GIMANA MEMULAI KARIER JADI DATA ANALYST?
Simak caranya di webinar GRATIS dan raih DOORPRIZE menarik!
DAFTAR SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 18 Jam 23 Menit 57 Detik 

Kenali 4 Aplikasi Populer yang Berasal dari Python, Instagram Salah Satunya

Belajar Data Science di Rumah 01-Desember-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/4af5f0b3b26048814aef44a3974dd3d0_x_Thumbnail800.png

Bahasa pemrograman Python merupakan salah satu bahasa pemrograman terpopuler dan terpandang hingga saat ini. Tidak heran jika Python didapuk berkat keberhasilannya yang bisa membius penggunanya akan kelebihannya. Bahasa pemrograman Python ini pertama kali digagas oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991. Hingga kini, Python menjadi bahasa yang tetap bertahan dan kian menunjukkan eksistensinya untuk bisa masuk di berbagai platform. Mulai dari perancangan halaman website, perakitan aplikasi, bawaan wajib bagi para developer, keperluan analisis bagi data scientist dan lain-lain. Tidak dapat dipungkiri apabila Python merupakan sebuah aplikasi yang menjadi kecintaan para developer. Di sisi lain, pengguna Python telah membludak dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini terdapat lebih dari 500 bahasa pemrograman yang sedang dikembangkan dan terus bertambah. Berbagai library-library telah disediakan dan disesuaikan bagi penggunanya dalam keperluan yang bervariasi Tetapi faktanya sebagian besar bahasa ini jarang dikenal atau digunakan di luar lingkungan akademis. Hal ini dikarenakan pengetahuan soal Python masih dinilai kurang bahkan belum familiar bagi masyarakat awam khususnya di bidang data.


Seperti yang kita ketahui ternyata sekarang ini sudah banyak aplikasi-aplikasi berjejeran maupun website yang terkenal. Apalagi kalian pun pastinya juga familiar sebagai pengguna setianya. Mulai dari media sosial Instagram, tontonan favorit kalian serasa di bioskop yaitu Netflix, Youtube, Google, Facebook dan masih banyak lagi dibuat dengan merangkai baris demi baris keterbacaan kode-kode program. Nah, kode tersebut dirangkai menjadi banyak fitur dalam sebuah website sebagai contoh dapat memutar musik, video dan menampilkan foto, tak hanya itu kode tersebut juga dapat memperindah tampilan sebuah website juga loh! Kode-kode yang dirangkai tadi disebut dengan bahasa pemrograman dan bahasa ini tidak hanya satu melainkan banyak, sebagai contoh adalah Python, bahasa ini sering digunakan dan dipelajari karena simple dan mudah dipahami, Python banyak digunakan untuk membuat berbagai macam program, seperti: program CLI, Program GUI (desktop), Aplikasi Mobile, Web, IoT, Game, Program untuk Hacking, dsb. Wah pastinya keren dan berkelas tentunya. Lalu, kira-kira apa saja sih aplikasi-aplikasi yang lahir dari Python? Yuk mari kita jawab rasa penasaran kamu lewat artikel berikut ini ya! Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai aplikasi populer yang lahir dari bahasa pemrograman Python. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, pemula data maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys! 


1. Instagram

Pastinya semua disini sudah ga asing lagi dengan instagram? Jagad sosial media yang satu ini selalu memanjakan mata penggunanya untuk bisa berfoto-foto bersama, membagikan ceritanya di dalam keseharian si penggunanya. Seperti kita ketahui bersama, Instagram telah merevolusi komunikasi visual dan pemasaran digital melalui media foto yang merupakan contoh aplikasi Python. Ada 400 juta pengguna aktif setiap hari, yang tentunya menghilangkan persepsi bahwa aplikasi python tidak terlalu scalable. Insinyur Instagram Hui Ding mengatakan bahwa moto pengembang aplikasi di Instagram adalah "lakukan hal-hal sederhana dulu", yang dapat dilakukan menggunakan Python, karena pengembangan aplikasi Python di Instagram sangat ramah pengguna, sederhana, dan rapi. Selain itu, karena Python sangat populer, tidak sulit mencari developer baru untuk memperluas tim.


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL 


2. Spotify

Siapa sih yang tidak kenal dengan Spotify? Kalian pastinya familiar dong ya. Penyedia layanan musik streaming terbesar di dunia dengan hampir 75 juta pelanggan ternyata menggunakan aplikasi Python sebagai bawaannya. Spotify memanfaatkan Python untuk analisis data dan backend. Di backend Spotify, ada banyak layanan yang berkomunikasi melalui ZeroMQ, yang merupakan framework dan library open source untuk jaringan. Spotify dibuat menggunakan Python dan C++. Alasan Spotify dibuat menggunakan Python dikarenakan Spotify sangat menyukai kecepatan perkembangan jaringan dari Python. Sistem rekomendasi Spotify mengandalkan sejumlah besar analisis data untuk menjelaskan analisisnya, dan Spotify menggunakan Luigi (modul Python yang disinkronkan dengan Hadoop). Modul open source ini menangani satu library dan bekerja dengan library lain, dan dengan cepat menangani error-log.


3. Netflix

Siapa nih yang kerjaannya sehabis kerja selalu marathon netflix? Buruan ngaku deh kalian. Tapi ngomongin soal Netflix, ternyata aplikasi ini juga dibawa dari Python loh sahabat data. Percaya ga percaya kalau rekomendasi genre film yang kalian tonton ternyata secara langsung diatur dengan sistem rekomendasi berupa bantuan Machine Learning sahabat data. Salah satu kegunaan utama Python di aplikasi Netflix adalah Central Alert Gateway Aplikasi RESTful ini akan mengubah rute peringatan dan mengirimkannya ke grup atau individu yang memiliki izin untuk melihat peringatan. Selain itu, aplikasi secara otomatis akan merestart atau menghentikan proses yang dianggap bermasalah. Selain C.A.G, Python juga digunakan dalam aplikasi untuk menelusuri riwayat dan mengubah pengaturan keamanan.


4. Pinterest

Hayoo siapa yang masih ingat dengan aplikasi yang sempat booming di era 2010an. Yap, Pinterest guys! Pinterest termasuk salah satu layanan contoh aplikasi Python yang wajib diikuti. Diluncurkan pada di tahun 2010, Pinterest merupakan jejaring sosial yang menawarkan konsep unik dan berbeda dari layanan serupa lainnya. Di Pinterest, pengguna bisa dengan leluasa mengumpulkan dan membagikan foto tanpa diganggu oleh berbagai batasan yang membatasi. Foto yang dibagikan tidak terbatas pada foto yang Anda unggah, tetapi juga menyertakan foto pengguna lain dan situs web tertentu. Menurut Paul Sciarra selaku Co-Founder Pinterest, mereka menggunakan Python dan Django yang dimodifikasi besar-besaran untuk landasan aplikasinya.


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. Belajar Python Tanpa Install Softwarenya? Tentu Bisa Dong!

Kini Sahabat Data DQLab sudah tidak perlu khawatir lagi. Karena dengan belajar data science di DQLab sekarang tidak perlu install software Python loh. Kamu bisa langsung belajar dari sekarang karena dataset yang telah disediakan sudah sudah terintegrasi dengan live code editor. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id dan lakukan signup untuk dapatkan info-info terbaru serta belajar data science. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik dan cobain berlangganan bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu gratis!


Dapatkan keuntungan-keuntungan yang didapatkan salah satunya tidak perlu install software tambahan. Karena kalian belajar secara langsung terhubung dengan live code editor dari device yang kalian gunakan. Tersedia berbagai macam modul-modul yang terupdate mulai dari free hingga platinum semua dapat diakses jika kamu ingin berlangganan buat akses seluruh modul lengkapnya. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry dan kamu juga diberikan kesempatan mendapatkan job connector dari perusahaan ternama di ranah industri data. Uniknya kamu bisa langsung apply dari akun kamu loh. So, tunggu apalagi, buruan SIGNUP Sekarang ya!


Penulis: Reyvan Maulid


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!