âš¡[HARI TERAKHIR] 9.9 BIG SALE! DISKON 98%âš¡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 0 Jam 24 Menit 42 Detik

Kursus Data Analyst : Yuk, Belajar bersama DQLab

Belajar Data Science di Rumah 28-Agustus-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b9464782d404ee17edf9cfaaed89400b_x_Thumbnail800.jpeg

Data Analyst menjadi salah satu pilihan karier yang menarik karena semakin banyak perusahaan membutuhkan orang yang bisa mengolah data menjadi insight.

Namun, buat kamu yang baru mulai, banyaknya tools dan skill yang perlu dipelajari bisa bikin bingung harus mulai dari mana.

Mengikuti kursus Data Analyst bisa menjadi salah satu cara untuk membuat proses belajar lebih terarah.

Tapi, apa saja yang sebenarnya dipelajari dan bagaimana cara memilih kursus yang sesuai dengan kebutuhanmu?

Yuk, cari tahu sekaligus kenalan dengan pilihan belajar Data Analyst bersama DQLab!

1. Apa yang Dipelajari dalam Kursus Data Analyst?

Kursus Data Analyst umumnya nggak hanya membahas cara membaca angka, tetapi juga proses mengolah data sampai menghasilkan insight. Materinya bisa mencakup Excel, SQL, Python, statistik, data visualization, hingga data storytelling yang digunakan dalam berbagai tahap analisis.

Selain teori, kursus yang baik biasanya memberikan kesempatan untuk praktik menggunakan dataset atau studi kasus. Dengan begitu, kamu bisa memahami bagaimana skill yang dipelajari diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan data, bukan sekadar menghafalkan syntax atau rumus.

2. Kenapa Perlu Mengikuti Kursus Data Analyst?

Belajar Data Analyst secara mandiri memang memungkinkan, tetapi kamu mungkin akan menemukan banyak materi yang membuat proses belajar terasa kurang terarah. Kursus dapat membantu kamu mengikuti learning path yang sudah disusun berdasarkan skill yang perlu dikuasai.

Selain itu, adanya latihan dan studi kasus bisa membuat kamu lebih terbiasa menghadapi data. Proses ini juga membantu kamu mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan skill apa yang masih perlu dikembangkan sebelum mulai mencari peluang kerja sebagai Data Analyst.

3. Bagaimana Memilih Kursus Data Analyst yang Tepat?

Jangan hanya memilih kursus berdasarkan jumlah materi atau tools yang ditawarkan. Kamu juga perlu melihat apakah materi tersebut sesuai dengan level kemampuanmu dan apakah ada kesempatan untuk praktik, mengerjakan project, serta membangun portfolio.

Kalau masih pemula, pilih kursus yang membahas fundamental secara bertahap dan nggak langsung masuk ke materi yang terlalu advanced. Pastikan juga metode belajarnya sesuai dengan kebutuhanmu, misalnya dari segi fleksibilitas waktu, bentuk latihan, hingga dukungan selama proses belajar.

4. Skill yang Perlu Dikuasai untuk Menjadi Data Analyst

Menjadi Data Analyst membutuhkan kombinasi skill teknis dan nonteknis. Kamu nggak harus menguasai semuanya dalam satu waktu, tetapi bisa mempelajarinya secara bertahap sesuai prioritas.

  • Excel: Mengolah dan menganalisis data dasar

  • SQL: Mengambil dan mengolah data dari database

  • Python: Data cleaning dan analisis data

  • Statistik: Memahami pola dan hasil analisis

  • Data visualization: Menyajikan data dalam bentuk visual

  • Data storytelling: Menjelaskan insight dengan lebih mudah

  • Business understanding: Menghubungkan analisis dengan kebutuhan bisnis

Dari berbagai skill tersebut, SQL dan Python bisa menjadi dua kemampuan teknis yang menarik untuk mulai dipelajari. SQL membantu kamu mengambil data dari database, sedangkan Python dapat digunakan untuk mengolah dan menganalisis data lebih lanjut.

5. Belajar Data Analyst Bersama DQLab

Kalau kamu sudah tahu skill apa saja yang perlu dipelajari, langkah berikutnya adalah menentukan cara belajar yang paling sesuai.

Salah satunya dengan mengikuti program yang memiliki learning path sehingga kamu bisa mempelajari materi secara bertahap tanpa perlu bingung menentukan urutan belajarnya.

DQLab menyediakan pilihan pembelajaran yang bisa kamu pertimbangkan jika ingin memperkuat fundamental Data Analyst.

Salah satunya adalah Bootcamp Data Analyst with Python and SQL DQLab, yang berfokus pada kemampuan Python dan SQL sebagai bagian penting dalam proses analisis data.

Pembelajaran yang terarah juga bisa membantu kamu lebih konsisten dalam berlatih. Jadi, daripada mencoba mempelajari terlalu banyak tools sekaligus, kamu bisa membangun fundamental terlebih dahulu sebelum beranjak ke skill yang lebih kompleks.

6. Tips Belajar Data Analyst untuk Pemula

Kalau baru mulai, jangan merasa harus langsung menguasai semua tools yang digunakan Data Analyst.

Fokus dulu pada fundamental seperti Excel, SQL, statistik dasar, dan Python, kemudian tingkatkan kemampuan secara bertahap setelah memahami konsep dasarnya.

Selain membaca materi, luangkan waktu untuk mengerjakan latihan dan studi kasus. Semakin sering kamu berhadapan dengan data, semakin terbiasa pula kamu mencari pola, menemukan masalah dalam data, dan menentukan pendekatan analisis yang sesuai.

Kamu juga bisa menetapkan target belajar yang realistis. Misalnya, menyelesaikan satu materi atau satu latihan setiap hari, lalu secara bertahap mengumpulkan hasil project tersebut untuk dijadikan portfolio.

7. Siapkan Portfolio untuk Mendukung Karier Data Analyst

Portfolio dapat menjadi cara untuk menunjukkan kemampuanmu kepada recruiter atau calon pengguna jasa.

Daripada hanya mencantumkan bahwa kamu bisa SQL atau Python di CV, kamu bisa menunjukkan contoh project yang membuktikan bagaimana skill tersebut digunakan.

Saat membuat portfolio, pilih project yang memiliki alur jelas, mulai dari data cleaning, analisis, visualisasi, hingga insight dan rekomendasi. Kamu juga bisa menggunakan dataset dengan kasus yang realistis, misalnya analisis penjualan, customer behavior, atau performa bisnis.

Yang penting, jangan hanya menunjukkan hasil akhirnya. Jelaskan juga proses berpikir di balik analisis tersebut supaya orang yang melihat portfolio bisa memahami bagaimana kamu menggunakan data untuk menjawab sebuah permasalahan.

Kursus Data Analyst bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mempelajari skill data secara lebih terstruktur. Mulai dari Excel, SQL, Python, statistik, hingga data visualization, setiap skill memiliki peran dalam membantu Data Analyst mengubah data menjadi insight yang berguna.

Kalau kamu masih pemula, nggak perlu terburu-buru menguasai semuanya sekaligus. Bangun fundamental terlebih dahulu, rutin berlatih dengan studi kasus, lalu dokumentasikan project yang kamu kerjakan sebagai portfolio.

Untuk kamu yang ingin memperkuat SQL dan Python sebagai fondasi Data Analyst, kamu bisa mulai mengeksplorasi Bootcamp Data Analyst with Python and SQL dari DQLab sekarang juga!

FAQ

1. Apa saja yang dipelajari dalam kursus Data Analyst?

Umumnya, kamu akan mempelajari pengolahan data, SQL, Python, statistik dasar, visualisasi data, dan cara menyampaikan insight. Beberapa kursus juga menyediakan latihan, studi kasus, dan project untuk membantu menerapkan materi.

2. Apakah harus bisa coding sebelum belajar Data Analyst?

Tidak harus. Kamu bisa mempelajari coding secara bertahap selama mengikuti proses belajar. Untuk Data Analyst, Python dan SQL dapat dipelajari mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam pengolahan dan analisis data.

3. Apakah mengikuti kursus Data Analyst bisa membantu membuat portfolio?

Bisa, terutama jika kursus menyediakan latihan atau project yang dapat dikembangkan menjadi portfolio. Kamu bisa menunjukkan proses pengolahan data, analisis, visualisasi, serta insight yang dihasilkan dari project tersebut.

Belajar Data Analyst nggak harus dimulai dengan menguasai banyak tools sekaligus. Artikel ini membahas materi yang perlu dipelajari, cara memilih kursus yang tepat, skill penting seperti SQL dan Python, hingga tips membangun portfolio. Buat kamu yang ingin belajar lebih terarah, DQLab bisa menjadi pilihan untuk memperkuat fundamental Data Analyst.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini