Ditanya Posisi Jabatan yang Menjadi Obsesi Karir? Ini Contoh Jawabannya
Saat interview, recruiter nggak hanya ingin tahu pengalaman dan skill yang kamu punya. Ada kalanya kamu juga ditanya tentang posisi atau jabatan yang ingin dicapai dalam karier untuk melihat bagaimana kamu membayangkan perkembangan profesionalmu ke depan.
Pertanyaan seperti ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu punya arah karier yang jelas. Jadi, daripada menjawab asal atau hanya menyebut jabatan tertentu, sebaiknya kamu tahu alasan dan langkah yang ingin dilakukan untuk mencapainya.
1. Mengapa Recruiter Menanyakan Posisi yang Ingin Dicapai?
Recruiter menanyakan posisi yang ingin dicapai untuk mengetahui ambisi dan tujuan karier yang kamu miliki. Dari jawabanmu, recruiter bisa melihat apakah kamu sudah memiliki gambaran mengenai perkembangan karier dan apakah tujuan tersebut masih relevan dengan posisi yang sedang dilamar.
Selain itu, pertanyaan ini bisa membantu recruiter melihat potensi perkembanganmu di perusahaan. Misalnya, kalau kamu melamar sebagai Junior Data Analyst dan memiliki target menjadi Senior Data Analyst, kamu bisa menjelaskan skill dan pengalaman apa yang ingin kamu bangun untuk sampai ke posisi tersebut.
2. Bagaimana Cara Menentukan Posisi Jabatan yang Ingin Dicapai?
Kamu nggak harus langsung menentukan satu jabatan hanya karena posisi tersebut terlihat menarik. Coba mulai dengan melihat bidang yang kamu minati, kemampuan yang sudah dimiliki, dan jenis pekerjaan yang ingin kamu lakukan dalam jangka panjang.
Setelah menemukan bidang yang cocok, cari tahu jenjang karier dan skill yang biasanya dibutuhkan untuk mencapai posisi tersebut. Misalnya, kalau kamu tertarik dengan bidang data, kamu bisa mulai dari posisi seperti Data Analyst sambil mengembangkan kemampuan SQL, Python, statistik, dan data analysis untuk membuka peluang karier yang lebih luas di bidang tersebut.
3. Contoh Jawaban Posisi Jabatan yang Menjadi Obsesi Karir
Jawaban sebaiknya nggak hanya menyebut nama jabatan, tetapi juga menjelaskan alasan memilihnya dan bagaimana kamu ingin berkembang untuk mencapai posisi tersebut. Dengan begitu, recruiter bisa melihat bahwa target kariermu bukan sekadar keinginan, tetapi sudah dipikirkan berdasarkan skill dan pengalaman yang perlu dibangun.
Contoh jawaban untuk Data Analyst:
“Dalam beberapa tahun ke depan, saya ingin berkembang menjadi Senior Data Analyst yang mampu menghasilkan analisis dan insight untuk membantu perusahaan mengambil keputusan. Untuk mencapai posisi tersebut, saya ingin terus memperkuat kemampuan seperti SQL, Python, dan data visualization serta memperbanyak pengalaman melalui berbagai proyek analisis data.”
Kalau kamu baru mulai tertarik dengan bidang data, nggak perlu merasa harus langsung menguasai semua skill tersebut. Kamu bisa memulainya secara bertahap dengan mempelajari dasar Python, SQL, statistik, dan data analysis, misalnya melalui program belajar Data Science gratis selama 1 bulan dari DQLab.
4. Apakah Harus Memiliki Target Jabatan dalam Karir?
Nggak harus. Setiap orang bisa memiliki cara yang berbeda dalam menentukan arah karier, dan kamu nggak selalu harus punya target jabatan yang spesifik sejak awal. Kamu juga bisa menentukan target berdasarkan skill, bidang pekerjaan, tanggung jawab, atau kontribusi yang ingin kamu capai.
Yang terpenting, kamu punya gambaran mengenai arah yang ingin dituju dan bersedia mengembangkan diri untuk mencapainya. Seiring bertambahnya pengalaman, target tersebut juga bisa berubah karena kamu menemukan minat baru atau melihat peluang karier yang sebelumnya belum terpikirkan.
Menentukan posisi yang ingin dicapai bisa membantu kamu memiliki gambaran mengenai arah karier dan skill yang perlu dikembangkan.
Saat ditanya recruiter, nggak perlu menjawab dengan jabatan yang terdengar paling tinggi, tetapi jelaskan target yang realistis beserta alasan dan langkah yang ingin kamu lakukan untuk mencapainya.
Kalau kamu tertarik membangun karier di bidang data, kamu bisa mulai dari skill dasar yang banyak digunakan dalam pekerjaan data, seperti Python, SQL, statistik, dan data analysis.
Untuk mengenal bidang Data Science lebih jauh sebelum menentukan langkah karier berikutnya, kamu bisa mencoba belajar Data Science gratis selama 1 bulan di DQLab.
FAQ
1. Mengapa recruiter menanyakan posisi yang ingin dicapai?
Recruiter ingin mengetahui tujuan, ambisi, dan arah perkembangan karier yang kamu miliki. Jawabanmu juga dapat membantu recruiter melihat apakah rencana tersebut sesuai dengan posisi dan peluang perkembangan di perusahaan.
2. Apakah harus menyebutkan jabatan tertentu saat interview?
Tidak harus. Jika belum memiliki target jabatan spesifik, kamu bisa menjelaskan bidang, keahlian, atau tanggung jawab yang ingin kamu kuasai dalam beberapa tahun ke depan.
3. Bagaimana jika posisi yang ingin dicapai berbeda dengan posisi yang sedang dilamar?
Kamu tetap bisa menyampaikannya selama ada hubungan yang jelas antara posisi saat ini dan target kariermu. Jelaskan bahwa posisi yang dilamar merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan pengalaman dan skill yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
The Takeaway
Menentukan target posisi dan jabatan dalam karier dapat membantu kamu memiliki arah profesional yang lebih jelas. Saat interview, recruiter ingin melihat tujuan, ambisi, dan kesiapanmu untuk berkembang. Tentukan posisi berdasarkan minat, skill, dan peluang karier, lalu jelaskan alasan serta langkah untuk mencapainya. Jika tertarik bidang data, mulai kembangkan skill seperti Python, SQL, statistik, dan data analysis.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
