MIDYEAR PROMO! Segera Beli Paket Premium Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp. 99.000. DAFTAR

Pakai Kode: DQMIDYEAR. Berakhir 0 Days 7 Jam : 44 Menit : 1 Detik

Kenalan Dengan Rumus Excel Sederhana untuk Analisis Data

Belajar Data Science di Rumah 30-November-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/4a819425020e955c59ac5910129526b4_x_Thumbnail800.jpg

Pernah menggunakan Microsoft Excel dan pernah mengalami kesulitan dalam menentukan rumus excel yang tepat untuk menganalisis data anda ? Atau pernah merasa lelah mencoba mencocokkan ratusan rumus excel yang rumit untuk menganalisis data anda, dan akhirnya anda memutuskan untuk menghitung data secara manual hingga berjam-jam ? Jika anda pernah mengalami hal-hal tersebut, maka rumus excel sederhana untuk analisis data ini cocok untuk anda. Menghitung data secara manual selain menghabiskan banyak waktu hasilnya pun belum tentu akurat. Hasil data yang akurat tentu bisa didapatkan dengan menggunakan rumus excel yang tepat, dan rumus yang tepat tidak harus rumit. Rumus yang sering digunakan terutama untuk analisis data adalah xIF, VLOOKUP dan HLOOKUP, serta Index Match.

Yuk, kenalan dengan rumus excel sederhana yang dapat membantu untuk menganalisis data anda bersama DQLab !

1. Rumus xIF : SUMIF dan COUNTIF

Rumus ini dapat digunakan untuk mencari nilai untuk memenuhi kondisi tertentu. Sedikit berbeda dengan SUM, SUMIF digunakan jika kita perlu menjumlahkan nilai berdasarkan beberapa kriteria. Contohnya, jika kita ingin menentukan jumlah komisi untuk harga properti tertentu. Sementara COUNTIF, hampir sama dengan COUNT, COUNTIF merupakan cara termudah untuk menghitung jumlah instance data yang memenuhi beberapa kriteria. Contohnya, menentukan jumlah produk paling laris dengan menggunakan kolom nama produk.

Baca juga : Rumus Excel : Kenali 3 Rumus Excel Ini Agar Dapat Mengolah Data Dalam Waktu Singkat!

2. Mengeksplor Data dengan VLOOKUP dan HLOOKUP

Kedua fungsi tersebut dapat digunakan untuk mencari data dengan menggunakan referensi data baik secara vertikal (VLOOKUP) atau secara horizontal (HLOOKUP). Yang nantinya, mungkin anda perlu untuk menggabungkan data dari sel manapun di baris yang sama secara bersamaan di satu titik. Misalnya, anda memiliki data nomor kantor cabang dan anda perlu mengetahui karyawan mana yang ada di setiap kantor.

3. Index Match, Alternatif Lain Penggunaan VLOOKUP dan HLOOKUP

Index Match sebagai alternatif dari fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP yang tidak bisa mengambil data dari sisi kiri atau atas. Sementara dalam dunia kerja suatu data itu bersifat fleksibel, yang artinya kita bisa mengambil atau mencari data dari sel dan baris manapun yang kita butuhkan. Index Match inilah solusinya, yaitu suatu kesatuan rumus untuk mencari dan mengindex data secara dinamis.

4. Index Match, Alternatif Lain Penggunaan VLOOKUP dan HLOOKUP

Index Match sebagai alternatif dari fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP yang tidak bisa mengambil data dari sisi kiri atau atas. Sementara dalam dunia kerja suatu data itu bersifat fleksibel, yang artinya kita bisa mengambil atau mencari data dari sel dan baris manapun yang kita butuhkan. Index Match inilah solusinya, yaitu suatu kesatuan rumus untuk mencari dan mengindek data secara dinamis.

 

5. Looping Function dengan IF(COUNTIF())

Tahukah kamu? Bahwa kombinasi antara kedua fungsi IF dengan COUNTIFS akan menghasilkan fungsi COUNT DISTINCT. Pada industrial usage, kamu dapat menggunakan fungsi ini untuk menghitung nilai unik yang ada dalam suatu transaksi. Misalnya seperti ini


no_order

salestotal_order
15.0001
16.0000
27.0001
36.0001


total_order didapatkan akibat implementasi rumusan IF(COUNTIFS(no_order)), Nah, ketika dilakukan pivot, maka jumlah order yang didapatkan hanya terdapat 3 order_total bukan 4 order_total. Begitupun jika kamu ingin mengetahui jumlah customer yang melakukan pembelian kamu bisa menggunakan rumus tersebut. Bisanya rumus ini akan digunakan untuk menggantikan penggunaan fungsi unique COUNT DISTINCT untuk menghitung nilai-nilai unik yang ada pada setiap transaksi yang berjalan. Ketika kamu menggunakan raw data akan banyak sekali hal hal yang harus kamu lakukan perhitungannya. Fungsi pivot excel yang belum memiliki fungsi hitung unik akan menyulitkan kamu dalam mendapatkan nilai real atau nilai yang seharusnya kamu tampilkan. Nah, sebagai gantinya fungsi IF(COUNTIFS()) akan menbghasilkan hal tersebut.


Baca juga : Rumus Excel : Kenali 3 Rumus Excel Ini Agar Dapat Mengolah Data Dalam Waktu Singkat!


Baca juga : Data Science: Belajar Analisa Dat


6. Yuk mulai belajar Analisis Data bersama DQLab!

Tahukah kamu? Menganalisis data statistik dapat kamu pelajari bersama DQLab loh! Sign up sekarang di DQLab.id dan nikmati module GRATIS “Introduction to Data Science” untuk menikmati pengalaman belajar yang seru menyenangkan serta aplikatif pada industri nyata! Kamu bisa membangun portofolio datamu dengan belajar data science di DQLab. 

Untuk kamu yang ingin mulai belajar data science atau siap berkarir jadi Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer, persiapkan diri kamu dengan tepat sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yuk #MulaiBelajarData di DQLab.

Dengan belajar di DQLab, kamu bisa:

  • Menerapkan teknik mengolah data kotor, hasilkan visualisasi data dan model prediksi dengan studi kasus Retail dan Finansial.

  • Dapatkan sesi konsultasi langsung dengan praktisi data lewat data mentoring

  • Bangun portofolio data langsung dari praktisi data Industri

  • Akses Forum DQLab untuk berdiskusi.

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2. Akses module Introduction to Data Science

3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

 

Penulis : Rian Tineges

Editor : Annissa Widya Davita


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!