DISKON 95%! BIG PROMO 8.8 MENARIK DI TANGGAL CANTIK
Belajar Data Science 6 Bulan bareng ahli + dapat sertifikat hanya Rp. 188K 
BURUAN AMBIL
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 2 Jam 24 Menit 19 Detik 

Faris Mahasiwa IT Semester 2, Colong Start Berkarir Melalui Tetris Program

Belajar Data Science di Rumah 13-Juli-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/34a8c134a53afdd59395408a4ee691f0_x_Thumbnail800.jpg

“Kuliah sambil kerja, emang gak capek?” Cerita member DQLab yang satu ini akan menjawab pertanyaan kalian nih, Sahabat DQ! Di usianya yang masih di bawah 20 tahun, Muhammad Faris Umar yang kini duduk di bangku kuliah semester 2 berani ambil tantangan untuk ikut magang di salah satu perusahan besar media massa, Kompas Gramedia. 


Cerita ini bermula saat Faris mengikuti salah satu program beasiswa DQLab, Tetris. Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) ini mengaku merasa terdorong dengan lingkungan kampus yang diakuinya cukup ambisius untuk bisa memiliki posisi internship di luar kegiatan kampus. Menurut Faris, teman-teman sebayanya di kampus sangat aktif dan sudah melek informasi dalam mencari pengalaman yang bisa dijadikan sebagai portofolio mereka kelak.


Tak mau kalah, Faris pun mengikuti berbagai kursus untuk bisa mendapatkan job connector. Program Tetris yang hadir untuk mewujudkan mimpi Faris untuk bisa memiliki kesempatan magang di perusahaan ternama di indonesia, akhirnya membuat Faris memutuskan untuk mendaftarkan diri. Meski cukup ambisius, Faris pun tak lupa untuk mengajak teman-temannya mengikuti Tetris, untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama.


“Sebagai seseorang yang FOMO saya sangat beruntung dan tidak menyesal mengikuti program tetris ini sampai akhir, karena saya berkesempatan untuk bisa internship di KG Media,” kata Faris.


Seperti apa ya cerita lainnya yang dilalui Faris hingga akhirnya kini berhasil meraih kesempatan magang sebagai Data Analyst di perusahaan besar?


1. Memiliki Basic Coding, Tak Membuat Faris Puas Diri

Seperti tujuan utamanya, Faris pun mengaku alasan utamanya mengikuti program Tetris adalah karena ingin mendapatkan kesempatan magang yang ditawarkan DQLab. Tidak hanya itu, tentu ia pun juga tertarik untuk bisa mendapatkan pengalaman belajar dan ilmu-ilmu baru yang bisa dijadikan bekal untuk siap menghadapi industri data yang sebenarnya.


“Saya ingin internship di semester 2 ini agar memiliki bayangan untuk bekerja sebelum nanti saya lulus dan benar-benar bekerja sebagai fulltimer,” ungkap Faris.


Sebagai mahasiswa Ilmu Komputer, tentu Faris sudah memiliki pemahaman mengenai dasar-dasar coding yang bisa dibilang sebagai fundamental dalam dunia data science. Hal inilah yang membuatnya merasa semangat dan optimis dalam mengikuti program Tetris.


Namun, di kelas SQL Faris mengaku cukup kesulitan, karena ia menganggap peserta lainnya sudah mahir dalam kelas ini. Untuk mengejar teman-temannya, Faris selalu mengulang kembali rekaman dari sesi kelas SQL. 


Baca juga: Belajar Coding Python Sederhana Level Basic untuk Pemula


2. Pentingnya Membagi Waktu Kuliah dan Tetris

Dari serangkaian acara yang diadakan selama Tetris berlangsung, kelas Pentaho menjadi momen yang paling berkesan bagi Faris. Terutama saat dirinya harus bisa mengimplementasikannya pada Capstone Project. Setelah melewati berbagai tantangan, ia pun akhirnya bisa menyelesaikan Capstone Project dan berhasil memiliki portofolio data pertamanya sebagai bekal berkarir. 


Selama mengikuti kelas intensif, tak dipungkiri ia pun sempat merasa burnout pada saat belajar, apalagi harus bisa membagi waktu belajarnya saat kuliah dan kelas intensif Tetris. 


“Sering (burnount) juga, karena saking banyaknya tugas di kuliah dan hampir semua matkul, pas ikut kelas tetris ngeblank. Di situ rasa ingin nyerah ada banget karena ketinggalan materi, tapi saya coba ikutin terus kelasnya. Apalagi melihat mentornya semangat, saya jadi terpacu semangat lagi. Ditambah support temen sesama peserta bikin saya bangkit dan fokus lagi dengan tujuan awal,” begitu jawabnya saat ditanya momen burnout saat belajar.


Oleh sebab itu, baginya mengatur time management adalah hal yang utama jika kita melakukan lebih dari satu kegiatan dalam waktu yang bersamaan. Sadar kuliah adalah yang utama, maka dari itu ia pun memprioritaskan tugas-tugas kampusnya. Ketika ada waktu senggang, barulah ia memutar rekaman materi yang ada di DQLab. Jika merasa kurang paham dengan materi Tetris, ia pun aktif bertanya dengan teman-teman Tetris lainnya melalui aplikasi Discord.


3. Tantangan dalam Tetris

Jika pembelajaran mengenai Pentaho dianggap Faris sebagai momen yang berkesan, Faris mengaku tahap Speed Dating adalah tantangan yang cukup mendebarkan. Saat mempersiapkan diri, Faris sibuk untuk mempelajari dan melakukan riset mengenai profil perusahaan. Dalam risetnya, ia mencari tahu segala kebutuhan perusahaan hingga ke akarnya.


Tak hanya mengenal perusahaan lebih dalam, dalam persiapan Speed Dating ia juga mempelajari Tableau sebagai tools yang ia gunakan dalam visualisasi data. Dan terakhir, mental. Sebab, Faris mengaku tidak memiliki pengalaman untuk menghadapi user dan HR.


Baca juga: NON IT Bukan Halangan untuk Intern di Xeratic Melalui Program Tetris Batch 1


4. Keseharian Faris sebagai Data Analyst Internship

Kini, selain belajar di kampus, kesibukan Faris pun bertambah. Faris yang saat ini diposisikan di unit Kontan dan publishing, biasanya ia ditugaskan untuk mengerjakan objective dari user. Selain itu, ia juga bertanggung jawab untuk menyiapkan data untuk eksplorasi dan penjualan Kontan store.


Hal ini berlangsung sekitar dua minggu awal. Memasuki minggu ke-3 dan ke-4 ia ditugaskan untuk membuat dashboard menggunakan Tableau. Sesekali, ia juga mengulik hal lainnya yang sesuai dengan kebutuhan tim bisnis.


Kekeluargaan yang terasa begitu hangat, membuat Faris merasa nyaman dan bahagia bisa mendapatkan pengalaman magang di lingkungan Kompas Gramedia. Ia merasa tidak ada perlakuan yang berbeda, meskipun Faris terbilang masih muda. Bahkan, ia sering merasa dirangkul sebagai anak internship.


Menurutnya, semua perjalanan pasti ada berbagai proses yang dilalui. Baginya, kesulitan justru adalah hal yang harus dinikmati. Sebab setelah kesulitan, pasti akan ada kemudahan.


“Hai Sahabat DQ, remember this! When the situation gets hard, it's time for you to enjoy the ride,” pesan Faris kepada Sahabat DQ.


Sahabat DQ juga bisa kok seperti Faris. Kalian juga bisa memiliki kesempatan internship di sejumlah perusahaan. Tidak memiliki dasar Data Science? Ini waktu yang tepat Sahabat DQ untuk mulai belajar Data Science bersama DQLab! Di sini kamu bisa belajar secara fleksibel yang memudahkan kamu untuk belajar dimana saja dan kapan pun kamu mau. Ada juga para mentor yang siap menjadi pembimbing kalian. Ayo ikuti jejak Faris dengan mulai belajar di DQLab!


Penulis: Sandi Sabar Rahman

Editor: Annissa Widya Davita





Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :