⚡8.8 MEGA SALE, DISKON 98%!⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 4 Jam 11 Menit 0 Detik

Mengapa Import Mode Power BI Sering Lebih Cepat daripada DirectQuery?

Belajar Data Science di Rumah 12-Agustus-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/bannew-powe-bi-3-2026-06-02-150852_x_Thumbnail800.jpeg

Power BI menyediakan beberapa pilihan cara untuk mengakses dan mengelola data. Salah satunya melalui Import Mode dan DirectQuery. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dalam cara data disimpan dan diproses ketika pengguna berinteraksi dengan dashboard. Dalam banyak skenario, Import Mode Power BI cenderung memberikan performa yang lebih cepat dibandingkan DirectQuery.

Perbedaan ini terutama berkaitan dengan lokasi penyimpanan data, cara query diproses, dan ketergantungan terhadap sumber data eksternal. Namun, bukan berarti DirectQuery selalu lebih lambat atau Import Mode selalu menjadi pilihan terbaik. Lantas, apa alasannya Import Power BI lebih cepat daripada DirectQuery? Ketahui penjelasannya sahabat DQLab!


1. Data Sudah Berada di Dalam Model Power BI

Salah satu alasan utama Import Mode memiliki performa tinggi adalah data sudah tersedia di dalam model Power BI setelah proses refresh. Ketika pengguna menjalankan analisis, Power BI tidak perlu mengambil data dari database eksternal untuk setiap interaksi. Sebaliknya, DirectQuery perlu berkomunikasi dengan sumber data ketika query diperlukan. Jika database atau jaringan membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons, pengguna dapat merasakan keterlambatan pada dashboard.


Baca Juga: 7 Website dan Platform Gratis untuk Belajar Microsoft Power BI Secara Otodidak


2. VertiPaq Dioptimalkan untuk Analisis Data

Import Mode memanfaatkan storage engine VertiPaq, yang menggunakan penyimpanan kolumnar dan berbagai teknik kompresi untuk memproses data analitik secara efisien. Data yang tersimpan secara kolumnar memungkinkan engine membaca kolom yang diperlukan tanpa harus memproses seluruh tabel secara konvensional. Hal ini sangat membantu ketika report berisi operasi seperti agregasi, perhitungan, filtering, grouping, slicing data, dan berbagai bentuk analisis multidimensi.


3. Tidak Bergantung pada Latensi Database untuk Setiap Query

Performa DirectQuery sangat berkaitan dengan sumber data yang digunakan. Misalnya, sebuah report terhubung ke database melalui jaringan. Ketika pengguna mengubah slicer, Power BI mungkin perlu menjalankan query baru ke database. Jika database sedang sibuk atau koneksi memiliki latency tinggi maka waktu respons report juga dapat meningkat. Import Mode mengurangi ketergantungan tersebut karena sebagian besar aktivitas analisis dilakukan terhadap data yang sudah dimuat ke dalam model.


4. Query Dapat DIproses secara Efisien oleh Storage Engine

Dalam Import Mode, Power BI dapat mengoptimalkan cara data disimpan dan bagaimana query dijalankan terhadap model tersebut. Kompresi data juga dapat membuat ukuran data yang diproses menjadi jauh lebih kecil dibandingkan ukuran data mentah. Hal ini membantu storage engine bekerja secara efisien untuk berbagai operasi analitik.


Baca Juga: Belajar Power BI dari Nol Tanpa Coding, Apakah Bisa?


5. Lebih Sedikit Ketergantungan pada Infrastruktur Database

DirectQuery menjadikan database sumber sebagai bagian penting dari performa report. Jika banyak pengguna mengakses dashboard pada waktu yang sama, database dapat menerima banyak query secara bersamaan. Query yang kompleks juga dapat meningkatkan beban pada sistem sumber. Import Mode memindahkan sebagian besar beban analisis ke model Power BI setelah data berhasil di-import. Itulah sebabnya Import Mode sering menjadi pilihan yang menarik untuk dashboard analitik yang tidak membutuhkan data secara real-time.

Import Mode Power BI sering lebih cepat daripada DirectQuery karena data sudah dimuat ke dalam model dan dapat diproses menggunakan storage engine yang dioptimalkan untuk analisis. Pengguna tidak perlu bergantung pada database eksternal untuk setiap interaksi dengan report. Sementara itu, DirectQuery menawarkan fleksibilitas untuk bekerja dengan data yang tetap berada di sumbernya dan dapat menjadi solusi ketika kebutuhan real-time atau ukuran data menjadi pertimbangan utama.


FAQ
1. Mengapa Import Mode Power BI lebih cepat daripada DirectQuery?

Import Mode sering lebih cepat karena data sudah dimuat ke dalam model Power BI dan dapat diproses menggunakan VertiPaq tanpa harus terus mengambil data dari database eksternal.

2. Apakah DirectQuery selalu lebih lambat daripada Import Mode?

Tidak. Performa DirectQuery bergantung pada kualitas database, kompleksitas query, koneksi jaringan, dan infrastruktur yang digunakan. DirectQuery dapat bekerja dengan baik jika sumber datanya dioptimalkan.

3. Kapan sebaiknya menggunakan Import Mode dan DirectQuery?

Import Mode cocok untuk dashboard yang mengutamakan performa dan responsivitas. DirectQuery lebih sesuai untuk kebutuhan akses data yang lebih terkini atau dataset yang terlalu besar untuk diimpor seluruhnya.


Ingin menguasai Business Intelligence dan Power BI dari nol hingga siap digunakan di dunia kerja? Melalui Bootcamp Business Intelligence Analyst with Power BI bersama DQLab, kamu akan belajar secara end-to-end mulai dari data preparation, pembuatan dashboard interaktif, hingga menghasilkan business insight yang bernilai. Pembelajaran dikemas dengan studi kasus nyata, metode storytelling, serta bimbingan mentor untuk membantu membangun portofolio data yang relevan dengan kebutuhan industri.

Selain materi yang terstruktur dan ramah pemula, peserta juga mendapatkan akses rekaman dan materi selamanya, fitur pemantauan progres belajar, kesempatan memperluas jaringan dengan praktisi industri, serta sertifikat kelulusan. Tingkatkan kemampuan analisis data dan persiapkan diri untuk berkarier di bidang Business Intelligence. Yuk, daftar sekarang!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini