Kisah Semangat Muda “Dyah” Ibu Rumah Tangga yang Ingin Berkarir Sebagai “Praktisi Data”

Belajar Data Science 11-Januari-2020

“Kedepannya saya berencana untuk bekerja kembali sih, ternyata lulusan matematika banyak berhubungan dengan Data Science, disitu saya tertarik.” Ujar Dyah Rosita, Ibu Rumah Tangga.

Dyah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak, mengaku memiliki ketertarikan dengan dunia data dan ternyata memiliki keberanian tinggi menantang dirinya dalam mengembangkan skill matematika saat duduk di bangku perkuliahan dahulu. 

Wanita yang pernah bekerja dengan jobdesk sebagai pengolah data sales ini, memiliki keinginan tinggi untuk mulai berkarya di bidang data, kira-kira apa saja ya alasannya?

1. Profesi Populer Zaman Sekarang

Dengan latar pendidikan Matematika, bekal ini membawa Dyah untuk melangkah pada dunia data lebih jauh lagi. Merasa tertantang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan matematika, Dyah mengaku profesi praktisi data kini sedang populer di tren abad ini.

“Untuk lulusan matematika kebanyakan berhubungan dengan Data Science, dan ternyata menarik sekali pekerjaannya, mengolah data, menganalisa data, visualisasi data, menceritakan data, menurut saya ini mathematician banget.” Ungkapnya. 


2. Belajar Pemrograman Data

“Tapi saya sama sekali nggak kenal sama bahasa pemrogramannya, katanya Data Science kebanyakan pakai R dan Python, dilengkapi dengan SQL.” Ujar Dyah.

“Sedangkan saya cuma bisa Visual Basic.” Tambahnya.

Dalam mengolah data menggunakan coding tentunya membutuhkan keahlian dari segi skill pemrograman data. Dengan demikian pengolahan data pun akan lebih mudah dan akurat. Dyah mengaku keterampilannya dalam pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman masih harus lebih dikembangkan lagi guna mengenal lebih banyak bahasa pemrograman lainnya. 

3. Membangun portofolio Lewat Kursus

Keinginannya yang tinggi membawa Dyah mengulik lebih banyak pekerjaan yang berkaitan dengan matematika, tak disangka ia pun mengambil kursus online untuk memperdalam skill nya di bidang data. 

“Ketika browsing di internet, saya akhirnya ketemu DQLab, dan coba2 module free-nya, begitu nyoba, langsung jatuh hati, karena interface nya yang menarik.” Tutur Dyah.

“Jadi di dalam 1 window sudah ada modul pelajaran dan untuk input koding yang sedang dipelajari juga, jadi nggak perlu ribet buka tutup layar windows kalau mau mencoba koding yang sedang dipelajari.”

Membuka peluang dengan mengikuti job connector merupakan salah satu langkah tepat Dyah untuk mengasah potensinya dalam mengolah data. Dyah memberanikan diri untuk mengikuti challenge dengan menguasai skill dasar yaitu pengolahan data menggunakan Excel.

“Kemarin sempat ikut challenge nya juga karena requirement nya harus menguasai Excel, kebetulan dulu waktu kerja 5 tahun lalu, pakai excel untuk mengolah data dan ternyata masih ingat dan yang nggak disangka bisa ikutan job connectornya sebagai assistant trainer.

Ibu Rumah Tangga Saja ingin Beralih Profesi, Kini Saatnya Dirimu! 

Belajar data merupakan salah satu peluang besar untuk kamu memulai karir di suatu industri. Melihat kebutuhan praktisi data kian hari kian meningkat, tak pandang latar belakang dan umur Dyah pun mampu membuktikan kemampuannya untuk belajar di bidang data!

Bersama DQLab kini saatnya dirimu unjuk gigi dan mengasah keterampilanmu dalam dunia data! DQLab sedang menggelar kompetisi data yaitu DQLab Data Champion dimana kamu bisa mengukur skill kamu dengan berkompetisi di bidang Data Engineer, Data Analyst dan Data Scientist. Selain berkesempatan membangun portofolio kamu juga berskempatan langsung bertemu praktisi data guna membangun relasi yang baik untuk memulai karir.

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!