan ilmu yang dipelajari untuk dapat lebih mengerti pengolahan data, analisis data, dan masih banyak lagi.

Meski sama-sama memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan data, kedua jenis pekerjaan ini mempunyai job description yang berbeda satu sama lain. Kedua profesi ini sama-sama berhubungan dengan perkembangan teknologi dan pengolahan data, tidak kalah menarik  kedua profesi ini juga termasuk kedalam pekerjaan yang akan naik daun pada tahun-tahun kedepannya loh, tidak main-main kedua profesi ini juga bisa mendapat gaji puluhan juta hingga ratusan juta.

Penasaran mana yang cocok dengan passion kamu? Yuk simak perbedaan dan persamaan apa yang dimiliki oleh kedua profesi tersebut.


1. Data Scientist

 Data Scientist bertujuan untuk memproses data dengan menggunakan berbagai cara dan algoritma, data ini digunakan untuk menemukan solusi dari masalah yang ingin dipecahkan. Data yang telah diproses akan disimpan di dalam database perusahaan. Data yang dikumpulkan perlu untuk dianalisis melingkupi jumlah data yang besar sehingga memerlukan keahlian khusus.

Untuk contoh nyatanya penggunaan data dalam jumlah yang besar dapat dilihat dari ad personalized, penggunaan tipe ads ini membutuhkan banyak data agar dapat menampilkan iklan yang sesuai dengan target market. Misalnya saat kamu menginstall aplikasi e-commerce kamu akan diberikan pilihan untuk memperbolehkan history pencarian mu dibaca oleh aplikasi untuk menyesuaikan apa yang kamu mau dengan iklan yang akan tampil di handphone mu. Pengolahan data yang banyak tersebut membutuhkan seorang Data Scientist.

Seorang Data Scientist, untuk bisa mengolah data-data dalam jumlah besar, dibutuhkan keahlian di bidang statistika, pemrograman, dan pengetahuan bisnis. Seseorang yang belajar statistik di kampus bisa terjun menjadi seorang Data Scientist ketika masuk ke dunia kerja karena inti dari Data Scientist adalah statistika.

Kemampuan dari seorang Data Scientist bukan hanya digunakan untuk coding, tapi juga mampu mengubah kumpulan data yang belum terstruktur menjadi sesuatu yang lebih mudah dipahami oleh orang awam. Sebagai Data Scientist juga bertugas untuk mengerti bisni karna perusahaan membutuhkan jasa untuk menghasilkan rekomendasi produk untuk ditawarkan kepada konsumen.

Profesi Data Scientist sendiri saat ini merupakan primadona bagi perusahaan-perusahaan yang mengusung konsep industri 4.0. Kemampuan Data Scientist digunakan untuk mengungkap sebuah tren dari data yang memiliki jumlah berjuta-juta baris.


Baca juga : Kenali Perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer


2. Data Analyst

Berbeda dengan Data Scientist,Seorang Data Analyst tidak dituntut untuk mengerti dunia pemrograman, tapi jika Kamu mengerti tentang dunia pemrograman akan menjadi nilai tambah yang kuat untuk mendapat pekerjaan ini. Data Analyst sendiri merupakan seseorang yang bertugas untuk menerjemahkan angka-angka menjadi laporan yang mudah dimengerti sehingga dapat diolah dan dijadikan laporan untuk membantu proses manajemen dan pengolahan data perusahaan. Data analyst juga dapat dikatakan sebagai orang yang bertugas untuk menganalisis data untuk meningkatkan keuntungan, dan kredibilitas suatu perusahaan. 

Tugas-Tugas dari Data Analyst sendiri antara lain menganalisis data, membaca arah bisnis, menafsirkan data, dan masih banyak lagi. Seorang Data Analysts juga harus memiliki  skill-skill untuk menjadi Data Analyst yang baik. Syaratnya Kamu harus bisa matematika dan statistik, mampu menganalisis, menyajikan dan menginterpretasikan data.


3. Persamaan Data Scientist dengan Data Analysts

Di samping perbedaan-perbedaan yang ada, ada pula beberapa kesamaan yang harus dimiliki seorang Data Scientist maupun Data Analyst, antara lain:

  • Keduanya harus memiliki kemampuan statistik yang kuat, terbiasa dengan perangkat lunak pengolah data seperti My SQL, Cassandra, atau Hadoop.

  • Keduanya diharapkan mampu memahami bahasa pemrograman, terutama bagi Data Scientist dan dapat menggunakan data-data tadi untuk menggali informasi lebih dalam demi perkembangan bisnis perusahaan.

  • Skill yang dibutuhkan dari dua profesi ini juga mirip kamu harus bisa untuk menganalisis dan juga mempresentasikan data kepada orang yang masih awam dengan data

  • Persamaan selanjutnya lebih kepada mental yang tidak mudah menyerah dan juga memerlukan ketelitian yang tinggi untuk dapat mengolah data yang berjumlah jutaan.


Baca juga : Data Analyst vs Data Scientist, Yuk Kenali Perbedaannya 


4. Rajut Mimpimu menjadi Seorang Ahli Data Bersama DQLab!

DQLab siap menemani kamu belajar Data Science secara terstruktur dan sederhana. Bagi kamu yang ingin berkarir sebagai Data Scientist jangan khawatir, karena kamu memiliki kesempatan yang tepat untuk belajar Data Science bersama DQLab.

Mulai belajar bersama DQLab dengan sign up sekarang di DQLab.id dan nikmati pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif agar kamu siap bersaing di industri nyata. Selamat belajar Sahabat Data DQLab!

Jadi apalagi yang kamu tunggu, ayo bergabung di DQLab! Kamu bisa belajar data science dari nol hingga bisa bergabung di perusahaan besar. Dengan bergabung sekarang kamu bisa mendapat module GRATIS “Introduction to Data Science” loh! 



Penulis: Yohanes Ricky

Editor: Annissa Widya


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!