Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

PostgreSQL : Tools Penting untuk Data Scientist

Belajar Data Science di Rumah 26-Januari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/507483da0af9b45ff724026fe8cdb86c_x_Thumbnail800.jpeg

Data scientist bertanggung jawab untuk mengolah data menjadi sebuah pola, trend, atau prediksi yang mampu membantu mengambil keputusan lebih baik. Sedangkan data yang perlu diolah tentunya memiliki skala yang besar. Penting bagi seorang data scientist untuk dapat menggunakan tools berkaitan dengan manajemen database. Ada banyak tools yang tersedia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya PostgreSQL.


Data scientist memerlukan PostgreSQL sebagai tools manajemen database karena kemampuannya memproses query yang kompleks. Selain itu, PostgreSQL juga mendukung bentuk file dengan bahasa pemrograman lainnya sehingga mudah diintegrasikan. Apa saja kelebihan lain dari PostgreSQL? Mengapa tools ini penting untuk data scientist? Yuk simak penjelasan berikut!


1. Mengenal PostgreSQL

Data Scientist

PostgreSQL adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dikembangkan oleh Berkeley Computer Science Department dan bersifat open source, atau gratis. Manajemen database ini dapat mengolah data dalam tabel yang memiliki relasi satu sama lain dan dapat digunakan secara gratis serta bebas dimodifikasi. PostgreSQL adalah database yang banyak digunakan pada web app, aplikasi mobile, dan aplikasi analytics. Itulah kenapa aplikasi yang membutuhkan pengolahan data yang lebih kompleks akan lebih cocok menggunakan postgreSQL.


PostgreSQL juga memiliki struktur client/server seperti halnya database lainnya. Penjelasannya sebagai berikut. 

  • Proses server, di antaranya mengelola berkas database, menerima dan mengizinkan user untuk mengakses koneksi terhadap database melalui aplikasi yang terinstal pada perangkat komputer user.

  • Proses client, user menggunakan aplikasi untuk mengakses database di server, aplikasi tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, bisa sebagai aplikasi/tool yang berorientasi teks (text-oriented), aplikasi yang grafikal (dengan GUI), sebuah web server yang mengakses database untuk menampilkan halaman web, atau sebuah aplikasi pengelola database khusus seperti Navicat, HeidiSQL, atau pgAdmin.


Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


2. Fungsi PostgreSQL

Data Scientist

Fungsi dasar PostgreSQL sebagai RDBMS adalah sebagai basis data dengan dukungan tipe data yang fleksibel. Untuk menggunakan PostgreSQL sebagai database independen tanpa terhubung dengan aplikasi apapun, maka user memerlukan aplikasi front-end seperti pgAdmin atau HeidiSQL, atau bisa juga menggunakan CLI (command line interface) untuk melakukan query secara manual.


Fitur kunci dari PostgreSQL adalah membantu pengembang aplikasi (developer) untuk membangun aplikasi berbasis database client/server, serta membantu administrator database dalam menjamin keamanan perangkat aplikasi dengan melindungi integritas data. Pengelolaan berkas database dari sisi client atau server tentu masing-masing memiliki sisi-sisi kapabilitas yang berbeda. Berikut fitur-fitur canggih pada PostgreSQL yang sangat bermanfaat bagi developer.

  • Memiliki mekanisme locking atau penguncian.

  • Mendukung kolaborasi file dengan bahasa pemrograman lainnya.

  • Fungsionalitas Server-Side Programming yang lengkap.

  • Replikasi SSL berbasis trigger dan log.

  • Berorientasi objek.


Baca juga : Yuk Kenal Role Data Scientist, Profesi Menarik Dengan Gaji Besar


3. Kelebihan PostgreSQL

Data Scientist

Berikut sejumlah kelebihan yang dimiliki oleh PostgreSQL sebagai database.

  • Gratis dan open-source, artinya user tidak akan dituntut membayar apapun selama menggunakan RDBMS ini.

  • Kinerja serta performa PostgreSQL sangat baik pada sistem yang menuntut eksekusi kueri-kueri yang kompleks.

  • PostgreSQL bekerja sangat baik dengan aplikasi BI (Business Intelligence), serta lebih cocok lagi digunakan untuk mengelola data warehousing dan analisis aplikasi yang memerlukan kecepatan read-write data yang cepat.

  • Sistem RDBMS yang ideal untuk mengelola data finansial perusahaan, karena secara penuh tunduk pada kaidah ACID yang mana hal tersebut sangat cocok untuk OLTP (Online Transaction Processing).

  • PostgresQL sudah mendukung untuk framework website modern seperti Django dan node.js.


4. Kelemahan PostgreSQL

Data Scientist

Setiap tools tentunya juga memiliki beberapa kelemahan, tidak terkecuali PostgreSQL. Berikut sejumlah kelemahan yang dimiliki PostgreSQL.

  • Performa PostgreSQL dalam skala metrik, kecepatannya masih kalah unggul dari MySQL.

  • Perawatan dan perbaikan sistem berkaitan dengan RDBMS ini menuntut usaha dan kerja lebih banyak daripada ketika berhadapan dengan MySQL, karena sistem PostgreSQL menuntut kompatibilitas.

  • Tidak semua stack development mendukung PostgreSQL, sehingga akan membutuhkan usaha dan kerja ekstra untuk melakukan pengujian ataupun development website secara localhost.

  • Dibandingkan dengan MySQL, PostgreSQL agak kurang cocok digunakan dalam pekerjaan seputar lingkungan website. Ini adalah salah satu penyebab mengapa sejumlah user menilai PostgreSQL kurang populer atau tidak cukup baik untuk digunakan.

  • Physical database (table) filenya tidak serapi MySQL.


Untuk dapat menggunakan PostgreSQL, tentunya kalian juga perlu lancar dan mahir dalam menuliskan query SQL bukan? Nah, kalian bisa mulai belajar SQL dan bahkan bahasa pemrograman lainnya seperti R, Python di DQLab. Website DQLab akan membantu kalian yang pemula bahkan tanpa background IT sekalipun untuk mampu menguasai semua tools data scientist. DQLab memiliki modul yang mudah diikuti, Live Code Editor yang langsung bisa digunakan, serta kumpulan studi kasus yang memperkuat pemahaman kalian di berbagai industri. Yuk segera Sign Up dan siapkan diri menjadi data scientist profesional!


Penulis: Dita Feby

Editor: Annisa Widya

 

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login