[LAST DAY] MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 1 Jam 27 Menit 7 Detik 

Intip, Kiat Memilih Metode Pengumpulan Data Sekunder

Belajar Data Science di Rumah 17-April-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/34effd7376a20d34a3685f7dc1761493_x_Thumbnail800.jpeg

Memahami metode pengumpulan data sekunder adalah salah satu komponen penting dalam proses penelitian. Karena jika kita sampai salah memilih atau menerapkannya bisa terjadi kesalahan ketika proses analisis data sehingga kemungkinan memiliki tingkat akurasi data yang rendah sangat besar. Metode pengumpulan data sekunder yang bisa kamu coba antara lain adalah dengan studi literatur. Meskipun metode studi literatur terdengar kuno tapi, saat kamu melakukan penelitian atau penyusunan skripsi pasti selalu menggunakan metode ini. Selain itu, kita bisa mengumpulkan data dari arsip pemerintah maupun non pemerintah, serta di era serba digital kita juga bisa mendapatkan data dengan berselancar di internet.


Jika kita memiliki waktu banyak memang sangat baik bila menggunakan beberapa metode pengumpulan data sekunder yang sudah disebutkan tadi. Tapi, apakah kita mau menghabiskan waktu banyak untuk proses pengumpulan data saja ? Sepertinya tidak mungkin, mengingat kita juga harus memaksimalkan waktu pada proses lainnya seperti proses analisis data. Untuk itu, artikel ini akan merangkum 3 kiat memilih metode pengumpulan data sekunder yang bisa kamu terapkan dalam penelitian kamu.

1. Pahami Objek Penelitian

Kiat yang pertama adalah kita harus memahami tentang objek penelitian atau problem yang sedang ingin kamu pecahkan terlebih dahulu. Mulai dari latar belakang penelitian, rumusan masalah, workflownya seperti apa. Memahami latar belakang penelitian merupakan elemen kunci sebagai langkah awal untuk memahami secara pasti alasan penelitian tersebut dilakukan. Setelah itu akan lahir rumusan masalah dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus mulai dengan pemahaman yang lengkap mengenai kebutuhan administratif terhadap pemahaman baru dan suatu spesifikasi eksplisit dari tujuan penelitian yang dilakukan. Setelah itu, kita bisa melihat gambaran alur kerja penelitian ini seperti apa sehingga kita bisa melihat juga metode pengumpulan data sekunder yang paling tepat.


Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data

2. Hasil yang Diharapkan dari Penelitian

Alasan kita melakukan sebuah penelitian adalah untuk memecahkan suatu permasalahan yang terjadi dengan menerapkan bidang keilmuan yang sedang kita geluti, semisal jika kamu mendalami bidang Data Mining kamu akan memecahkan permasalahan dengan menganut kaidah-kaidah bidang yang kamu dalami tersebut. Setelah memahami dengan baik tentang objek penelitian, kita juga harus mengidentifikasi bagaimana dan seperti apa output yang kita harapkan dari penelitian ini. Kita bisa membuat sebuah mind map yang menjabarkan tujuan-tujuan spesifik terkait objek penelitian kita dengan begitu kita dapat memikirkan metode pengumpulan data apa yang cocok agar dapat mencapai hasil atau output yang kita harapkan.

3. Jenis Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen adalah suatu alat untuk melakukan evaluasi agar dapat memperoleh data tentang sesuatu yang kita teliti, dan hasil yang diperoleh memiliki tolak ukur standar yang telah kita tentukan sebelumnya. Pada dasarnya instrumen pengumpulan data memiliki ketergantungan dengan data-data yang dibutuhkan oleh karena itulah biasanya setiap penelitian memilih instrumen yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setelah kita memahami tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah, menjabarkan tujuan dan output yang diharapkan serta workflow yang akan kita lakukan pada penelitian kita maka, kita perlu memahami jenis instrumen dalam pengumpulan data ini. 


Ketika kita telah melakukan pengumpulan data primer, dan merasa data yang kita miliki masih kurang cukup biasanya akan melakukan pengumpulan data sekunder. Itu artinya, sebelumnya kita telah memiliki gambaran tentang jumlah sampel dan populasi data yang kita miliki tersebut. Maka dari itu, kita tinggal memutuskan instrumen pengumpulan data mana yang kita butuhkan pada penelitian ini. Menurut Mulyasa, jenis instrumen pengumpulan data dibagi menjadi 2 yaitu tes, dan non-tes.

Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif


4. Yuk, TEMUKAN SUMBER DATA UNTUK BANGUN PORTFOLIO GRATIS DI DQLAB SELAMA 1 BULAN!

Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi dibawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher 

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi. 

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.

Penulis: Rian Tineges

Editor: Annissa Widya Davita


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!