Python untuk Data Science : Alasan Mengapa Python Menjadi Bahasa Pemrograman yang Harus Dikuasai dalam Data Science

Python untuk Data Science : Alasan Mengapa Python Menjadi Bahasa Pemrograman yang Harus Dikuasai dalam Data Science

Yovita 19-November-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/a4346a55e3cc7118242da9b0cb6aa00a_100_persen.jpg

Python untuk Data Science menjadi bahasa pemrograman yang wajib dikuasai. Python merupakan bahasa pemrograman yang diciptakan oleh Guido van Rossum. Pada tahun 1991, Python mulai diperkenalkan ke khalayak umum sebagai bahasa pemrograman yang bersifat open source dan ditujukan sebagai general-purpose programming, serta termasuk ke kategori high-level programming language. Wah, ternyata Python udah lama ya adanya, jangan-jangan seumuran yang baca atau bahkan lebih tua?

Meskipun telah ada sejak tahun 1991, namun di Indonesia sendiri Python memang baru booming. Di bagian general-purpose programming, Python digunakan untuk berbagai permasalahan, misalnya data science, penge,bangan aplikasi web atau pun mobile, dan masih banyak lagi. Python ini merupakan bahasa pemrograman yang mudah untuk dibaca dan ditulis oleh manusia, sehingga itulah mengapa bahasa pemrograman ini termasuk ke dalam kategori high-level programming language.

Selain itu, ada beberapa alasan utama mengapa Python wajib dikuasai dalam ilmu Data Science, penasaran kan apa saja alasannya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Dinamically Type

Alasan yang pertama mengapa Python menjadi sesuatu yang wajib dikuasai dalam Data Science adalah karena bahasa pemrograman ini bersifat dinamically type. Apa sih dinamically type ini? Ternyata Python dapat secara otomatis mengubah input yang dilakukan oleh pengguna. Selain itu, Python juga mendukung berbagai paradigma pemrograman, baik itu pemrograman secara fungsional, pemrograman yang object oriented (berbasis objek), atau bahkan secara prosedural.

Baca juga : Python Array : Memahami Kegunaan Array Dalam Python

2. Bersifat Extendible

Alasan yang kedua adalah karena Python bersifat Extendible, yang artinya Python dapat dikembangkan untuk berbagai macam tugas, misalnya pembuatan aplikasi web atau pun desktop, proses analisis data, dll. Selain itu, Python juga terintegrasi dengan baik dengan berbagai macam bahasa pemrograman lainnya dan layanan enterprise. Di bagian – bagian yang mulai melibatkan sumber daya komputasi yang cukup besar, kita dapat menggunakan fungsi yang ada di bahasa pemrograman lain yang bersifat low-level programming language (bahasa pemrograman yang sulit untuk dibaca dan ditulis oleh manusia) namun dikemas menjadi fungsionalitas yang ada di Python.

3. Memiliki Komunitas Besar

Nah, yang terakhir adalah Python memiliki komunitas besar yang terus aktif untuk berkontribusi menyediakan berbagai macam fungsionalitas atau yang sering dikenal dengan third-party library. Di Januari 2020, ada sekitar 214.992 modul third-party yang dapat diakses secara cuma-cuma. Pada dasarnya, third-party library yang tersedia di Python sendiri memang digunakan untuk memungkinkan para dveloper untuk fokus menyelesaikan permasalahan yang ada.

Baca juga : Yuk, Mulai Belajar Data Science dengan Bahasa Pemrograman Python

4. Mulai Terapkan Ilmunya dengan Belajar Data Science bersama DQLab!

Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi masa kini! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2. Akses module Introduction to Data Science

3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

4. Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri 

Editor : Annissa Widya

Share

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!