PROMO 12.12 YES! BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 122K!
Diskon Spesial 97% Belajar Data Science Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 12 Jam 41 Menit 35 Detik 

Membuat Aplikasi dengan Python yang Dapat Menjadi Ide Project Data

Belajar Data Science di Rumah 07-Juli-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/380daf9c52832b8c15c9a39dde3b5a01_x_Thumbnail800.jpg

Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan di dunia dan dapat dikontribusikan untuk banyak tujuan, yang membuatnya menjadi kandidat yang cocok untuk berbagai domain di industri. Bersama Python, kamu dapat membuat aplikasi tidak hanya untuk web, melainkan juga untuk desktop dan baris perintah. Python cocok untuk programmer dengan berbagai tingkat keahlian, mulai dari pemula hingga pengembang menengah, hingga ahli dan profesional. Tetapi setiap bahasa pemrograman membutuhkan pembelajaran yang konstan, dan kasusnya sama dengan Python.

Pada artikel kali ini, DQLab akan berbagi tentang beberapa contoh aplikasi yang dibuat menggunakan Python. Beberapa proyek ini dapat kamu coba untuk meningkatkan kemampuan serta kepercayaan diri apabila kamu dapat menyelesaikannya. Program di bawah ini juga akan mengantarkan kamu ke tingkat yang lebih tinggi dalam hal kemampuan pemrograman. Lalu, apa saja aplikasi tersebut? Yuk simak penjelasan berikut.


1. Web Based

Contoh aplikasi pertama yang dibuat dengan bahasa pemrograman Python adalah aplikasi berbasis web. Banyaknya contoh aplikasi yang menggunakan Python, terlebih lagi aplikasi-aplikasi tersebut sering kita gunakan sehari-hari. Beberapa contoh aplikasi populer berbasis web yang menerapkan bahasa Python adalah:

  • Instagram

Seperti yang kita ketahui bersama, media sosial untuk berbagi foto dan video ini sangat populer. Instagram telah merevolusi komunikasi visual dan pemasaran digital melalui media foto dan video ini merupakan contoh aplikasi dengan Python. Aplikasi ini perlu memproses data dalam jumlah yang sangat besar dan mengelola banyak interaksi antar penggunanya setiap detik. Framework Django dapat menangani hal itu dengan sangat baik.

  • Spotify

Spotify menjadi salah satu aplikasi yang mampu merevolusi cara orang untuk mendengarkan musik. Aplikasi ini mempunyai libraries musik yang luas serta dapat diakses oleh semua orang dari perangkat apa pun. Untuk mengembangkan aplikasi ini, Spotify menggunakan Python untuk pengembangan backend .Untuk memaksimalkan proses pengembangan dengan Python, para developer Spotify juga mengkombinasikannya dengan penggunaan Framework Django. Alasan Spotify dibuat menggunakan Python dikarenakan Spotify sangat menyukai kecepatan perkembangan jaringan dari Python

  • Youtube

Youtube atau platform untuk berbagi video juga menjadi aplikasi yang sangat populer saat ini. Pada awal pengembangannya, Youtube adalah proyek berbasis PHP, tetapi karena kebutuhannya untuk meningkatkan performa aplikasi serta menambahkan beberapa fungsionalitas baru, akhirnya Youtube beralih menggunakan Python. Karena peningkatan fitur perlu diimplementasikan dengan cara yang mudah dan tidak memakan banyak waktu, maka para developer mengandalkan Django. Framework ini memungkinkan developer untuk bekerja secara cepat dan tanpa error.

  • Dropbox

Dropbox pertama kali diluncurkan pada September 2008. Phyton berperan besar terhadap aplikasi Dropbox, baik aplikasi komputer atau server ditulis dengan bahasa pemrograman ini. Menurut Drew Houston, salah satu pendiri Dropbox, Phyton dipilih karena kesederhanaan, fleksibilitas dan keanggunannya, ungkap laman Code Institute.

  • Netflix

Salah satu kegunaan utama Python di aplikasi Netflix adalah C.A.G (Central Alert Gateaway). Aplikasi RESTful ini akan mengubah rute peringatan dan mengirimkannya ke grup atau individu yang memiliki izin untuk melihat peringatan. Selain itu, aplikasi ini secara otomatis akan merestart atau menghentikan proses yang dianggap bermasalah. Selain C.A.G, Python juga digunakan dalam aplikasi untuk menelusuri riwayat dan mengubah pengaturan keamanan.


Baca juga : Belajar Data Science: Kenali Dasar Bahasa Pemrograman Python yang Cocok bagi Pemula


2. Pemutar Musik (MP3 Player)

Jika kamu suka mendengarkan musik, kamu pasti sebelumnya tidak menduga bahwa kamu dapat membuat pemutar musik dengan bahasa pemrograman Python. Kamu dapat membuat pemutar musik atau MP3 Player dengan interface grafis beserta sekumpulan kontrol dasar untuk pemutaran, dan bahkan menampilkan informasi media terintegrasi seperti artis, panjang media, nama album, dan lainnya.

Dengan menggunakan Python, kamu juga dapat memiliki opsi untuk menavigasi ke folder dan mencari file mp3 untuk pemutar musik yang kamu telah buat. Untuk membuat pekerjaan yang menggunakan file media dengan Python lebih mudah, kamu dapat menggunakan library seperti simpleaudio, pymedia, dan pygame.


3. Video Game

Python juga bisa digunakan untuk membuat video game, dan tentunya lebih mudah dengan menggunakan framework. Salah satu contoh library yang digunakan di Python ketika ingin membuat program video game adalah PyGame. PyGame merupakan modul Python yang berisikan fungsi dan class yang kamu butuhkan untuk membuat game. Library lainnya adalah Arcade. Arcade adalah library Python untuk membuat game 2D yang mudah digunakan dan bisa dipakai untuk berbagai hal saat kita sudah berpengalaman menggunakannya.

Berikut beberapa contoh video game yang menggunakan program Python:

  • Battlefield2

  • Bridge Commander

  • Civilization IV

  • Disney Toontown Online, menggunakan Python dan Panda 3D untuk bagian grafisnya

  • The Sims 4

  • Mount & Blade

  • Pirates of Caribbean Online

  • World of Tanks, dan masih banyak lagi.

4. Virtual Assistant

Kehadiran dan keterlibatan teknologi internet dalam kehidupan nyata saat ini sudah semakin dekat dan erat. Jika dulu internet hanya bisa digunakan sebatas untuk mencari aneka informasi secara online, sekarang, banyak hal dari dunia IT ini yang bisa membantu kita mengerjakan berbagai jenis pekerjaan yang berat. Python Virtual Assistant adalah salah satu solusinya.

Hampir setiap ponsel cerdas saat ini hadir dengan variannya sendiri dari asisten cerdas (Virtual Assistant) yang mengambil perintah baik melalui suara atau teks dan mengelola panggilan, catatan, memesan taksi, dan banyak lagi. Beberapa contohnya adalah Google Assistant, Alexa, Cortana, dan Siri. Jika kamu bertanya-tanya bagaimana membuat aplikasi seperti ini, kamu dapat menggunakan library Python seperti pyaudio, gTTS dan SpeechRecognition. Tujuannya di sini adalah untuk merekam audio, mengubah audio menjadi teks, memproses perintah, dan membuat program bertindak sesuai dengan perintah.


Baca juga :  Python : Kenali 3 Buku yang Akan Mempercepat Kamu Dalam Belajar Python


5. Yuk Perdalam Ilmunya dengan Membuat Aplikasi dengan Python Bersama DQLab!

Python merupakan salah bahasa pemrograman yang cocok bagi kamu yang baru mempelajari pengolahan data hingga membuat berbagai macam aplikasi. Untuk menghasilkan output yang baik tersebut tentu membutuhkan pemahaman dalam penggunaan bahasa pemrograman Python. Kini, DQLab menghadirkan module baru dan bersifat GRATIS untuk meningkatkan kompetensi Python mu. Untuk kamu yang ingin mulai belajar, yuk sign up di DQLab.id/signup untuk mulai mengikuti kelas GRATIS "Introduction to Data Science with Python". Dengan mempelajari module ini, kamu akan memahami dunia Data Science dan juga akan memahami bahasa Python, bahasa yang digunakan secara luas di dunia Data Science.


Penulis: Salsabila Miftah R

Editor: Annisa Widya


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :