⚡10.10 PROMO JUMBO! DISKON 98%⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 9 Jam 47 Menit 32 Detik

Perluas Perspektif Bisnis lewat Data Analytics, Perjalanan Handi Mengenal Dunia Data

Belajar Data Science di Rumah 26-Oktober-2026
https://dqlab.deemka.com/cache/459624fb-9a6f-4e5f-9f53-65acdb23ebc1-2026-10-26-152337_size800x0_8382ec21cfa9.jpeg

Di dunia bisnis, data bukan sekadar angka. Di baliknya, ada insight yang bisa membantu seseorang memahami kondisi dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. Namun, untuk memanfaatkannya, memahami hasil akhir saja terkadang belum cukup.

Hal ini juga dirasakan oleh Komang Handi Dwi Darma Santhi, yang akrab disapa Handi. Dengan latar belakang pendidikan Manajemen dan pengalaman di bidang Sales & Business Development, ia mulai tertarik memahami bagaimana data diolah hingga bisa digunakan untuk mendukung keputusan bisnis.

“Selama berkarier, rasanya ilmu Sales & BD aja nggak cukup. Aku ingin punya sudut pandang yang lebih luas—jadi nggak cuma jualan, tapi paham betul bagaimana data diolah sampai siap dipresentasikan,” ungkap Handi.

1. Dari “Kejar Target” hingga “Terjun ke Dunia Data”, Kok Bisa?

Sejak lulus pada 2020, Handi telah menjajal berbagai bidang karier, mulai dari perbankan, FMCG, digital banking, consulting, hingga Data & Business Intelligence. Perjalanan ini memberinya perspektif bahwa pemahaman bisnis dan kemampuan mengolah data bukanlah dua hal yang berdiri sendiri.

Sebelumnya, Handi terbiasa menerima hasil olahan data dari tim IT untuk mendukung pekerjaannya. Namun, saat berkesempatan terjun langsung ke bidang Data & Business Intelligence, ia mulai memahami proses di balik angka-angka yang selama ini diterimanya. Pengalamannya menyadarkan bahwa memahami hasil akhir saja tidak cukup.

“Aku nggak mau sekadar terima data final. Aku ingin paham perjalanan datanya sampai jadi insight. Jadi ketika menerima data, aku bisa lebih kritis dan punya posisi tawar (bargaining power) yang kuat saat berdiskusi dengan tim IT,” jelasnya.

Bagi Handi, kemampuan tersebut menjadi bekal untuk melihat persoalan bisnis dari sudut pandang yang lebih luas. Ia juga melihat pentingnya menjadi profesional π-shaped (phi-shaped), yaitu memiliki pemahaman di beberapa bidang sekaligus, dengan spesialisasi yang saling mendukung.

Di tengah perkembangan AI yang membuat persaingan profesional semakin dinamis, kombinasi keahlian yang relevan menjadi salah satu cara untuk membangun nilai tambah seorang profesional.

2. Chapter Baru Handi, Kini Menjajal Dunia Entrepreneur

Setelah melewati berbagai pengalaman di dunia kerja, perjalanan profesional Handi berlanjut ke dunia entrepreneur. Saat ini, ia menjalankan aktivitas bisnis di beberapa bidang, mulai dari real estate, ekspor-impor, hingga asuransi. Salah satu aktivitasnya adalah membantu memasarkan apartemen dari developer Jepang ke pasar Indonesia.

Menariknya, Handi mengaku tidak pernah benar-benar membayangkan akan menjalani jalur karier seperti sekarang setelah meninggalkan pekerjaan full-time.

“Jujur, ini agak di luar ekspektasi. Begitu selesai dengan karier full-time, aku nggak pernah menyangka bisa sampai di titik ini. Tapi ternyata, mantan klien malah menghubungi kembali karena mereka merasa cocok bekerja sama sebelumnya” cerita Handi.

Pengalaman dan hubungan profesional yang telah ia bangun sebelumnya, masih berlanjut meskipun ia tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama. Kepercayaan dari klien pun membuka peluang kerja sama baru.

“Satu klien merasa puas, lalu mereka merekomendasikan (referral) aku ke rekanannya. Nah, dari jejaring inilah yang akhirnya membawa aku masuk ke dunia ekspor-impor,” tambahnya.

Perjalanannya menunjukkan bahwa karier tidak selalu bergerak secara linear. Pengalaman di bidang sebelumnya dan relasi profesional yang terbangun dapat membuka kesempatan baru yang tidak selalu direncanakan sejak awal.

3. Belajar Lebih Terarah lewat Bootcamp dan Sertifikasi DQLab

Ketertarikan Handi terhadap Data Analytics sebenarnya sudah tumbuh sejak ia mulai mengeksplorasi bidang ini secara mandiri. Ia mempelajari beberapa keterampilan seperti Excel, Python, dan SQL.

Namun, belajar sendiri punya keterbatasan: ia tidak selalu bisa memastikan apakah pemahamannya sudah tepat atau bagaimana materi tersebut diterapkan dalam situasi nyata.

Karena itu, Handi memutuskan mengikuti Bundle Bootcamp Data Analyst dan Sertifikasi BNSP Data Analyst dari DQLab. Salah satu hal yang ia pertimbangkan adalah kesempatan belajar melalui live class, sehingga peserta bisa berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan mentor.

“Belajar sendiri itu sifatnya satu arah, kita nggak tahu pemahaman kita sudah benar atau belum. Plus, use case nyata di lapangan belum tentu terpapar dengan jelas. Di DQLab, adanya interaksi langsung membuat proses belajar jadi jauh lebih efektif,” ungkap Handi.

Ia juga mengapresiasi sistem pembelajaran DQLab yang mengintegrasikan materi, rekaman kelas, kuis, dan tugas dalam satu platform. Menurutnya, hal ini membuat proses belajar lebih praktis karena peserta tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mengakses kebutuhan belajarnya.

Selain pengalaman belajar, sertifikasi resmi juga menjadi pertimbangan penting bagi Handi. Baginya, mengikuti pelatihan perlu diimbangi dengan bukti kompetensi yang bisa mendukung personal branding profesional.

Portofolio dan sertifikasi yang relevan dapat membantu menunjukkan bahwa keterampilan yang dipelajari bukan sekadar tercantum di CV, tetapi juga didukung oleh bukti kompetensi yang lebih konkret.

4. Tiga Tips Memilih Bootcamp dan Sertifikasi ala Handi

Memilih bootcamp bukan cuma soal materi yang menarik atau sertifikat yang bisa didapat. Berdasarkan pengalamannya, Handi membagikan tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan program belajar.

1) Riset penyedia program sebelum mendaftar

Sebelum mendaftar, Handi menyarankan calon peserta untuk mengenal lebih jauh penyedia program dan layanan yang ditawarkan.

“Sebagai konsumen, kita nggak boleh banyak termakan janji manis,” ungkap Handi.

Memahami informasi program sejak awal dapat membantu calon peserta mengetahui apa yang akan dipelajari dan menyesuaikan ekspektasi dengan program yang dipilih.

2) Kenali tujuan belajar dan cek kurikulumnya

Handi juga mengingatkan pentingnya memahami tujuan belajar sebelum memilih program.

“Kita tahu dalam diri kita, ekspektasi kita sebelum dan sesudah belajar di sini itu apa,” jelasnya.

Tentukan keterampilan yang ingin dikuasai, lalu cocokkan dengan silabus dan kurikulum program. Dengan begitu, kamu bisa memilih bootcamp yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan arah pengembangan dirimu.

3) Pastikan sertifikasinya resmi dan perhatikan dukungannya

“Pilih yang ada authorized official-nya, ya. Itu penting,” tegas Handi.

Selain mempertimbangkan kejelasan dan kredibilitas sertifikasi yang ditawarkan, calon peserta juga perlu memperhatikan dukungan selama proses pembelajaran. Misalnya, respons tim admin dan kesempatan untuk bertanya ketika menemui kesulitan.

Menurut Handi, penting untuk melihat apakah pertanyaan peserta benar-benar diakomodasi, termasuk ketika kelas berlangsung secara online.

Memperluas perspektif profesional bisa dimulai dengan mempelajari keterampilan baru. Bagi Sahabat DQ yang ingin mulai memahami Data Analytics dan penerapannya dalam mendukung keputusan bisnis, memilih program belajar yang sesuai bisa menjadi langkah awal.

Tertarik memperluas perspektif bisnis lewat Data Analytics seperti Handi? kenali Bundle Bootcamp Data Analyst DQLab dan mengembangkan kompetensi melalui Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst.

Yuk, mulai kembangkan potensimu bersama DQLab!

Penulis: Agnes Nurlisa

Nama Member Komang Handi Dwi Darma Santhi
Alumni Program Program Bootcamp Data Analyst & Sertifikasi BNSP
Karir Entrepreneur
Foto

https://dqlab.deemka.com/cache/3df7e6ad96c98d96d05cc1bacd391b5c_size300x0_653d6ce3c9cc.jpeg

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini