Ini Cara Praktis Import dan Cleaning Data di Tableau
Data mentah biasanya masih memiliki berbagai masalah seperti format yang tidak konsisten, kolom yang tidak jelas, hingga nilai kosong. Karena itu, proses import dan cleaning data menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum membuat visualisasi bagi data analyst.
Melalui software visualisasi data seperti Tableau, proses ini bisa dilakukan dengan cukup mudah bahkan tanpa kemampuan coding. Artikel ini akan membahas langkah-langkahnya, dan kamu bisa coba praktikkan langsung.
1. Cara Import Data di Tableau
Sebelum mulai membuat visualisasi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memasukkan dataset ke dalam Tableau. Proses import data ini cukup sederhana dan hanya membutuhkan beberapa langkah dasar agar data bisa terbaca dengan baik oleh sistem.
a. Membuka Tableau dan Memilih Sumber Data
Langkah pertama adalah membuka aplikasi Tableau dan memilih sumber data yang ingin digunakan. Setelah aplikasi terbuka, biasanya akan muncul halaman awal yang menampilkan beberapa opsi koneksi data.
Di bagian ini, kamu dapat memilih jenis sumber data seperti file Excel, CSV, database, atau sumber data lainnya. Bagi pemula, biasanya data berasal dari file spreadsheet sehingga cukup memilih opsi untuk menghubungkan ke file lokal di komputer.
b. Mengupload File Dataset
Setelah memilih jenis sumber data, langkah berikutnya adalah mengupload dataset yang akan digunakan. Kamu hanya perlu memilih file dari komputer, misalnya file Excel atau CSV yang berisi data yang ingin dianalisis.
Setelah file dipilih, Tableau akan secara otomatis memproses dan menampilkan isi dataset tersebut. Proses ini biasanya hanya memerlukan waktu beberapa detik, tergantung ukuran file yang diupload.
c. Memahami Tampilan Data Source di Tableau
Setelah dataset berhasil dimasukkan, Tableau akan menampilkan halaman Data Source yang berisi preview atau tampilan awal data. Di halaman ini kamu dapat melihat struktur tabel, nama kolom, serta tipe data yang terdeteksi oleh sistem.
Tampilan ini sangat penting karena membantu memastikan apakah data sudah terbaca dengan benar atau masih perlu diperbaiki sebelum masuk ke tahap analisis. Dari halaman ini juga kamu dapat mulai melakukan beberapa proses pembersihan data secara langsung.
Baca Juga: Sertifikasi DQLab
2. Cara Cleaning Data di Tableau
Setelah data berhasil diimport, langkah berikutnya adalah memastikan data tersebut bersih dan siap digunakan untuk analisis. Tableau menyediakan beberapa fitur sederhana yang dapat membantu memperbaiki struktur data tanpa perlu melakukan pengolahan data di aplikasi lain.
a. Mengubah Nama Kolom
Sering kali dataset memiliki nama kolom yang kurang jelas atau terlalu panjang, misalnya menggunakan kode atau singkatan tertentu. Agar data lebih mudah dipahami saat proses analisis, kamu dapat mengganti nama kolom langsung di Tableau.
Caranya cukup dengan mengklik nama kolom lalu memilih opsi rename. Dengan memberikan nama yang lebih deskriptif, proses analisis dan pembuatan visualisasi nantinya akan menjadi jauh lebih mudah.
b. Mengubah Tipe Data
Setiap kolom dalam dataset memiliki tipe data tertentu seperti teks, angka, atau tanggal. Namun terkadang Tableau membaca tipe data secara kurang tepat, misalnya data tanggal terbaca sebagai teks.
Jika hal ini terjadi, kamu dapat mengubah tipe data secara manual. Mengubah tipe data yang benar sangat penting karena akan mempengaruhi cara data dianalisis dan divisualisasikan dalam dashboard.
c. Menghapus Nilai Null
Dataset sering kali memiliki nilai kosong atau null value yang dapat mengganggu proses analisis. Nilai kosong ini bisa muncul karena data yang tidak diisi atau kesalahan dalam pengumpulan data.
Di Tableau, kamu dapat dengan mudah memfilter atau menghapus nilai null tersebut. Dengan membersihkan nilai kosong, hasil analisis akan menjadi lebih akurat dan tidak menimbulkan kesalahan interpretasi.
d. Split Kolom Data
Terkadang satu kolom dalam dataset berisi lebih dari satu informasi. Contohnya adalah kolom yang berisi nama lengkap seperti “Budi Santoso”, padahal sebenarnya bisa dipisahkan menjadi kolom nama depan dan nama belakang.
Tableau menyediakan fitur Split yang memungkinkan kamu membagi satu kolom menjadi beberapa bagian berdasarkan spasi atau karakter tertentu. Fitur ini sangat membantu untuk membuat struktur data menjadi lebih rapi dan mudah dianalisis.
e. Pivot Data (Mengubah Struktur Data)
Beberapa dataset memiliki struktur data yang kurang ideal untuk analisis, misalnya data dengan banyak kolom yang sebenarnya memiliki makna yang sama seperti penjualan per bulan.
Dalam kasus seperti ini, fitur Pivot di Tableau dapat digunakan untuk mengubah struktur data dari format yang lebar menjadi format yang lebih panjang dan fleksibel untuk analisis.
Dengan struktur data yang lebih rapi, proses pembuatan grafik dan dashboard akan menjadi jauh lebih mudah.
Baca Juga: Sertifikasi DQLab
3. Tips Membersihkan Data Agar Siap Analisis
Agar data benar-benar siap digunakan untuk analisis, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat melakukan proses cleaning.
Pastikan setiap kolom memiliki nama yang jelas dan mudah dipahami.
Periksa kembali tipe data pada setiap field agar sesuai dengan isi datanya.
Perhatikan apakah ada nilai kosong, duplikasi data, atau format yang tidak konsisten.
Selain itu, sebaiknya selalu melihat preview data sebelum mulai membuat visualisasi untuk memastikan tidak ada kesalahan pada struktur dataset.
Dengan data yang sudah bersih dan terstruktur dengan baik, proses analisis di Tableau akan menjadi lebih cepat dan hasilnya juga lebih akurat.
Jika kamu tertarik untuk mulai mempelajari Tableau dan meningkatkan skill di bidang data, kamu bisa mencoba berbagai materi pembelajaran dan sertifikasi data melalui DQLab.
Apa manfaatnya?
Belajar skill data yang relevan dengan industri, seperti data analysis, data visualization, dan machine learning.
Mendapatkan sertifikat resmi yang dapat digunakan untuk memperkuat CV atau portofolio.
Materi pembelajaran yang terstruktur, sehingga cocok untuk pemula yang baru mulai belajar data.
Latihan langsung dengan studi kasus, sehingga kamu bisa memahami bagaimana analisis data digunakan dalam situasi nyata.
Dengan mengikuti sertifikasi tersebut, kamu tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
FAQ:
1. Format file apa saja yang bisa diimport ke Tableau?
Tableau mendukung berbagai format file yang umum digunakan dalam analisis data. Beberapa di antaranya adalah file Excel, CSV, Google Sheets, serta berbagai database seperti MySQL atau PostgreSQL.
2. Mengapa tipe data penting dalam Tableau?
Tipe data menentukan bagaimana Tableau membaca dan memproses sebuah kolom data. Misalnya, kolom bertipe date dapat digunakan untuk membuat analisis waktu, sedangkan kolom bertipe number dapat digunakan untuk menghitung nilai seperti total atau rata-rata. Jika tipe data tidak sesuai, beberapa fitur analisis mungkin tidak dapat digunakan secara optimal.
3. Apakah Tableau cukup untuk melakukan semua proses cleaning data?
Untuk pembersihan data dasar, Tableau sudah cukup membantu. Namun, jika dataset sangat besar atau memiliki struktur yang kompleks, proses cleaning biasanya dilakukan terlebih dahulu menggunakan tools lain seperti spreadsheet atau bahasa pemrograman seperti Python. Setelah data lebih rapi, barulah dataset tersebut diimport kembali ke Tableau untuk proses analisis dan visualisasi.
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
