Kisah Ethan Raih 2 Offering Setelah Lulus Bootcamp & Sertifikasi DQLab
“Kadang, yang bikin seseorang belum mulai bukan karena nggak bisa, tapi karena takut nggak akan bisa,”
Perasaan tersebut juga pernah dirasakan oleh Arzaniel Ethan Martosiswoyo, lulusan Ilmu Komputer dari Universitas Pendidikan Indonesia. Sebelum mendalami Data Analytics, Ethan mengaku masih cukup awam dengan dunia komputer dan data.
Namun, ketika melihat semakin banyaknya kebutuhan skill di bidang IT, ia mulai mencari cara untuk belajar dan menemukan bidang yang ingin didalami.
“Mungkin nggak ada kata terlambat buat belajar,” jelas Ethan.
Berawal dari rasa penasaran, Ethan pun mulai membangun skill Data Analytics dari basic dan mencari pengalaman belajar yang bisa membantunya berkembang.
1. Berawal dari Skripsi, Ethan Mulai Menapaki Dunia Data
Ketertarikan Ethan terhadap data sebenarnya berawal dari skripsi. Ia berdiskusi dengan dosen mengenai topik yang cocok untuk dikerjakan. Saat mulai mencari bidang yang ingin didalami, Ethan juga mencari cara belajar yang bisa membantunya membangun fondasi secara bertahap.
Dari diskusi tersebut, ia kemudian mengambil topik yang berkaitan dengan data.
“Dari situ skripsi aku temanya data dan aku mulai dalami tentang data,” kata Ethan
Setelah mulai mengenal data lewat skripsi, Ethan pun mulai mencari berbagai cara untuk mengembangkan kemampuannya. Ia sempat mencoba beberapa sertifikasi gratis seperti IBM dan Cisco, hingga kemudian mendapatkan rekomendasi dari temannya mengenai Sertifikasi BNSP.
Awalnya, Ethan bahkan belum mengenal DQLab. Ia lebih dulu melakukan riset mengenai sertifikasi BNSP dan berbagai program pembelajaran yang tersedia. Hingga akhirnya ia menemukan program Bootcamp DQLab yang dipadukan dengan Sertifikasi BNSP Data Analyst.
“Nah, aku menemukan informasi tentang DQLab. Aku lihat ada program bootcamp selama hampir dua bulan yang sekaligus dilanjutkan dengan sertifikasi BNSP. Format belajarnya juga sesuai dengan yang aku cari, dan setelah aku lihat-lihat lagi, ternyata programnya masih cukup sesuai dengan budget yang aku punya,” ungkap Ethan
2. Takut Nggak Bisa, Tapi Tetap Berani Coba
Memulai dari basic membuat Ethan menyadari bahwa proses belajar nggak selalu langsung terasa mudah. Salah satu hal yang sempat membuatnya stuck justru rasa takut nggak bisa.
Namun, bagi Ethan, rasa takut tersebut bukan alasan untuk berhenti. Ia memilih belajar sedikit demi sedikit dan terus mencoba memahami materi.
“Kalau misalkan niat untuk belajar, sedikit-sedikit, one step one step pastinya akan ada hasilnya juga,” ujar Ethan
Sebelum mengikuti Bootcamp DQLab, Ethan sebenarnya sudah sempat mencoba beberapa bootcamp dan course lain. Namun, ia merasa pengalaman belajar sebelumnya lebih banyak berpusat pada kelas online, presentasi, dan sesi tanya jawab yang terbatas.
Di DQLab, ia menemukan pengalaman belajar yang berbeda. Materi nggak hanya dijelaskan, tetapi langsung dipraktikkan lewat hands-on. Ketika ada bagian yang belum dipahami, Ethan juga bisa langsung bertanya kepada mentor selama sesi berlangsung.
“Selama sesi hands-on atau selama sesi Zoom itu kita bener-bener bebas. Kalau kita ada yang nggak dipahami, kita bisa langsung tanyain ke kakak-kakak mentornya,” tutur Ethan
Kesempatan untuk bertanya dan mendapatkan feedback secara langsung membantu Ethan memahami materi dengan lebih baik.
“Jadi buat teman-teman yang masih bingung, di DQLab ini yang bener-bener aku rasakan itu bener-bener dibimbing, dibantu untuk bener-bener paham,” imbuhnya
Dari pengalaman tersebut, proses belajar Ethan nggak lagi sekadar memahami materi. Ia mulai berani mencoba dan mengerjakan sesuatu secara langsung, salah satunya lewat project yang kemudian membawanya semakin dekat dengan dunia Data Analyst.
3. Dari Raw Data Jadi Project yang Bisa Dipakai
Setelah mulai terbiasa belajar lewat hands-on, Ethan tidak berhenti pada latihan selama bootcamp. Ia mulai menerapkan skill yang dipelajari ke dalam project yang lebih konkret, salah satunya menggunakan data dari API Shopee.
Prosesnya dimulai dari scraping data, mengolah raw data yang didapatkan, kemudian menyusunnya menjadi sebuah dashboard.
Ethan mengolah data untuk melihat berbagai informasi yang bisa membantu perusahaan memahami aktivitas penjualan mereka. Di dalam dashboard tersebut terdapat beberapa informasi seperti KPI, produk yang paling banyak dibeli, waktu checkout pelanggan, hingga waktu yang berpotensi digunakan untuk campaign dan Shopee Live.
Project tersebut kemudian ia presentasikan kepada tim sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor produk tas atau backpack.
“Itu aku sampai presentasikan ke tim export-nya dan mereka approve dan kepake. Soalnya dari dashboard yang aku bikin bisa ngasilihin insight business,” jelas Ethan
Dashboard yang dibuat Ethan pun nggak berhenti sebagai portfolio project. Menurut Ethan, dashboard tersebut kemudian digunakan untuk membantu perusahaan melihat insight bisnis.
Melalui data tersebut, perusahaan bisa melihat produk mana yang memiliki performa tinggi, kapan pelanggan banyak melakukan checkout, serta waktu yang dapat dipertimbangkan untuk aktivitas campaign dan Shopee Live.
Pengalaman ini juga membuat Ethan mulai memahami bagaimana skill Data Analytics diterapkan dalam konteks bisnis. Data yang awalnya masih mentah diolah menjadi informasi yang bisa digunakan untuk membantu perusahaan mengambil insight.
“Dari situ aku jadi paham sih role sebagai Data Analyst itu apa sih. Ngolah data tuh gimana, pakai Google Query gimana, pakai Looker gimana,” tambah Ethan
Kurang lebih, proses yang ia jalani adalah:
Raw Data → Data Processing → Dashboard → Business Insight
Hal tersebut juga menjadi salah satu bagian yang paling Ethan sukai dari belajar data.
“Dari raw data yang belum terstruktur, masih mentah, aku rapihin jadi sebuah dashboard yang bisa dipakai untuk perusahaan atau menghasilkan bisnis buat sebuah perusahaan. Itu aku seneng banget bikin itu,” kata Ethan
Project tersebut akhirnya bukan cuma menjadi hasil latihan selama bootcamp. Ethan membawanya lebih jauh lagi hingga menjadi bagian dari proses sertifikasi dan recruitment.
4. Saat Project Data Mulai Jadi Bekal Karier

Salah satu hal yang membuat hasil belajar Ethan menjadi lebih bermakna adalah bagaimana project tersebut terus ia gunakan di berbagai tahap setelah bootcamp. Project yang sebelumnya ia kerjakan selama bootcamp dipresentasikan kembali saat mengikuti ujian sertifikasi.
“Kalau kita ikutin bootcamp-nya sampai beres, di akhir bootcamp itu ada tugas akhirnya bikin portfolio project. Itu bisa dipresentasiin saat ujian, dan aku pun waktu ujian nge-presentasiin project yang aku kerjain selama bootcamp,” tuturnya
Setelah mendapatkan sertifikasi, Ethan kemudian mencantumkan sertifikasi dan project tersebut di beberapa platform seperti LinkedIn, CV, dan Jobstreet.
Bekal tersebut akhirnya ikut terbawa ketika ia mulai aktif mencari pekerjaan. Dalam beberapa proses interview, recruiter juga mulai menanyakan mengenai sertifikasi dan project yang tercantum di profilnya.
Salah satu pengalaman yang cukup konkret terjadi ketika Ethan mengikuti proses interview di CIMB. Dalam proses tersebut, Ethan diminta melakukan hands-on secara langsung melalui screen sharing, termasuk menunjukkan proses scraping data.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa project yang dikerjakan Ethan bukan sekadar sesuatu untuk ditampilkan di portfolio. Skill yang dipelajari dan dipraktikkan selama bootcamp justru kembali ia gunakan ketika menghadapi proses recruitment.
“Sekarang setelah aku sudah punya sertifikasi BNSP dan keahlian atau skill Data, itu benar-benar jual lebih di mata perusahaan,” jelas Ethan
Setelah melewati berbagai proses tersebut, Ethan kemudian mendapatkan beberapa opportunity kerja.
5. Sebulan Setelah Sidang, Ethan Raih 2 Offering
Sidang selesai, Ethan langsung melanjutkan langkah berikutnya: mencari peluang kerja.
Setelah menyelesaikan sidangnya pada Agustus 2026, ia mulai aktif mencari peluang kerja dan mengikuti berbagai proses recruitment. Hasilnya? Sekitar satu bulan kemudian, dua offering sudah ia dapatkan.
Salah satu proses recruitment yang ia jalani adalah dengan CIMB untuk posisi yang berkaitan dengan Data Analyst. Sementara itu, opportunity lainnya datang dari PT Robot Metrix Indonesia, tempat Ethan akhirnya memilih untuk bergabung.
Di PT Robot Metrix Indonesia, Ethan mengambil role di bidang Data Collection yang berkaitan dengan Data dan AI. Pekerjaannya berhubungan dengan pengumpulan data untuk mendukung pengembangan teknologi AI dan robotika.
Pengalaman tersebut membuat Ethan melihat bahwa skill yang dipelajarinya selama bootcamp nggak berhenti di kelas. Skill tersebut ikut ia bawa ketika masuk ke proses recruitment dan menghadapi berbagai kebutuhan teknis selama interview.
Sebelum mengikuti bootcamp dan sertifikasi, Ethan sendiri mengaku belum menyadari seberapa pentingnya skill Data Analytics. Kini, ia justru melihat skill tersebut sebagai sesuatu yang bisa digunakan untuk menunjukkan kemampuan secara nyata, bukan sekadar mencantumkan skill di CV.
Kalau melihat perjalanan Ethan, mungkin memang nggak harus menunggu sampai merasa siap.
Ia memulai dari skripsi, belajar dari basic, sempat merasa takut nggak bisa, lalu terus mencoba lewat berbagai course hingga akhirnya menemukan cara belajar yang cocok di DQLab.
Dari sana, ia nggak hanya mendapatkan pengetahuan, tapi juga menghasilkan project yang bisa dibawa ke sertifikasi hingga proses recruitment.
Bagi Ethan, proses tersebut mengajarkan satu hal penting: jangan takut bertanya dan jangan takut membuat kesalahan ketika belajar.
“Jangan pernah malu untuk bertanya, jangan pernah malu membuat salah ketika belajar. Karena kita akan belajar dari kesalahan dan kita akan selalu mendevelop diri kita melalui kesalahan yang kita buat,” ucapnya
Kalau Sahabat DQ juga sedang membangun fondasi untuk masuk ke dunia Data Analyst, prosesnya bisa dimulai dari belajar, banyak praktik, dan membuktikan skill lewat project.
Mau belajar sekaligus mempersiapkan validasi kompetensi Data Analyst? Mulai dari Bundle Bootcamp & Sertifikasi BNSP Data Analyst sekarang!
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
