PROMO BACK TO SCHOOL, HEMATNYA SERU! DISKON 95% + Cashback*
Cuma Rp 159K bisa belajar data science 6 bulan
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 18 Jam 46 Menit 38 Detik 

Python IDE dan Editor Kode Terbaik yang Digunakan oleh Developer

Belajar Data Science di Rumah 01-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/fd206a5cb1d0ab873946a418752edfb3_x_Thumbnail800.png

Python adalah bahasa pemrograman yang populer digunakan oleh para developer. Python menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan developer membangun program baik berupa aplikasi ataupun website. Bahasa pemrograman Python juga dikenal mampu memudahkan proses data science. Para praktisi data bisa menggunakan berbagai library yang dapat digunakan untuk keperluan data science. Machine learning yang merupakan bagian dari data science juga dapat dibangun menggunakan Python. Beberapa keunggulan Python yaitu fleksibel, mudah dipahami dan dipelajari, bersifat cross-platform, dan dapat di install di banyak sistem operasi. 


IDE (Integrated Development Environment) merupakan program komputer yang memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi atau website. Setiap IDE mempunyai tools yang berbeda, teks editor untuk penulisan kode, tools untuk melakukan kompilasi serta debugger untuk menunjukkan error yang mungkin terjadi pada program. Beberapa IDE berisi tools yang lebih canggih daripada IDE lainnya seperti untuk membangun Artificial Intelligence (AI). Sedangkan editor kode (code editor) mirip dengan IDE hanya saja lebih ringan. Editor kode memiliki tools untuk menuliskan kode dan bug catching yang sederhana. Namun editor kode tidak berisi tools-tools yang kompleks seperti pada IDE. adapun fitur-fitur penting yang terdapat pada IDE dan editor kode yaitu syntax highlighting, automatic code formatting, debugging, build automation, save dan reload. Ada beberapa Python IDE dan editor kode yang digunakan developer untuk membangun aplikasi, website, maupun untuk data science. Apa saja ya? Yuk, simak di bawah ini!


1. IDLE

IDLE (Integrated Development and Learning Environment) dirilis oleh Guido Van Rossum pada bulan Desember 1998 untuk pengembangan Python. IDLE sangat cocok digunakan untuk pemula karena merupakan IDE yang sederhana. IDLE terdiri dari editor teks multi-window, auto-completion, syntax highlighting, smart indentation, dan debugger yang terintegrasi. Ketika menginstall Python, IDLE secara otomatis akan terpasang pada perangkat. Keunggulan IDLDE diantaranya yaitu bisa digunakan untuk menjalankan satu statement, membuat, menjalankan, memodifikasi, dan menjalankan script Python. Sedangkan kekurangannya salah satunya yaitu Python tidak tersedia secara default dalam distribusinya untuk Linux. 


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. PyCharm 

PyCharm merupakan IDE yang menonjol dari segi produktivitasnya. PyCharm dibuat oleh JetBrains yang dikenal sebagai perusahaan yang baik dalam  membuat tools untuk software development. Terdapat tiga versi PyCharm yaitu versi Komunitas berlisensi Apache dan versi Edu (Pendidikan) yang bersifat gratis, serta versi Professional yang berbayar. Versi Komunitas memiliki fitur yang berbeda seperti auto-completion dan verifikasi kode secara langsung. Sedangkan pada versi Professional yang berbayar memiliki fitur yang lebih canggih dan banyaknya framework penting seperti Intelligent Editor, Debugger, Refactoring, Inspection, dan masih banyak lainnya. Namun PyCharm juga memiliki kekurangan yaitu waktu pemuatan yang cenderung lambat. Jika RAM komputer kurang dari 4GB, maka kemungkinan bisa terjadi lag.


3. Visual Studio Code

Visual Studio Code merupakan editor kode yang dikembangkan oleh Microsoft yang dapat dipasang di berbagai sistem operasi. Software ini diterbitkan pada 29 April 2015 dan bersifat open source di bawah lisensi MIT. Di Github, VS Code merupakan proyek Microsoft tertinggi sehingga meningkatkan popularitasnya sebagai editor kode. Kita bisa menambahkan bahasa pemrograman ke dalam environmentnya seperti Python. Cara menggunakan VS Code cukup mudah, kamu cukup download VS Code dan install plugin yang sesuai untuk menyesuaikan environment. VS Code secara keseluruhan dibuat dengan sangat baik dengan menawarkan arsitektur berbasis ekstensi. Adapun keunggulan VSCode yaitu antara lain memiliki lebih dari 4700 ekstensi, code management machine yang kuat, IntelliSense yang kuat, konsol debugging dan terminal untuk menjalankan perintah server, serta dapat mengimpor pintasan keyboard dari editor Python lain seperti Sublime Text atau Atom. Sedangkan kekurangannya adalah kita akan mengalami kesulitan untuk menemukan ekstensi yang sesuai karena jumlah ekstensi yang sangat banyak. 


4. Spyder

Spyder merupakan IDE open source dan cross-platform di bawah lisensi non copy-left. Spyder dibuat oleh Pierre Raybaut pada 2008 dan pada awalnya bernama Pydee. Kemudian sejak 2012, Python yang memelihara Spyder. Spyder memiliki fitur-fitur dasar seperti syntax highlighting dan auto-completion serta terintegrasi dengan banyak library Python seperti Matplotlib, Scipy, Numpy, Pandas, dan sebagainya. Spyder menawarkan banyak fitur diantaranya yaitu interactive console, documentation viewer, variable explorer, file explorer, find in filfiles, dan history log. Keunggulann Spyder adalah dukungan komunitas yang besar, dokumentasi yang lengkap, dan fitur yang banyak untuk pengembangan. Sedangkan kekurangannya yaitu dependensi pada eksekusi. 


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. Sudah Install Python IDE? Yuk, Mulai Belajar Python Bareng DQLab!

Ketika ingin menjadi seorang praktisi data seperti Data Scientist atau Data Analyst maka bahasa pemrograman Python penting untuk dikuasai. Baik yang berlatar belakang IT ataupun tidak, tetap bisa untuk menjadi praktisi data. Tipsnya yaitu terus berlatih dan mulai membangun portofolio data yang menarik. Bisa menggunakan dataset sederhana yang kamu dapatkan di internet atau melalui web scraping dan bisa juga dari modul-modul yang disediakan oleh DQLab. Python IDE mana yang sudah kamu install di perangkatmu? Yuk, daftar di DQLab.id dan praktikkan modul-modul Python yang tersedia di Python IDE!



Penulis: Dita Kurniasari

Editor: Annissa Widya


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!