Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, dan Excel GRATIS
 SIGN UP  

Kursus Data Science Belajar Manfaat Big Data untuk Pembangunan Smart City

Belajar Data Science di Rumah 05-Agustus-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b5f713962c02f7068f4a46b65fe6cd1b_x_Thumbnail800.jpg

Big data dapat dimanfaatkan untuk mengontrol sistem data administratif dalam jumlah yang besar, mulai dari penyimpanan, pencadangan, analisis, hingga visualisasi. Sistem big data memperkenalkan efisiensi pada infrastruktur data yang kompleks. Selain itu, dengan teknologi big data, manusia bisa mengembangkan kemampuan yang canggih di sebuah smart city. Teknologi ini mengadopsi berbagai sistem canggih seperti Internet of Things (IoT), smart sensor, smart transportation, dan lain sebagainya.

Lalu apa yang dimaksud dengan smart city? Smart city adalah sebuah kota yang menggunakan sensor dan device yang terhubung untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Data yang dikumpulkan ini digunakan untuk mengoptimalkan operasi kota, mengelola sumber daya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Smart city memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akses ke transportasi umum, mengatur lalu lintas, mengoptimalkan pasokan air dan listrik, serta meningkatkan pelayanan penegak hukum, sekolah, rumah sakit, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana big data bisa berpengaruh untuk pembangunan dan pengembangan smart city? Pada artikel kali ini, DQLab akan menjelaskannya khusus untukmu. Penasaran? Yuk simak artikel ini sampai akhir!


1. Meningkatkan Keamanan Umum dan Kenyamanan Transportasi

Salah satu kelebihan smart city adalah mampu memberikan rasa aman bagi warganya. Smart city memanfaatkan analisis prediktif menggunakan big data untuk mengidentifikasi area mana yang rentan menjadi pusat kejahatan dan memprediksi lokasi kejahatan yang tepat. Informasi dan data yang dibutuhkan adalah informasi mengenai data historis dan geografi.

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah utama di berbagai kota, khususnya kota besar karena sangat padat penduduk. Namun, smart city dapat meminimalisir kemacetan dengan mengelola transportasi melalui data dari otoritas transportasi. Data yang telah dianalisis ini dapat digunakan untuk menemukan pola yang bisa membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan membantu pihak yang berwenang untuk menerapkan kebijakan yang optimal.


Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab


2. Menghemat Biaya dan Meningkatkan Pertumbuhan Berkelanjutan

Sebuah kota menginvestasikan banyak uang untuk mengubah kota tersebut menjadi smart city. Investasi ini dapat berupa perbaikan atau renovasi. Analisis big data dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi area mana yang memerlukan transformasi dan jenis transformasi apa yang diperlukan. Dengan begitu, sebuah kota dapat menghemat biaya karena transformasi bisa dilakukan di area yang tepat.

Big data dapat dimanfaatkan untuk menganalisis pertumbuhan smart city sehingga stakeholder dapat memperoleh pembaharuan berkelanjutan dan mengidentifikasi perubahan apa yang diperlukan. Pembaharuan yang berkelanjutan merupakan faktor pendorong utama dari pertumbuhan berkelanjutan karena dapat memberikan insight yang jelas mengenai perkembangan yang diperlukan.


3. Sumber Data pada Smart City

Smart city memerlukan banyak data yang harus dianalisis agar menghasilkan hasil analisis yang akurat. Beberapa sumber data yang dibutuhkan oleh smart city adalah data dari sistem kamera dan data sensor lingkungan. CCTV dapat membantu penegakan lalu lintas, meningkatkan keselamatan publik, membangun sistem pencahayaan otomatis dan cerdas, serta berfungsi sebagai pendeteksi kejahatan. Selain berkaitan dengan transportasi, sebuah smart city juga membutuhkan data sensor kualitas udara untuk mengidentifikasi tingkat pencemaran, serta mengidentifikasi area hijau yang memiliki kualitas udara rendah.


4. Contoh Kegiatan di Smart City

Kegiatan utama di smart city adalah smart water and energy dan smart healthcare. Smart city memanfaatkan smart meter untuk mengumpulkan data tentang kebutuhan energi dan penggunaan air. Data ini digunakan oleh stakeholder untuk mengatur persediaan.Selain itu, smart city juga memanfaatkan teknologi dan perangkat pintar untuk meningkatkan perawatan dan diagnosis. Misalnya, smart sensor dapat mendeteksi polusi udara atau air sebelum beresiko pada kesehatan masyarakat.


Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!


5. Belajar Mengolah Big Data

Untuk mengolah big data, perlu tools dan metode khusus karena tidak semua device kompatibel untuk mengolah data yang berukuran sangat besar. Penasaran dengan big data? Yuk belajar mengenal big data serta tools dan metode yang banyak digunakan untuk mengolahnya bersama DQLab! DQLab menyediakan berbagai program belajar yang menarik dan terstruktur sehingga proses belajar kita lebih terarah. Klik button di bawah ini dan nikmati modul gratis "introduce to data science" sebagai langkah awal belajar big data dan nikmati pula fasilitas pendukung belajar lainnya.



Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!