DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 15 Jam : 59 Menit : 51 Detik

Jenis Teknologi Big Data Secara Umum yang Sering Digunakan

Belajar Data Science di Rumah 22-Desember-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/a1a6add94a0d62fa8d3e3ba4f86e98d6_x_Thumbnail800.jpg

Jenis Big Data tentunya memiliki karakteristiknya masing-masing dan menjadi sesuatu yang harus dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Perkembangan big data yang lahir karena semakin canggihnya teknologi menjadi begitu pesat. Big Data bahkan tidak mengenal kata berhenti, setiap hari akan menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar, dan akan terus bertambah setiap harinya seiring dengan bertambahnya pengguna teknologi. IBM bahkan menyatakan bahwa hampir seluruh bisnis di dunia memproduksi sekitar 2,5 triliun bytes setiap harinya, dan hampir 90% dari data tersebut diproduksi hanya dalam waktu dua tahun terakhir.

Mungkin teman-teman sudah sering mendengar istilah big data. Namun apa sih big data itu sebenarnya? Big data pada dasarnya merupakan kumpulan data yang bervolume sangat besar. Saking besarnya, data tersebut tidak dapat diproses menggunakan metode yang sama dengan data - data yang telah ada sebelumnya. Nah, big data itu kemudian terbagi menjadi beberapa jenis. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai jenis - jenis teknologi big data tersebut. Penasaran kan? Yuk, simak terus!

1. Karakteristik Big Data

Sebelum masuk ke jenis dari big data, maka ada baiknya kita memahami karakteristik dari big data itu sendiri. Apa saja sih ciri-ciri dari data yang dapat dikatakan sebagai big data? Ada tiga karakteristik utama dari big data atau yang dikenal dengan 3 V’s of Big Data. Pertama dapat dilihat dari volume data tersebut. Untuk menjadi big data tentunya data tersebut harus memiliki volume yang sangat besar. 

Ciri yang kedua adalah variety atau ragam data. Big data tidak hanya berupa data yang berbentuk angka yang siap diolah, melainkan big data memiliki banyak ragam, yaitu data terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur sama sekali. Ciri yang ketiga adalah velocity atau kecepatan. Big data memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan data yang bervolume kecil. Hal ini bertujuan agar performa dalam pengaksesan big data dapat sama dengan data yang bervolume kecil.

Baca juga : Big Data Analytics : Yuk, Pahami 3 Konsep Wajib Pengolahan Data Bersama DQLab

2. Big Data Operasional

Big Data Operasional merupakan salah satu jenis dari big data yang ada dan banyak dimanfaatkan. Big Data Operasional merupakan sistem yang memiliki kemampuan operasional dalam mengerjakan pekerjaan yang bersifat real time dan interaktif. Dalam menangani pekerjaan-pekerjaan Big Data Operasional, akan lebih mudah dengan database NoSQL seperti halnya database berbasis dokumen yang bisa diaplikasikan ke berbagai tipe aplikasi, database key-value stores, column family stores, dll.

Database NoSQL diciptakan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh database relasional karena database ini lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah dalam peningkatan skala dibandingkan database relasional. Terlebih lagi database ini didesain untuk memanfaatkan keunggulan arsitektur cloud computing. Sehingga hasilnya, perangkat kerja Big Data operasional lebih mudah dikelola, serta dapat diimplementasikan dengan lebih murah dan cepat.

3. Big Data Analytics

Jenis dari teknologi big data lainnya adalah Big Data Analytic. Jenis big data ini merupakan sistem yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan analisis yang kompleks dan retrospektif, dan biasanya menggunakan sebagian besar dari data atau bahkan mungkin menggunakan secara keseluruhan dari data. Jenis big data ini lebih banyak diproses dengan mengimplementasikan sistem database MPP dan MapReduce. Pada dasarnya, Big Data Analytics dan Big Data Operasional bersifat saling melengkapi satu sama lain. Bahkan di beberapa kasus tertentu, keduanya digunakan secara bersamaan.

Baca juga : Belajar Data Science: Simak 3 Manfaat Penerapan Big Data di Berbagai Industri

4. Mulai Terapkan Ilmunya dengan Belajar Data Science bersama DQLab!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi masa kini! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2. Akses module Introduction to Data Science

3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

4. Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Editor : Annissa Widya


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!