MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 3 Jam 12 Menit 16 Detik 

Mengenal Bahasa Pemrograman Yang Digunakan Kursus Data Science Jakarta

Belajar Data Science di Rumah 17-Juni-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b33c7d415bb6c6bfd0ecda956fb2569a_x_Thumbnail800.jpg

Ilmu data science merupakan ilmu yang populer di era data. Data is the new oil menjadi jargon yang menggambarkan pentingnya peran data seperti sekaran ini. Pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, hingga memvisualisasikan data merupakan tahapan penting dalam data science. Proses ini dilakukan oleh seorang praktisi data seperti Data Engineer, Data Scientist, dan Data Analyst. Ketiga profesi tersebut memiliki perannya masing-masing ketika berhadapan dengan data. Namun walaupun perannya berbeda, tetapi ketiganya saling bersinergi untuk memproses suatu kumpulan data. 


Kemajuan ilmu dan teknologi dalam menangani kumpulan data yang kompleks membuat banyak orang tertarik untuk belajar data science. Kini banyak menjamur lembaga yang menyediakan kursus data science di berbagai kota, salah satunya yaitu Jakarta. Kursus data science Jakarta bisa dengan mudah kita temui baik kursus online maupun offline. Sebagian orang memilih kursus data science secara online karena waktu belajar yang fleksibel. Hal ini memudahkan mahasiswa maupun pekerja yang ingin mengikuti kursus data science Jakarta tanpa mengganggu rutinitas kuliah atau bekerja. Ketika mengikuti kursus data science Jakarta, kamu akan menemui beberapa bahasa pemrograman dan tools yang harus dipahami. Apa saja ya? Simak dibawah ini, yuk!


1. Bahasa Pemrograman Python

Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang diciptakan oleh Guido van Rossum dan dikenalkan pada tahun 1991. Bahasa pemrograman Python dapat digunakan di berbagai platform yang berfokus pada keterbacaan kode. Python merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan dipahami serta library yang disediakan cukup banyak dan mendukung untuk penerapan data science. Para developer menggunakan Python ketika akan melakukan pekerjaan terkait statistik yang terhubung dengan suatu aplikasi web atau database. Python populer digunakan untuk data science, machine learning, dan Internet of Things (IoT). Beberapa environment Python yaitu Jupyter dan Spyder. Python juga dapat digunakan di berbagai sistem operasi seperti Linux, Windows, Mac OS, dan sebagainya. 

Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab


2. Bahasa Pemrograman R

R adalah bahasa pemrograman bersifat open source yang diciptakan oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman pada tahun 1995. Bahasa pemrograman R berfokus pada statistik, analisis data, dan model grafis. R memiliki komunitas besar yang tergabung dalam satu mailing list dimana dapat dengan mudah mengakses dokumentasi pengguna lain. Dalam data science, R biasanya digunakan untuk melakukan visualisasi data. R memiliki banyak package yang mendukung proses analisis dan visualisasi data yang menarik. Beberapa library pada R yang digunakan untuk visualisasi data yaitu ggplot, ggvis, dan lattice. 


3. Database Dengan SQL

SQL merupakan kepanjangan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang digunakan untuk membangun, memelihara, dan mengambil data dari relational database. SQL saat ini masih menjadi bahasa yang banyak digunakan untuk memperoleh data dari database. Struktur bahasa pun terbilang mudah karena menggunakan kata dalam bahasa inggris yang mudah dipahami. Penggunaan perintah pada SQL cukup mudah karena tidak perlu menghafalkan tahapan tertentu. Tuliskan saja perintah berupa pernyataan pada SQL misalnya untuk mengambil seluruh data dari sebuah database, maka gunakan perintah SELECT *from [nama_database]. Perintah SELECT adalah perintah wajib yang harus dipahami karena digunakan hampir di segala kondisi. 


4. Visualisasi Data Menarik Dengan Tableau

Kursus data science tidak terlepas dari visualisasi data karena termasuk dalam proses data science. Tableau adalah salah satu tools yang digunakan untuk data visualization menjadi lebih interaktif dalam bentuk dashboard. Dengan begitu, data yang telah diolah menjadi mudah dipahami oleh pihak lain. Biasanya Tableau untuk memvisualisasikan data dan menyederhanakan pola business intelligence (BI). Oleh karena itu orang yang berprofesi sebagai Business Intelligence memilih Tableau sebagai tools andalannya. Keunggulan Tableau lainnya yaitu tools yang user friendly dimana orang yang tidak memahami pemrograman dan business intelligence sekalipun dapat memahami bagaimana menggunakan Tableau. 

Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!


5. Ikuti Kursus Data Science Jakarta Sekarang, Yuk! 

Memahami data science tidak cukup hanya dengan teori. Kamu perlu praktek langsung dan berhadapan dengan berbagai jenis data, metode, dan tools yang digunakan. Jangan takut mengejar karir impian sebagai praktisi data. Yuk, ikuti kursus data science Jakarta dengan Sign Up di DQLab dan dapatkan banyak keuntungan antara lain sertifikat gratis, project yang dibimbing para profesional, dan peluang karir yang terbuka lebar!


Penulis: Dita Kurniasari

Editor: Annissa Widya


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!