DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 0 Days 21 Jam : 29 Menit : 31 Detik

Rasakan Kenikmatan Data Science di Industri Makanan

Belajar Data Science di Rumah 11-Februari-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/08ffbf8b604652bccbf85c9329baeb8c_x_Thumbnail800.png

Kehadiran data science dan big data telah mengubah dunia di sekitar kita. Di era digital transformation saat ini, beberapa industri yang lebih menonjol sejalan dengan penggunaan big data. Industri yang berpotensi menggunakan big data sebagai jalan untuk pengambilan keputusan bisnis yakni retail, layanan pelanggan (customer service), usaha konstruksi dan manufaktur. Namun, industri makanan saat ini juga berkembang dengan penggunaan data science dalam melakukan rantai pasok bahan baku maupun barang setengah jadi. Contoh data science dalam industri makanan yaitu melakukan pengamanan rantai pasok ke berbagai kota-kota tujuan, memastikan kualitas makanan memenuhi standar quality control yang ditetapkan. Di negara Australia, industri makanan keberadaannya sangat penting, dimana lebih dari 65% produknya diekspor ke luar negeri. Jadi, terlihat masuk akal untuk melihat teknologi yang memungkinkan industri melakukan pekerjaannya secara efisien dan dalam waktu yang lebih singkat. Bukan menjadi rahasia bahwa era digital transformation, hampir semua hal sangat bergantung pada komponen digital. Penggunaan contoh data science dan kehadiran platform digital digunakan untuk mengumpulkan, menghasilkan dan mengirimkan data. Apalagi, di Indonesia juga pesat perkembangannya dengan penggunaan jasa antar makanan  jasa delivery order. 


Sepanjang pandemi COVID-19 melanda Indonesia, gaya hidup masyarakat Indonesia telah beralih dari dine-in menjadi takeaway. Hal ini dikarenakan bahwa dengan penggunaan pesanan takeaway dapat lebih efisien dan menjalankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Sangat nyata contoh data science dalam industri makanan. Percaya atau tidak, banyak restoran dan penyedia makanan memanfaatkan analisis data untuk merancang inventaris, meningkatkan quality control, dan memenuhi permintaan yang terus berubah. Saat restoran menghapus makanan di menu lama dan menambahkan menu baru, mereka dapat memanfaatkan data perilaku pelanggan, misalnya, untuk membuat hidangan yang akan populer di kalangan pelanggan mereka. Beberapa alat ilmu data bahkan membentuk kreasi penawaran baru dengan mengidentifikasi bahan, bumbu, dan topping berdasarkan tingkat kepuasan pelanggan. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas contoh data science yang diaplikasikan pada industri makanan. Untuk itu, pastikan kalian simak baik-baik dan baca selengkapnya artikel berikut ini.


1.Pengiriman Makanan: Lebih Baik, Lebih Cepat dan Lebih Akurat

Di masa lalu, hanya segelintir penyedia makanan dan restoran yang melakukan jasa delivery order. Namun, saat ini telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir, berkat teknologi modern seperti aplikasi seluler dan analisis data. Percaya atau tidak, faktor logistik sangat menentukan pengiriman yang tepat dan akurat. Terutama jika menyangkut makanan panas yang harus tetap segar selama pengangkutan. Pemilik restoran dapat menggunakan data untuk melacak elemen seperti lalu lintas, cuaca, iklim lokal, rute, dan berbagai faktor seperti konstruksi atau jalan untuk pengiriman. Tapi itu juga berguna dalam pemesanan dan persiapan makanan semacam itu. Konsumen hanya perlu melihat ke layanan restoran online dan mengakses melalui smartphone untuk melihat rekomendasi restoran favorit seperti Chili's, McDonald's, Taco Bell, dan banyak lainnya. Keberadaan AI dan machine learning dapat membantu meningkatkan proses yang ada dengan menganalisis pola dan menghitung atau memprediksi strategi penyampaian dan persiapan yang penting.


Baca juga : Ini yang Akan Kamu Pelajari di Kelas Data Science DQLab!


2.Memprediksi Umur Simpan 

Makanan memiliki umur simpan, yang menyebabkan berubah atau kadaluarsa seiring waktu. Misalnya, anggur menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu tetapi produk segar akan kadaluarsa dalam waktu cepat. Mengelola makanan dan minuman dengan umur simpan yang berbeda merupakan tantangan besar bagi industri karena terdapat prosedur yang berbeda untuk setiap kategori. Misalnya, prosedur untuk anggur sangat berbeda dibandingkan dengan prosedur untuk menangani produk kadaluarsa. Namun dengan menggunakan ilmu data dan analitik, teknisi data dapat memprediksi umur simpan produk dengan memberikan wawasan yang diperlukan untuk mengambil tindakan pencegahan guna mengurangi jumlah produk yang terbuang dan, dalam prosesnya, menghemat uang dan waktu.



Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


3.Menu Berdasarkan Data dan Pembuatan Makanan

Bahkan tanpa melakukan polling konsumen secara langsung, platform seperti media sosial dan aplikasi seluler memungkinkan perusahaan membangun profil pelanggan mereka yang akurat dan tepat. Pemilik restoran dapat menggunakan informasi ini untuk memutuskan apa yang akan ditambahkan atau dihapus dari menu mereka, penawaran spesial apa dan bahkan waktu atau hari apa yang paling menguntungkan. Penggunaan strategis data bersama dengan alat atau sistem analisis sentimen memungkinkan bisnis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang merek, restoran, dan makanan mereka. Media sosial dan situs ulasan telah memungkinkan industri makanan dan minuman melakukan sesuatu yang terbukti sangat sulit dilakukan di masa lalu yaitu analisis sentimen. Dengan menggunakan Natural Language Processing, organisasi dapat menganalisis apa yang orang-orang pasang di media sosial untuk menemukan pola dan tren yang mengungkapkan makanan dan minuman paling populer musim ini. Ini memungkinkan merek, restoran, dan organisasi lain untuk mengetahui tentang resep terbaru yang populer, dan menyesuaikannya. Wawasan akan membantu organisasi menjadi lebih responsif terhadap permintaan konsumen.


4. Yuk, TEMUKAN SUMBER DATA UNTUK BANGUN PORTFOLIO GRATIS DI DQLAB SELAMA 1 BULAN!


Gunakan Kode Voucher “DQTRIAL”, dan simak informasi dibawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher 

  3. Redeem voucher “DQTRIAL” dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi. 

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.

Penulis: Reyvan

Editor : Annissa Widya Davita


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!