PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 3 Jam 51 Menit 9 Detik

Rumus Excel IF pada 3 Kondisi Lengkap dengan Contoh Penggunaan

Belajar Data Science 18-Januari-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/233de97a5e5b8d3dbdea7ecc308e0b02_x_Thumbnail800.jpg

Rumus IF pada excel adalah salah satu fungsi yang dapat digunakan untuk melakukan uji logika. Rumus yang satu ini bersifat dinamis, artinya bisa diubah-ubah format penulisannya berdasarkan jumlah kondisi yang digunakan.


Cara kerja rumus IF adalah dengan melakukan evaluasi sebuah uji logika. Uji ini menghasilkan dua nilai, yaitu TRUE dan FALSE. TRUE akan muncul ketika suatu kondisi terpenuhi sedangkan FALSE merupakan hasil yang akan muncul ketika suatu kondisi tidak terpenuhi.


Rumus IF excel dapat digunakan untuk berbagai industri dan tujuan. Rumus ini juga dapat dikombinasikan dengan rumus excel lainnya sehingga kita bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu yang singkat. Pada rumus ini, kita membutuhkan beberapa kondisi, minimal ada dua kondisi. Bagi sebagian orang, rumus IF merupakan rumus yang cukup sulit karena argumennya yang cukup kompleks.


Namun sebenarnya rumus ini sangat mudah digunakan apabila kita sudah memahami argumen-argumen yang dibutuhkan. Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara menggunakan rumus IF untuk berbagai kondisi.


1. Penulisan Umum Rumus IF

Pada umumnya, rumus IF ditulis sebagai =IF(logical test;.value if true;value if false). Logical test adalah kriteria yang akan diuji. Value if true adalah hasil apabila logical test benar dan value if false adalah hasil apabila logical test salah. Dari rumus dasar ini, kita bisa mengembangkannya dengan berbagai kondisi atau mengkombinasikan dengan rumus lain. Untuk penggunaan rumus IF dengan rumus lain kita bahas pada artikel terpisah ya!


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Penggunaan Rumus IF untuk Dua Kondisi

Coba perhatikan ilustrasi berikut ini!

Pada suatu ujian masuk PTN, peserta akan dinyatakan lulus test apabila score akhirnya lebih dari 250, sedangkan bila nilainya kurang dari 250 peserta tersebut akan dianggap gagal. Untuk mengidentifikasi ribuan peserta yang lulus dan gagal ini, kita bisa menggunakan rumus IF dengan cara menuliskan rumus seperti gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, kita bisa identifikasi jika score akhir lebih dari 250, maka peserta akan lulus ujian sedangkan bila score akhirnya kurang atau sama dengan 250 maka peserta tersebut akan dinyatakan gagal.


3. Penggunaan Rumus IF untuk 3 Kondisi

Rumus IF untuk 3 kondisi secara umum dapat ditulis dengan IF(Kondisi 1;kondisi benar 1;IF(kondisi 2;kondisi benar 2;kondisi salah 2). Nah coba perhatikan rumus untuk kondisi satu dan dua. Pada rumus dua kondisi, hanya satu kondisi yang dimasukkan pada argumen sedangkan pada tiga kondisi hanya dua kondisi yang dimasukkan pada argumen. Jadi, untuk menulis rumus n kondisi, pada rumus kita cukup tuliskan n-1 kondisi pada argumen rumus IF. Agar lebih mudah dipahami, yuk simak ilustrasi berikut!


Pada akhir semester, murid akan menerima hasil belajar mereka. Nilai-nilai hasil belajar akan diklasifikasikan dengan rincian:

  • Jika nilai >= 80, maka dinyatakan "Luar Biasa"

  • Jika nilai <60 maka dinyatakan "Kurang"

  • Jika nilai >= 60 dan <80 dinyatakan "Cukup"

Agar pekerjaan lebih mudah, guru dapat menggunakan rumus IF dengan cara berikut

Nah dari gambar di atas, terlihat bukan jika nilai siswa lebih atau sama dengan 80 maka secara otomatis keterangan akan tertulis luar biasa, jika nilai berada pada rentang 80 sampai 60 maka akan tertulis cukup, dan jika kurang dari 60 akan tertulis kurang.


4. Penggunaan Rumus IF untuk 4 Kondisi

Secara umum, rumus IF untuk 4 kondisi bisa ditulis dengan =IF(kondisi1;jika_kondisi_benar;IF(kondisi2;jika_kondisi_benar2;IF(kondisi3;jika_kondisi_benar3;jika_kondisi_salah3))). Agar lebih mudah dipahami, yuk simak ilustrasi berikut.


Misalnya, pada sebuah ujian nilai siswa terbagi menjadi 4 yaitu A, B, C, dan D dengan ketentuan

  • Jika nilai >=80 maka mendapatkan nilai A

  • Jika nilai >=70 dan nilai <80, maka mendapatkan nilai B

  •  jika nilai >=60 dan nilai <70, maka mendapatkan nilai C

  • jika nilai < 60 maka mendapatkan nilai D

Jika seorang guru mengajar 3 kelas dengan satu kelas berisi 35 sampai 40 murid, akan sangat melelahkan apabila mengkonversi nilainya secara manual. Untungnya, ia dapat menggunakan rumus IF dengan menuliskan 

 


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


5. Eksplor Berbagai Rumus Excel Bersama DQLab

Bagaimana, mudah bukan menggunakan rumus IF excel? Selain rumus IF, ada banyak rumus excel lainnya yang bisa meringankan pekerjaanmu, loh! Yuk eksplor berbagai rumus excel yang lain bersama DQLab! Klik button di bawah ini untuk mengakses berbagai modul excel dari DQLab dan kerjakan setiap challengenya agar pemahaman excel kamu lebih meningkat. Selamat belajar!


Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login