DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 17 Jam : 40 Menit : 21 Detik

Profesi Data Scientist, Hottest Job Abad 21

Belajar Data Science di Rumah 24-Desember-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2a3b6fed84a43c0b8df42482cbf517e3_x_Thumbnail800.jpg

Akhir-akhir ini, profesi Data Scientist menjadi profesi favorit dan kekinian di kalangan industri data. Selain julukan “the sexiest job of the 21st Century” yang telah disebutkan oleh Harvard Business Review, ada lagi julukan “Hottest Job” atau posisi yang sedang “hot” dari Eden Smith. Hottest Job sendiri menggambarkan bahwa profesi Data Scientist masih terus meningkat permintaannya hingga saat ini. Maka demikian, tidak heran jika profesi ini juga “hot” dari segi salary karena profesi yang terbilang langka dan sangat dihargai. IBM baru-baru ini menerbitkan sebuah studi yang menemukan bahwa dunia membutuhkan 28% ilmuwan data di seluruh dunia pada tahun 2020 untuk memenuhi permintaan profesi Data Scientist yang meningkat. Walaupun dunia saat ini masih diselimuti pandemi COVID-19, tampaknya tidak menggoyahkan profesi ini untuk selalu eksis karena sejalan dengan data yang selalu update setiap waktu.


Dikutip dari Analytics Insight, Data Scientist dapat menjadi berbagai peran pekerjaan mengingat dasar pengetahuan dan keterampilan mereka yang luas dalam matematika, statistik, dan pemrograman. Profesi Data Scientist dapat memungkinkan mereka menggunakan keterampilan data mereka untuk mengarahkan keputusan bisnis yang bijak di hampir setiap industri.. Hal ini dikarenakan semua jenis organisasi atau perusahaan saat ini lebih bergantung pada data untuk mengelola bisnis mereka. Dikutip dari sebuah kata bijak yang dikatakan oleh Kees Groeneveld, seorang Data Scientist dan Artificial Intelligence mengungkapkan bahwa “the data science profession is popular, successful and maturing”. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan mengulas profesi Data Scientist sehingga dijuluki sebagai profesi yang sedang “hot” pada abad ke-21. Biar tidak penasaran lagi, simak selengkapnya postingan ini dan pastikan kalian baca artikelnya sampai habis ya!


1.Role Data Scientist 

Peran data scientist dalam bisnis mirip dengan chili flakes (bubuk cabe) dalam pizza. Kalian mungkin berpikir jika tidak menginginkannya karena pedas, tetapi ketika kalian menambahkannya, pizza akan terasa lebih enak dan lezat. Seorang Data Scientist membawa keahlian dan pengetahuan dari berbagai latar belakang seperti matematika, statistik, pemodelan algoritma, machine learning, analytics, komunikasi, dan pengetahuan bisnis. Dengan keterampilan tersebut, dia mendapatkan wawasan dari potongan data yang sangat besar dan menyajikannya kepada tim manajemen dengan solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi serta masukan dan strategi bisnis untuk mempersiapkan masa depan suatu bisnis.


Seorang Data Scientist mengekstrak data dari berbagai sumber, menggunakan alat analisis untuk menganalisis data, mengungkap wawasan dari suatu gejala atau fenomena bisnis, memvisualisasikannya untuk interpretasi dan menyajikannya kepada tim manajemen untuk menyusun strategi bisnis kedepan. Nilai yang dibawa oleh data scientist ke dalam organisasi tidak ada bandingannya. Sementara departemen lain bekerja untuk mengembangkan dan mengirimkan produk dan layanan, penjualan, layanan pelanggan, dan lainnya. Seorang data scientist bertindak sebagai jembatan di antara mereka semua (departemen lain dan tim manajemen) dan melihat apakah produk atau layanan yang dikirimkan sampai kepada pelanggan.


Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


2.Permintaan dari Berbagai Lini Industri 

Menurut Thinknum, lowongan pekerjaan Data Scientist dari 5.000 perusahaan, termasuk Apple, Amazon, dan Walmart, meningkat dari 800 pada 2017 menjadi 350.000 pada Maret 2019. Meskipun ada spekulasi bahwa salah satu alasan peningkatan jumlah posisi Data Scientist yang tersedia adalah karena hanya mengubah nama peran yang sebelumnya diberi label "analis", IBM meluncurkan laporan yang menyoroti bahwa peran tersebut memerlukan keterampilan yang terkait dengan machine learning dan big data. Mereka juga memperkirakan bahwa pada tahun 2020 permintaan akan meningkat sebesar 28%. Permintaan Data Scientist ini juga beragam di seluruh industri. Pada tahun 2020, hampir semua orang membutuhkannya. Kita ambil contoh industri kesehatan. Penelitian yang dilakukan data scientist dan data analyst digunakan untuk mendeteksi peluang baru dalam kaitannya dengan perawatan dan diagnosis khususnya berkaitan dengan Pandemi Covid-19 mulai angka kematian, risiko COVID-19 angka positif dan lain-lain. 


IBM mengembangkan chatbot, dari pemrosesan teknologi AI, untuk menjawab pertanyaan umum terkait Covid-19 yang mengurangi jumlah panggilan yang diterima layanan kesehatan terkait penyakit tersebut. Selain itu, di Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, algoritma AI yang digunakan untuk mengidentifikasi kanker dari rontgen dada telah diubah untuk mengidentifikasi pneumonia, terkait dengan Covid-19. Artinya, pasien yang kemungkinan besar menderita penyakit terkait Covid-19 diprioritaskan untuk pengujian lebih lanjut dan mereka yang diduga mengidap virus dapat diisolasi untuk mengurangi penyebaran. Selain itu dalam sebuah artikel yang diluncurkan oleh Dataversity, telah menyatakan bahwa sekitar 50% bisnis baru pada tahun 2020 akan menggunakan Artificial Intelligence untuk memanfaatkan data waktu nyata dan memandu keputusan bisnis mereka. Dengan keberadaan data scientist, memang membawa peluang seperti meninjau teknologi saat ini dan mengidentifikasi cara menjadi lebih efisien dalam menghadapi ketidakpastian yang ada melalui eksplorasi data. 


Baca juga : Yuk Kenal Role Data Scientist, Profesi Menarik Dengan Gaji Besar


3.Prospek Kerja dan Salary Gaji Data Scientist 

Membandingkan gaji rata-rata dengan jumlah total lowongan pekerjaan menunjukkan bahwa Data Scientist adalah pekerjaan business analytics terpanas di California, Amerika Serikat. Pekerjaan ini memiliki gaji rata-rata yang menguntungkan $ 147.179 dan menawarkan lebih dari 2.700 lowongan pekerjaan di seluruh negara bagian. Dilansir dari Glassdoor, sebuah situs pencari kerja Amerika Serikat mengungkapkan pekerjaan Data Scientist adalah pekerjaan yang sedang hype saat ini. Dan yang tak kalah menarik adalah besaran gaji yang bisa didapat oleh seorang data scientist. Menurut Glassdoor, gaji rata-rata seorang data scientist di Amerika Serikat, bisa mencapai US$ 110.000 atau sekitar Rp 1,46 miliar. Di Indonesia sendiri, tren pekerjaan Data Scientist juga menunjukkan permintaan yang besar. Salah satu situs pencari kerja populer di Indonesia, Kalibrr pada bulan Desember 2018, menyebutkan keyword pekerjaan data scientist muncul sebanyak 1535 lowongan baik di Indonesia maupun Singapura. Selain data scientist, banyak tawaran pekerjaan yang mulai bermunculan dengan kaitan ilmu data science seperti Data Analyst, Machine Learning Engineers, Database Administrator dan lain-lain.


4. Yuk Mulai Belajar Data Science Sekarang!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industri data yang sebenarnya! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

1.Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2.Akses module Introduction to Data Science

3.Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

4.Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis: Reyvan Maulid Pradistya


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!