DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 0 Days 20 Jam : 50 Menit : 25 Detik

Yuk Cari Tahu Manfaat Big Data untuk Kelancaran Bisnis

Belajar Data Science di Rumah 19-Desember-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d55fe7081bf688c0c4de52dc4e188dbd_x_Thumbnail800.jpg

Setiap bisnis pasti membutuhkan data dan wawasan yang berharga. Data sangat berperan penting untuk memahami tingkah laku dan kebiasaan konsumen. Bahkan, di era modern saat ini, big data dapat membantu memperbaiki performa perusahaan. Secara sederhana, Big Data adalah kombinasi dari semua proses dan alat yang terkait dengan penggunaan dan pengelolaan kumpulan data besar. Konsep big data tercipta karena adanya kebutuhan untuk memahami tren, preferensi, dan pola dalam database besar. Menurut para ahli, big data dapat menciptakan banyak peluang baru, bahkan dapat memunculkan kategori bisnis baru. Selain berukuran besar, big data juga memiliki frekuensi tinggi dan bersifat real-time. 

Big data dapat memberikan dampak positif di berbagai aspek. Saat ini pun, mulai banyak perusahaan yang menggunakan big data untuk memperkuat proses pengambilan keputusan atau kebijakan. Big data tak mengenal skala perusahaan, jadi data ini bisa digunakan oleh perusahaan kecil, sedang, bahkan perusahaan besar yang sudah berskala internasional. Jika kamu sedang dalam masa mengembangkan bisnis, maka kamu wajib membaca artikel ini karena kali ini DQLab akan menjelaskan apa saja keuntungan dan manfaat big data untuk bisnis. Penasaran? Yuk baca artikelnya sampai selesai!

1. Mengurangi Biaya, Menghemat Waktu, Pemahaman Pasar yang Lebih Baik, dan Peluang Pengembangan Produk

Teknologi big data seperti Tableau, Hadoop, dan Amazon Web Services memberi keuntungan biaya yang signifikan dalam hal penyimpanan data. Teknologi ini juga dapat mengidentifikasi cara berbisnis yang lebih efisien. Jesse Meida, seorang quantizing menjelaskan solusi analisis big data dapat mengurangi biaya kegagalan hingga 35%. Artinya, perusahaan dapat menghemat biaya olah data dan database secara signifikan. Big data dapat membantu pekerja untuk bekerja lebih cepat dan lebih efisien sehingga pekerja dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak memanfaatkan big data. Saat ini, pemasaran bergantung pada data karena data dapat digunakan untuk menganalisis dan memahami perilaku konsumen sekaligus memberikan wawasan yang jelas tentang produk atau layanan mana yang paling populer. Dengan memahami tren pasar lebih cepat dan uptodate, perusahaan akan lebih cepat mengambil keputusan. Dengan adanya informasi tren pasar, perusahaan dapat mengembangkan produk yang sedang banyak digunakan dan disukai oleh konsumen. Contohnya, disaat pandemi seperti saat ini, tren penggunaan hand sanitizer sedang meningkat drastis. Dengan bantuan big data, produsen alat kesehatan, obat, skincare, dan lain sebagainya bisa menganalisis jenis hand sanitizer apa yang sering digunakan oleh konsumen. Selain itu, perusahaan juga bisa menganalisis kekurangan dari produk pesaing sehingga perusahaan dapat mengembangkan hand sanitizer yang sesuai dengan keinginan pasar dan lebih berkualitas dari hand sanitizer lain. 

Baca juga : Big Data Analytics : Yuk, Pahami 3 Konsep Wajib Pengolahan Data Bersama DQLab

2. Meningkatkan Interaksi dengan Konsumen, Analisis Resiko, dan Keamanan Data

Saat ini, konsumen sudah lebih bebas dan lebih memahami prioritas mereka. Sebelum melakukan pembelian, konsumen akan melihat-lihat dan membandingkan berbagai opsi produk yang ada. Di era digital seperti saat ini, konsumen bebas mereview satu produk di berbagai platform seperti facebook, instagram, youtube, dan lain sebagainya. Untuk menarik pelanggan dan meningkatkan loyalitas konsumen, perusahaan bisa memberi ucapan terima kasih karena telah membeli atau mereview produk. Fungsi big data dalam kasus ini adalah big data dapat membantu perusahaan untuk membuat profil konsumen seperti nomor telepon, email, dan lain sebagainya. Contact person konsumen dapat membantu perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Saat ini, big data juga dimanfaatkan oleh perusahaan perbankan di berbagai bidang. Salah satunya adalah melihat atau memeriksa profil nasabah secara real-time. Dari profil tersebut, pihak bank dapat mempelajari preferensi dan keinginan nasabah sehingga petugas bank dapat memberikan saran produk atau layanan yang relevan kepada nasabah. Fungsi lain big data adalah mengintegrasi belanja online dan belanja konvensional. Big data dapat membantu penjual online untuk menyarankan penawaran pada pengunjung website mengenai produk serupa yang sedang dicari. Teknologi ini merupakan gabungan antara machine learning dan big data. 

Faktor ekonomi merupakan faktor utama dalam perkembangan bisnis. Perusahaan dapat melakukan analisis prediktif menggunakan big data sehingga dapat meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Hal ini karena big data berukuran besar dan bersifat real time sehingga hasil prediksi lebih spesifik dan errornya lebih kecil.Big data tools dapat memetakan seluruh data sesuai tujuannya.  Hal ini akan membantu perusahaan untuk menganalisis semua kemungkinan ancaman internal. Dengan analisis ini, perusahaan dapat menjaga keamanan informasi penting perusahaan dengan cara memberi password tertentu untuk membuka data penting. Oleh karena itu, sebagian besar industri telah fokus pada big data untuk memastikan keamanan dan perlindungan data, khususnya data mengenai keuangan. 

3. Kekurangan Big Data yang Harus Kamu Waspadai

Salah satu kelemahan penting dari big data adalah kekhawatiran mengenai hak privasi dan keamanan. Bahkan organisasi bisnis besar seperti Yahoo dan Facebook telah mencatat banyak kasus pelanggaran data. Dengan undang-undang privasi data yang semakin ketat bisnis yang ingin mengembangkan dan mempertahankan big data juga perlu memikirkan protokol, proses, dan infrastruktur yang bertujuan untuk melindungi data dan mengurangi risiko keamanan. Selain itu, big data membutuhkan teknik dan pemrosesan khusus sehingga harus dilakukan oleh ahli. Dengan kata lain, agar perusahaan bisa mengolah big data, perusahaan perlu berinvestasi dalam infrastruktur teknologi informasi yang terdiri dari database, prosesor dengan daya komputasi yang memadai, dan kemampuan TI lainnya. 

Big data berkaitan erat dengan data science. Kedua teknologi ini bisa diterapkan hampir di semua sektor. Untuk memproses big data, sebuah perusahaan harus memiliki data scientist agar bisa menghasilkan informasi yang tepat bagi perusahaan. Uniknya, data science bisa dipelajari oleh semua kalangan bahkan orang yang tidak memiliki background pendidikan IT sekalipun.

Baca juga : Belajar Data Science: Simak 3 Manfaat Penerapan Big Data di Berbagai Industri

4. Yuk, Mulai Belajar Data Science bersama DQLab secara GRATIS!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

  4. Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis: Galuh Nurvinda Kurniawati

Editor: Annissa Widya Davita

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!