MIDYEAR PROMO! Segera Beli Paket Premium Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp. 99.000. DAFTAR

Pakai Kode: DQMIDYEAR. Berakhir 0 Days 6 Jam : 44 Menit : 39 Detik

Kursus Belajar Data Science : Yuk Belajar Pentingnya Data di Industri Makanan

Belajar Data Science di Rumah 28-Januari-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/97aac4f03253457449da4dd06895ec2f_x_Thumbnail800.jpg

Di zaman modern seperti saat ini, data diibaratkan sebagai harta karun yang sang sangat berharga. Hampir di semua aspek kehidupan manusia menghasilkan dan membutuhkan data. Misalnya, saat kita akan berbelanja barang elektronik, kita akan mencari referensi harga di internet terlebih dahulu sehingga kita dapat mengetahui berapa harga barang tersebut di pasaran. Tujuannya adalah agar kita tidak mendapatkan harga yang terlalu mahal dan bisa menawar sesuai harga pasar. Daftar harga-harga elektronik ini juga dikategorikan sebagai data. Fungsi utama data adalah untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Saat ini, banyak perusahaan yang sudah mulai memanfaatkan ketersediaan data yang melimpah dan gratis untuk meningkatkan kinerjanya. Mereka mengolah data untuk mendapatkan insight yang bermanfaat baik untuk kegiatan produksi maupun pemasaran. Namun, pengolahan data ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang sehingga perusahaan membutuhkan ahli pengolah data, salah satunya adalah data scientist. 

Dari waktu ke waktu, jumlah data semakin meningkat sehingga proses rekrutmen data scientist pun semakin meningkat. Tak heran jika saat ini data science menjadi primadona dan banyak diminati, khususnya oleh para millenials. Ada banyak cara untuk belajar data, salah satunya adalah dengan mengikuti kursus online maupun offline. Kursus belajar data online lebih banyak diminati karena lebih fleksibel dan ramah di kantong. Saat ini di Indonesia mulai banyak kursus-kursus belajar data, salah satunya adalah DQLab. DQLab menawarkan berbagai paket belajar sesuai dengan kebutuhan kita. Data yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah data yang menggambarkan keadaan real di industri. Salah satu modul yang menarik adalah modul mengenai sensory science. Bayangkan, kita bisa menggunakan data untuk mengukur rasa suatu produk, keren kan? Mau tahu bagaimana cara kerja data dalam menilai rasa suatu produk? Yuk simak artikel ini sampai selesai!

1. Apa itu Sensory Science?

Sensory science dalam bahasa indonesia biasa dikenal dengan ilmu sensoris, evaluasi sensoris, atau uji organoleptik. Sensory science adalah ilmu yang mempelajari bagaimana alat indra manusia merespon suatu produk dan bagaimana cara menggunakan alat indra tersebut untuk mengontrol kualitas dan proses pengembangan produk. Sensory science biasa digunakan dalam industri makanan dan minuman. Tujuan ilmu ini adalah untuk mengukur kualitas cita rasa suatu produk karena suatu produk komersial tidak hanya dinilai gizi dan keamanannya saja tetapi membutuhkan cita rasa yang tepat agar bisa menarik konsumen. Selain untuk produk makanan dan minuman, sensory science juga bisa digunakan untuk produk parfum, sabun, deodoran, kosmetik, skin care, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, ilmu ini juga digunakan untuk barang-barang elektronik seperti earphone, sistem audio, smartphone, dan lain sebagainya. 

Dalam sensory science ada tiga istilah penting, yaitu sampel, atribut sensoris, dan panelis. Sampel adalah produk yang akan dinilai karakteristiknya. Atribut sensoris adalah karakteristik produk yang akan dinilai, misalnya tingkat kemanisan, tingkat keasaman, volume suara, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Sedangkan panelis adalah orang yang memiliki kapabilitas untuk menilai karakteristik atau atribut sensoris tersebut. Beberapa metode riset sensory science adalah uji afektif, uji diskriminatif, dan uji deskriptif. Uji afektif dilakukan untuk mengetahui penerimaan, kesukaan, dan preferensi konsumen mengenai produk. Uji diskriminatif adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang terdeteksi antara satu produk dengan produk lainnya. Uji deskriptif adalah uji untuk mendeskripsikan karakteristik sensori suatu produk.

Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab

2. Analisis Karakteristik Sensori

Salah satu atribut penting dalam sensory science adalah karakteristik sensori. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, karakteristik sensori adalah karakteristik pada produk yang akan dinilai atau diuji. Hal pertama yang harus kita lakukan dalam sensory science adalah memahami apa saja karakteristik yang ada dalam produk, ada berapa observasi yang akan kita uji, dan berapa variabel yang akan kita gunakan. Selanjutnya adalah menentukan jumlah sampel dan berapa panelis yang akan menguji karakteristik sensorinya. 

Setelah mengeksplorasi data set yang akan digunakan, saatnya kita melakukan uji sensori menggunakan metode statistik. Data yang biasa digunakan dalam uji ini adalah jenis data rasio, sehingga kita bisa menggunakan uji ANOVA untuk menemukan karakteristik produk. Kita bisa menggunakan fungsi aov() pada bahasa pemrograman R. Jika nilai p-value kurang dari 0,05 (dengan tingkat kepercayaan 95%) maka ada perbedaan yang signifikan pada karakteristik yang kita uji. Setelah uji anova, kita bisa menggunakan analisis koefisien dan uji lanjut (biasanya post hoc) untuk membandingkan level antar karakteristik. 

3. Uji Korelasi Antar Atribut

Dalam sensory science adalah istilah yang dikenal dengan multisensory perception. Secara sederhana, multisensory perception adalah konsep yang menyatakan bahwa produk tidak hanya dinilai berdasarkan satu aspek saja. Manusia menggunakan berbagai alat indra untuk merasakan suatu produk sehingga menghasilkan suatu persepsi yang dapat menilai suatu produk. Oleh karena itu, akan sangat sulit untuk menilai produk jika hanya berdasarkan sedikit atribut sensori. Dalam ilmu sensori, kita bisa menggunakan analisis korelasi untuk menganalisis atribut-atribut mana yang saling berkorelasi atau berhubungan. Contohnya, atribut A dan B berkorelasi positif, artinya jika nilai atribut A meningkat maka nilai atribut B juga akan meningkat. Begitu juga sebaliknya, jika nilai atribut A turun, maka nilai atribut B juga akan turun. Jika atribut A dan B berkorelasi negatif, maka saat nilai atribut A naik, nilai atribut B akan turun, begitu pula sebaliknya. 

Di era Internet of Things (IoT) seperti saat ini, laju pertumbuhan data sangat cepat dengan jumlah jutaan byte setiap hari. Oleh karena itu kita membutuhkan suatu ilmu yang bisa mengolah data-data tersebut secara efektif dan cepat. Ilmu tersebut adalah data science. Ilmu ini dapat diterapkan hampir di semua bidang industri, mulai dari makanan, komunikasi, logistik, pendidikan, perbankan, dan lain sebagainya. Fakta unik dari data science adalah ilmu ini dapat dipelajari oleh siapapun.

Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!

4. Yuk Mulai Belajar Data Science Sekarang!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industri data yang sebenarnya! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!


Penulis: Galuh Nurvinda Kurniawati

Editor: Annissa Widya Davita

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!