DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 16 Jam : 31 Menit : 8 Detik

Manfaat Integrasi Data dalam Kegiatan Marketing

Belajar Data Science di Rumah 11-Januari-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/4cd334af47a50bdd9241d68bbef612e7_x_Thumbnail800.jpg

Integrasi data merupakan topik yang cukup membingungkan, terutama bagi seseorang yang tidak terbiasa bekerja menggunakan data. Namun saat ini integrasi data merupakan proses yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor marketing. Integrasi data menyediakan platform yang dapat digunakan oleh seorang marketer untuk memperoleh insight dari pelanggan dan mengevaluasi kinerjanya. Beberapa informasi yang bisa diperoleh adalah informasi mengenai iklan atau kampanye, konten, media sosial, dan lain sebagainya. Insight yang diperoleh oleh perusahaan dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dan hasil pemasaran yang lebih efektif. 

Semakin bagus integrasi data di sebuah perusahaan, maka semakin banyak pula informasi yang bisa diperoleh dan dimanfaatkan. Kunci dalam proses integrasi data adalah memahami data itu sendiri. Setelah perusahaan berhasil melakukan integrasi data, maka perusahaan akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan pelanggan, menemukan strategi pemasaran yang tepat, dan memanfaatkan data pelanggan secara maksimal. Pada artikel kali ini DQLab akan menjelaskan integrasi data dalam proses pemasaran atau marketing secara jelas dan mudah dipahami. Jadi tunggu apa lagi, yuk simak artikel ini sampai akhir!

1. Apa itu Integrasi Data?

Secara sederhana, integrasi data adalah proses menggabungkan data dari berbagai sumber menjadi satu kumpulan data sehingga proses pengelolaannya lebih efisien dan dapat diakses oleh siapapun. Menurut TechTarget, integrasi data adalah proses penggabungan data dari beberapa sistem sumber untuk membuat kumpulan informasi yang terpadu. Integrasi data tidak memiliki tujuan khusus. Fungsi integrasi data sangat beragam mulai dari proses bisnis, aplikasi, prosedur pemasaran seperti customer relationship management (CRM) dan lain sebagainya. 

Agar perusahaan dapat menyelesaikan target bisnis secara akurat dan efektif, mereka harus mengakses dan memproses data pengguna dan transaksi yang ukurannya sangat besar. Menurut OmniSci, ada enam teknik integrasi data primer. Teknik pertama adalah ETL (Extract, Transform, Load). Teknik ini mengumpulkan data dari berbagai sumber, lalu digabungkan dan dimuat dalam satu database. Teknik yang kedua adalah ELT (Extract, Load, Transform). Pada teknik ini, data dimuat dalam suatu sistem dan diubah untuk tujuan analisis tertentu. Teknik yang ketiga adalah CDC (Change Data Capture). Teknik ini mengidentifikasi perubahan secara real-time dan menerapkannya pada data warehouse atau repositori lain. Teknik keempat adalah data replication. Pada teknik ini data direplikasi dari satu database atau database lain untuk menyinkronkan informasi untuk tujuan operasional dan backup. Teknik selanjutnya adalah data visualization. Pada teknik ini, data dari sistem yang berbeda disatukan secara virtual dan tidak dimuat dalam repository baru. Teknik terakhir adalah streaming data integration. Pada teknik ini, aliran data yang berbeda terus menerus diintegrasikan ke dalam penyimpanan data dan sistem analisis secara real-time. 

Baca juga : Pahami Proses Integrasi Data untuk Hasilkan Proses Pengolahan Data yang Valid

2. Integrasi Data dalam Marketing

Tugas seorang marketer saat ini adalah mencari informasi mengenai pelanggan agar bisa mencari target pasar yang ideal di waktu yang tepat, tempat yang tepat, dan cara pendekatan yang tepat. Seorang marketer membutuhkan data pelanggan agar bisa berkomunikasi dengan mereka. Dengan menggunakan integrasi data, maka marketer dapat meningkatkan pemasaran dan pendapatan karena integrasi data akan menyatukan data pelanggan dan transaksi. Biasanya data mengenai distribusi, iklan, transaksi, dan lain sebagainya disimpan dalam database yang terpisah. Format yang digunakan pun berbeda-beda. Dengan adanya integrasi data, marketer dapat mengakses semua data tersebut dari satu tempat. Data yang terpisah-pisah menyebabkan keterbatasan departemen dalam melihat peluang, produktivitas, dan bekerja sama dengan departemen lain. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan teknik integrasi data untuk mendorong kolaborasi antar departemen dan mempersingkat operasi bisnis. 

Teknik integrasi data akan menghasilkan kumpulan data yang relevan sehingga dapat membantu business intelligence untuk mengakses data dan memberikan insight yang lebih baik. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh marketer untuk menganalisis pelanggan dan menghasilkan target pasar yang relevan. Menurut riset yang dilakukan oleh FOrrester, jika dikelola dengan tepat, integrasi data memiliki nilai finansial yang menggiurkan. Marketer mengklaim alat analisis pemasaran mereka terintegrasi dengan baik dan meningkatkan pendapatan hingga 10%. Seorang marketer mungkin memiliki banyak tools, platform, dan strategi yang berbeda-beda. Setiap tools, platform, dan strategi tersebut pasti menghasilkan dan pengumpulan data sendiri-sendiri dan berasal dari sumber yang berbeda. Hal ini akan menyebabkan seorang marketer kesulitan untuk menguraikan informasi penting dari satu tempat. Secara global, sebuah bisnis menerapkan integrasi data dengan tujuan untuk membuat pilihan yang lebih baik berdasarkan knowledge yang lebih baik dari hasil integrasi data.  


3. Manfaat Integrasi Data dalam Marketing

TIga manfaat utama integrasi data dalam kegiatan marketing adalah mengurangi kesalahan, meningkatkan business intelligence, dan menghemat waktu. Saat data dikumpulkan dan dianalisis secara manual dat terpisah, seringkali ada aspek pelanggan, tools, basis data, dan lain sebagainya yang terlewat. Kesalahan semacam ini menyebabkan kumpulan data tidak lengkap, terutama saat proses penambahan data baru. Integrasi data dapat meningkatkan proses pengorganisasian data, mengidentifikasi masalah secara otomatis dan mengungkap anomali sehingga dapat mengurangi kesalahan. Hal ini dapat mengoptimalkan proses pengambilan keputusan bagi marketer. Integrasi data juga dapat meningkatkan business intelligence karena teknik ini dapat menghasilkan pemahaman informasi yang lebih baik dengan proses analisis yang lebih sederhana. Dengan meningkatnya business intelligence, perusahaan dengan mudah dapat melihat dan memahami data untuk mendapatkan insight yang dapat dikembangkan oleh semua departemen di sebuah perusahaan. Dengan memanfaatkan teknik integrasi data, maka perusahaan dapat menghemat waktu lebih banyak karena perusahaan tidak perlu mengakses data dari berbagai sumber yang berbeda sehingga dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat proses analisis, bahkan dapat menemukan insight baru.

Integrasi data dapat diaplikasikan dimana saja, termasuk di bidang data science. Data science merupakan gabungan ilmu matematika, statistika, dan ilmu komputer. Ilmu ini dapat diterapkan hampir di seluruh sektor dan uniknya, ilmu ini bisa dipelajari oleh siapapun.

Baca juga : Belajar Data Science: Simak 3 Manfaat Penerapan Big Data di Berbagai Industri

4. Yuk, Mulai Belajar Data Science bersama DQLab secara GRATIS!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

  4. Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!

Penulis: Galuh Nurvinda Kurniawati

Editor: Annissa Widya Davita


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!