DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 0 Days 20 Jam : 49 Menit : 54 Detik

Mengenal Jenis Jenis Big Data Beserta Contohnya

Belajar Data Science di Rumah 26-Januari-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/824787f098ca4c5123da023bbf1135a7_x_Thumbnail800.jpg

Seperti yang kita ketahui, Big Data digambarkan dengan kumpulan data yang memiliki jumlah yang besar. Akan tetapi pada kenyataannya, jenis-jenis Big Data bukan hanya masalah ukuran yang besar, tetapi juga data yang memiliki jenis data yang sangat beragam dan laju pertumbuhannya yang tinggi. Jika kamu adalah pemula di dunia Data Science, tenang saja karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajarinya. Karena pada dasarnya ilmu Data Science tidak hanya terbatas di background pendidikan tertentu, mengingat pada era digital transformation saat ini, ilmu ini dapat digunakan di semua lini bisnis.

Big Data memiliki tiga karakteristik, salah satunya adalah variety (variasi). Variety disini maksudnya adalah data pada Big Data memiliki berbagai macam jenis data. Dimulai dari jenis Big Data yang terstruktur hingga seiring berkembangnya teknologi Big Data, jenis data mulai tidak terstruktur. Lalu apa bedanya dari masing-masing jenis data tersebut? Yuk, simak penjelasannya!

1. Data Terstruktur

Jenis data structured (data tradisional) dapat diproses, disimpan, dan diambil dalam format tetap. Jenis data ini disimpan dalam bentuk tabel, baris dan kolom yang normalnya disimpan dalam excel atau spreadsheet, dimana informasi pada data sangat terorganisir dan dapat dengan mudah diakses dari database dengan algoritma mesin pencari sederhana.

Contoh data terstruktur adalah, data sensor, data penjualan pada suatu perusahaan, data karyawan dalam database perusahaan dengan detail yang terstruktur seperti detail karyawan, posisi pekerjaan, gaji, dan lainnya ditampilkan secara terorganisir.

 

Baca juga : Pahami Proses Integrasi Data untuk Hasilkan Proses Pengolahan Data yang Valid

2. Data Semi-Terstruktur 

Jenis data semi-structured merupakan jenis data yang dimasukan ke dalam sebuah tabel, tetapi skemanya tidak sama dengan tabel biasa yang hanya terdiri dari baris dan kolom. Data semi-terstruktur mengandung format data terstruktur dan tidak terstruktur. Walaupun belum diklasifikasi oleh repository tertentu (database), namun mengandung informasi yang penting. Contohnya data dalam bentuk file csv, file xml, dan file json.

 3. Data Tidak Berstruktur

Jenis data unstructured adalah data dengan bentuk yang tidak dikenal, harus disimpan dengan format khusus karena tidak memiliki struktur yang spesifik seperti jenis data structured. Raw data dari jenis data ini hanya dapat menghasilkan nilai setelah diproses dan dianalisis. Menyimpan data jenis ini pun memiliki kerumitan seperti memerlukan penggunaan sistem penyimpanan yang memadai, seperti database NoSQL (MongoDB dan CouchDB).

Contoh jenis data tidak terstruktur seperti data teks, berformat foto/gambar, video, atau suara. Selain itu, bisa juga dalam bentuk keluhan pelanggan, kontrak, ataupun email internal. Contoh dari data jenis ini dapat ditemukan dalam social media, seperti komentar, likes, followers, dan data click pada setiap aktivitas di akunmu.

Baca juga : Belajar Data Science: Simak 3 Manfaat Penerapan Big Data di Berbagai Industri


4. Yuk Mulai Belajar Data Science Sekarang!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi data yang sebenarnya! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

 


Penulis : Salsabila Miftah Rezkia

Editor : Annissa Widya Davita



Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!