⚡10.10 PROMO JUMBO! DISKON 98%⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 10 Jam 41 Menit 26 Detik

Kenali Pengertian, Fungsi, dan Cara Membaca Hasil Uji Shapiro-Wilk

Belajar Data Science di Rumah 29-Oktober-2026
https://dqlab.deemka.com/cache/7816c6eb6ca7e17dab640bcb8376df01_size800x0_d48c73e8d0c4.png

Uji Shapiro-Wilk adalah salah satu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu kumpulan data mengikuti distribusi normal. Pengujian ini sering digunakan dalam penelitian kuantitatif, terutama ketika peneliti perlu memeriksa asumsi normalitas sebelum melakukan analisis statistik tertentu.

Memahami uji Shapiro-Wilk penting agar peneliti dapat memilih metode analisis yang sesuai dan menginterpretasikan hasil pengujian dengan tepat. Lalu, apa fungsi uji Shapiro-Wilk, bagaimana cara melakukannya, dan bagaimana cara membaca hasilnya? Simak penjelasan berikut sahabat DQLab!

1. Apa itu Uji Shapiro-Wilk?

Uji Shapiro-Wilk adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji ini diperkenalkan oleh Samuel Shapiro dan Martin Wilk pada tahun 1965 dan banyak digunakan dalam analisis data penelitian. Dalam pengujian ini, peneliti biasanya memperhatikan nilai statistik W dan nilai signifikansi (p-value) untuk menentukan apakah terdapat bukti statistik yang menunjukkan penyimpangan dari distribusi normal. Secara umum, hipotesis yang digunakan adalah:

  • H0 (hipotesis nol): Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

  • Ha (hipotesis alternatif): Data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Keputusan pengujian ditentukan dengan membandingkan nilai p-value dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan.


Baca Juga: Portofolio Sudah Banyak, Apakah Kompetensi Content Creator BNSP Bisa Dibuktikan?


2. Fungsi Uji Shapiro-Wilk

Uji Shapiro-Wilk memiliki beberapa fungsi penting dalam proses analisis data, di antaranya:

  • Menguji normalitas data: Fungsi utama uji Shapiro-Wilk adalah menilai apakah data memiliki penyimpangan yang signifikan dari distribusi normal. Hasilnya membantu peneliti memahami karakteristik distribusi data sebelum melanjutkan analisis.

  • Memeriksa asumsi analisis statistik: Sejumlah metode statistik parametrik memiliki asumsi yang berkaitan dengan distribusi normal. Uji Shapiro-Wilk dapat digunakan untuk memeriksa asumsi tersebut, terutama normalitas residual dalam model regresi atau data yang relevan pada analisis tertentu. Perlu diperhatikan bahwa asumsi normalitas berbeda-beda menurut metode analisis. Sebagai contoh, pada uji t berpasangan, yang diperiksa adalah distribusi selisih antar pasangan, bukan normalitas masing-masing variabel secara terpisah.

  • Membantu menentukan metode analisis: Hasil uji normalitas dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih metode analisis statistik. Jika asumsi normalitas tidak terpenuhi, peneliti dapat mempertimbangkan transformasi data, metode yang lebih sesuai dengan distribusi data atau pendekatan nonparameterik. Namun, keputusan tersebut tidak semestinya didasarkan pada hasil satu uji statistik. Bentuk distribusi, pencilan (outlier), ukuran sampel, dan tujuan analisis juga perlu diperhatikan.


3. Cara Melakukan Uji Shapiro-Wilk

Uji Shapiro-Wilk dapat dilakukan menggunakan berbagai perangkat lunak statistik, seperti SPSS, R, dan Python. Berikut tahapan umum yang dapat diterapkan:

  • Siapkan data penelitian. Pastikan data sudah diperiksa dari kesalahan input dan nilai yang tidak sesuai.

  • Tentukan variabel yang akan diuji. Pilih data atau residual yang relevan dengan asumsi normalitas metode analisis.

  • Jalankan uji Shapiro-Wilk. Gunakan perangkat lunak statistik yang tersedia.

  • Periksa nilai signifikansi. Bandingkan p-value dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan (misalnya 0,05).

  • Interpretasikan hasil. Tentukan apakah terdapat bukti statistik yang cukup untuk menolak hipotesis bahwa data berasal dari populasi berdistribusi normal.

Selain uji statistik, peneliti sebaiknya memeriksa histogram atau Q-Q plot untuk memperoleh gambaran tambahan mengenai distribusi data.


4. Cara Membaca Hasil Uji Shapiro-Wilk

Hasil uji Shapiro-Wilk umumnya menampilkan nilai statistik W dan nilai signifikan atau p-value. Nilai p-value menjadi dasar pengambilan keputusan statistik pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan. Berikut pedoman interpretasi jika menggunakan tingkat signifikansi 0,05.

Nilai signifikansi

(p-value)

Keputusan statistikInterpretasi
Lebih dari 0,05Tidak menolak H₀Tidak terdapat bukti statistik yang cukup untuk menyatakan data menyimpang dari distribusi normal.
Sama dengan atau kurang dari 0,05Menolak H₀Terdapat bukti statistik bahwa data menyimpang dari distribusi normal.

Penting untuk diketahui bahwa hasil tidak signifikan bukan berarti normalitas telah terbukti. Hasil tersebut hanya menunjukkan bahwa pengujian belum menemukan bukti yang cukup untuk menolak hipotesis nol.


Baca Juga: Pengaruh Belum Tentu Kausal, Terus Bedanya di Mana?


5. Contoh Interpretasi Uji Shapiro-Wilk

Misalnya, seorang peneliti melakukan uji Shapiro-Wilk terhadap data nilai ujian 30 mahasiswa dan memperoleh hasil berikut:

KomponenHasil
Statistik W0,972
Signifikansi (p-value)0,428
Tingkat signifikansi0,05

Karena nilai p-value sebesar 0,428 lebih besar daripada 0,05, peneliti tidak menolak hipotesis nol. Artinya, tidak terdapat bukti statistik yang cukup untuk menyatakan bahwa data nilai ujian tersebut menyimpang dari distribusi normal. Sebaliknya, apabila hasil pengujian menunjukkan p-value sebesar 0,012, nilainya lebih kecil daripada 0,05. Peneliti akan menolak hipotesis nol karena terdapat bukti statistik bahwa data menyimpang dari distribusi normal.

Uji Shapiro-Wilk merupakan metode statistik yang digunakan untuk menilai apakah data memiliki penyimpangan yang signifikan dari distribusi normal. Pengujian ini membantu peneliti memeriksa asumsi normalitas sebelum melakukan analisis statistik tertentu. Cara membaca hasilnya relatif sederhana, yaitu membandingkan p-value dengan tingkat signifikansi. Jika p-value sama dengan atau lebih kecil dari 0,05, hipotesis nol ditolak. Meski demikian, hasil pengujian tetap perlu dilengkapi dengan pemeriksaan grafik dan pemahaman terhadap asumsi metode analisis yang digunakan.


FAQ

1. Apa fungsi utama uji Shapiro-Wilk?

Fungsi utamanya adalah menguji hipotesis bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasilnya dapat membantu peneliti mengevaluasi asumsi normalitas dalam analisis statistik.

2. Kapan data dikatakan normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk?

Pada tingkat signifikansi 0,05, jika p-value lebih besar dari 0,05, hipotesis nol tidak ditolak. Hasil ini berarti belum terdapat bukti statistik yang cukup untuk menyatakan data menyimpang dari distribusi normal, bukan membuktikan bahwa data pasti normal.

3. Apakah uji Shapiro-Wilk bisa dilakukan di SPSS?

Ya. Uji Shapiro-Wilk tersedia di SPSS melalui menu Explore pada bagian Descriptive Statistics. Hasilnya dapat dilihat pada tabel Tests of Normality, di kolom Shapiro-Wilk, termasuk nilai statistik dan signifikansinya.


Kalau kamu tertarik untuk berkarir sebagai Data Analyst yang menguasai teknik Data Cleaning secara handal, ini adalah saat yang tepat! Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi?

Jadi, tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python sekarang juga!


Penulis: Reyvan Maulid

Uji Shapiro-Wilk adalah metode statistik untuk menguji normalitas data sebelum melakukan analisis tertentu. Pelajari pengertian, fungsi, langkah pengujian, dan cara membaca nilai signifikansi (p-value) untuk menentukan apakah terdapat bukti penyimpangan dari distribusi normal. Pahami pula keterbatasan uji agar interpretasi hasil penelitian lebih tepat.


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini