GIMANA MEMULAI KARIER JADI DATA ANALYST?
Simak caranya di webinar GRATIS dan raih DOORPRIZE menarik!
DAFTAR SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 23 Jam 57 Menit 9 Detik 

Intip Perjuangan Para Sahabat DQ dalam Membangun Karir, Yuk!

Belajar Data Science di Rumah 08-Maret-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/559ef897be0938b64e1155bb95f7f1c3_x_Thumbnail800.jpg

Bertepatan dengan hari International Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022, dikutip dari website resminya, kali ini komunitas International Women’s Day mengangkat tema dengan tagar #BreakTheBias. Dalam tema kali ini, mereka mencoba untuk membangun dunia yang bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi terhadap wanita. Mereka bersama-sama ingin mewujudkan kesetaraan perempuan, sehingga tidak lagi dianggap lebih rendah, serta memiliki hak yang sama untuk bisa lebih memperlihatkan prestasi, serta mengambil peran demi kesetaraan. 


Bersama DQLab, banyak perempuan yang kini semakin berkembang dan siap bersaing, khususnya di dunia data science. Tak sedikit dari mereka yang membangun karir mereka sendiri dari nol. Tentu bukan hal yang mudah, sebab itu semua memerlukan tekad yang kuat untuk bisa menggapai impian sebagai praktisi data. Kali ini, DQLab akan ajak kamu untuk intip perjuangan para perempuan dalam membangun karir di bidang data. Seperti apa ya perjuangan Yunika Laurensia dan Gifa Delyani?


1. Mengenal Tantangan dan Kesulitan dalam Berkarir


Apa Sih Tantangan Tersulit yang Pernah Kamu Hadapi?


Yunika Laurensia

Sebelum berprofesi sebagai data analyst di salah satu marketplace, sudah banyak tantangan yang dihadapi Yunika. Salah satunya adalah ketika menyelesaikan kasus baru yang belum pernah dihadapi. Hal itulah yang kerap membuatnya kebingungan. Sebab pada dasarnya, setiap permasalahan yang terjadi dalam dunia data akan selalu berbeda, tergantung pada data itu sendiri. Makanya, perlunya perbanyak melatih diri dengan sejumlah project data agar kamu memperkaya diri dengan segala macam studi kasus.


Gifa Delyani

Lain halnya dengan Yunika, Gifa yang kini bekerja sebagai performance analyst mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan dalam memahami atau memecahkan permasalahan. Ia justru mengaku lebih merasa kesulitan ketika tengah berada dalam kondisi yang tidak mendukungnya dalam beraktivitas, seperti saat sakit, keadaan mood swing yang tidak bisa ditebak, maupun kondisi lainnya.


Baca juga : Kisah Inspiratif Bachtiyar Muclis Member DQLab yang Berhasil Beralih Profesi Menjadi Junior Data Engineer karena Dampak Pandemi Covid-19 

 


2. Pantang Menyerah 


Ketika Menghadapi Tantangan Seperti Itu, Tindakan Apa yang Kamu Lakukan?


Yunika Laurensia

Setiap mengalami kesulitan, Yunika menyadari bahwa ia tidak sendiri. Ia memiliki teman yang ia rasa dapat membantunya dalam menyelesaikan permasalahan. Hal yang pertama kali yang Yunika lakukan biasanya adalah langsung menghubungi rekan kerjanya. Cara ini ia lakukan agar permasalahan menjadi lebih ringan dengan bersama-sama mencari solusi, seperti dengan brainstorm tentang penyelsaian kasusnya seperti apa. Wah, tim yang kompak ya, salut!


Gifa Delyani

Saat mengalami kondisi yang membuatnya kesulitan dalam beraktivitas, biasanya Gifa langsung beristirahat sejenak dalam satu hari penuh. Hal ini ia lakukan karena ia tidak mau terlalu memaksakan diri, yang pada akhirnya justru dikhawatirkan dapat lebih memperparah kondisi. Setelah itu, barulah esok harinya Gifa mengejar ketertinggalan pekerjaan yang kemarin tak sempat ia selesaikan. Intinya, jangan mengorbankan kesehatan diri kalian ya, Sahabat DQ!


3. Semua Memiliki Kesempatan yang Sama 


Sebagai Seorang Perempuan, Apakah Ada Challenge Tersendiri Yang Dihadapi Untuk Menjadi Praktisi Data?


Yunika Laurensi

Yunika mengaku sangat bersyukur hidup di zaman sekarang. Ia merasa orang-orang saat ini sudah memiliki pandangan yang lebih terbuka, khususnya tentang kesetaraan gender. Jadi, Yunika sangat merasa tidak dibatasi dalam persoalan karir. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai kesuksesan. 


Gifa Delyani

Baginya, tidak ada bedanya antara perempuan dan laki-laki dalam profesinya sebagai praktisi data. Ia juga tidak merasa ada kesulitan sebagai seorang perempuan yang berkarir di dunia data. Sebab, dalam dunia data yang terutama adalah kemampuan berpikir dengan mengandalkan otak, bukan tenaga. Jadi, yang terpenting adalah kompetensi yang dimiliki.


Baca juga : Kenali Tantangan Terbesar dalam Proses Pengolahan Data


4. Tips untuk Semua Sahabat DQ


Tips Apa Saja Yang Bisa Dibagikan Ke Para Sahabat DQ Yang Ingin Menjadi Praktisi Data?


Yunika Laurensia

Nah, ini ada beberapa tips yang bisa kalian tiru, Sahabat DQ! Bagi Yunika, tidak ada yang lebih utama selain dengan terus belajar dan berlatih. Tentu, akan ada tantangan dan rintangan yang akan kalian lalui. Tapi bagaimana pun itu semua adalah proses, jadi jangan pernah pantang menyerah ya, Sahabat DQ! Yunika yakin, karena setiap kerja keras akan mendatangkan kesempatan, terutama kesempatan untuk berkarir. 


Gifa Delyani

Dalam praktiknya, setiap praktisi data pasti akan bertemu dengan sejumlah kasus permasalahan yang berbeda setiap harinya. Oleh karena itu, jangan pernah berkecil hati ya ketika kita merasa kesulitan menyelesaikannya. Jika merasa stuck, teruslah asah kemampuan dirimu dan bangkitkan kepercayaan diri untuk mulai berkarir!


5. Ayo, Mulai Saatnya Persiapkan Dirimu Berkarir di Dunia Data!

Kini, sudah saatnya laki-laki dan perempuan bersama-sama meraih impian masa depan! Sebagai makhluk hidup, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk bisa memiliki karir di industri data. Kamu bisa memulainya dengan belajar secara mandiri atau memilih tempat belajar yang cocok. DQLab misalnya, platform pembelajaran data science yang satu ini bisa kamu pilih salah satunya. Di DQLab tersedia sejumlah materi pembelajaran dalam bentuk modul yang dikemas unik sederhana. Sehingga memudahkanmu untuk mulai mempelajari data science. Dengan fitur Live Code Editor, kamu akan dibantu memahami setiap isi modul yang kamu pelajari. Jadi, jangan salah pilih tempat belajar ya!


Penulis : Sandi Sabar Rahman

Editor : Annissa Widya Davita

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!