[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 18 Jam 37 Menit 6 Detik 

Siap Berkarir Menjadi Data Analyst? Ini 4 Media untuk Portofolio Data

Belajar Data Science di Rumah 07-Maret-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d354250e9649f196ac8ac7b68a9a3fce_x_Thumbnail800.jpg

Data Analyst merupakan salah satu profesi yang lahir dari perkembangan teknologi digital. Dimana perkembangan ini ternyata menghasilkan banyak data. Data-data yang ada ini tentu harus dimanfaatkan dengan cara yang benar, akan insight yang bisa didapatkan sesuai bisa menjawab permasalahan yang ada. Perusahaan yang berasal dari berbagai sektor industri mulai menyadari bahwa data merupakan bagian penting yang bisa membantu pembuatan keputusan agar menjadi lebih objektif. Sehingga dibutuhkan praktisi data yang benar-benar mumpuni di bidang ini.


Menjadi seorang praktisi data terbilang susah-susah-gampang. Jika kamu sudah memahami polanya, maka pekerjaan tersebut akan terasa mudah dikerjakan namun tetap akan ada tantangannya tersendiri. Portofolio menjadi salah satu hal yang bisa membuktikan seberapa jauh kemampuan mu di bidang data. Sehingga untuk membuka peluang yang lebih besar sebagai praktisi data, kamu harus menyiapkan portofolio. Tapi portofolio ini bisa dibuat di mana aja ya? Eits, tenang dulu karena di artikel ini, DQLab telah merangkum berbagai media yang bisa kamu manfaatkan sebagai tempat untuk membuat portofolio mu. Apa saja sih? Yuk, simark artikelnya!


1. Website Pribadi

data analyst


Salah satu media yang bisa dijadikan tempat untuk membuat portofolio adalah website pribadi. Kamu dapat menampilkan berbagai portofolio yang bisa menggambarkan skill mu, misalnya tentang analisis data yang berhubungan dengan statistika, dashboard, dan hal-hal lainnya yang bisa menjadi nilai tambah untukmu. Jangan lupa, kamu juga harus memberikan penjelasan tentang siapa kamu dan juga kontak yang bisa dihubungi. Salah satu contoh orang yang memanfaatkan website pribadi sebagai media untuk membuat portofolionya adalah Claudia Ten Hoope.


data analyst

Claudia yang merupakan freelance Data Analyst dan Data Scientist juga menjelaskan apa saja hal yang bisa ia kerjakan, sehingga orang yang akan menggunakan jasanya bisa paham apakah ia sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Karena biasanya, para pekerja tidak akan punya waktu yang banyak untuk menelusuri lebih jauh. Hal ini mungkin bisa diadaptasi dalam pembuatan portofolio mu, membuatnya secara ringkas, jelas, dan mudah dipahami. Untuk melihat portofolio lengkap dari Claudia ini, kalian bisa mengunjungi nya langsung di: 


Claudia Portofolio


Baca juga : Kenali Perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer


2. GitHub

data analyst

Media lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk membuat portofolio adalah GitHub. Media ini termasuk tempat pembuatan portofolio yang paling sering digunakan oleh praktisi data. Kamu bisa menuliskan coding mu serta penjelasannya. Meskipun tidak sefleksibel website pribadi, namun itu tentu tidak akan mengurangi nilai dari portofolio mu, kok. Salah satu contoh yang menggunakan GitHub sebagai tempat menulis portofolionya adalah Tim Hopper. Saat ini, ia bekerja sebagai seorang Data Scientist Architect di DTN. Kamu bisa melihat portofolio lengkapnya di:

Tim Hopper Portofolio di GitHub 


3. Medium

data analyst


Medium juga bisa menjadi salah satu media yang dimanfaatkan untuk pembuatan portofolio. Medium merupakan salah satu wadah yang memungkinkan para penggunanya menuliskan portofolionya dalam bentuk artikel. Kamu bisa menambahkan gambar, link dan juga coding untuk melengkapi penjelasanmu. Portofolio yang berbentuk artikel akan memudahkan kamu untuk menjelaskan detail dari project yang sudah dikerjakan. Hal ini akan menunjukkan bahwa kamu memang benar-benar mengerti dengan apa yang sedang kamu tulis. Media ini juga banyak digunakan oleh orang-orang yang akan bekerja sebagai praktisi data atau pembuat content yang berhubungan dengan data.


Salah satu contoh orang yang memanfaatkan Medium sebagai tempat untuk membuat portofolionya adalah Harrison Jansma, yang saat ini bekerja sebagai Data Process Manager di Capital One.

Portofolio Harrison Jansma di Medium


4. Tableau Public

data analyst

Media lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk membuat portofolio adalah Tableau Public. Disini kamu bisa membuat portofolio yang berbentuk dashboard Tableau. Data visualisasi dan dashboard merupakan bagian terpenting dari pekerjaan seorang Data Analyst, sehingga portofolio dalam bentuk dashboard juga pasti akan dibutuhkan. Salah satu orang yang memanfaatkan Tableau Public sebagai portofolio nya adalah Naledi Hollbruegge yang merupakan seorang Consulting Data Analyst.

data analyst


Portfolio lengkapnya bisa diakses disini.


Baca juga : Data Analyst vs Data Scientist, Yuk Kenali Perbedaannya


5. Yuk, Buat Portofolio Mu dengan Mengerjakan Project di DQLab!

Kamu sebagai calon praktisi data juga harus memiliki portofolio data untuk meningkatkan nilai jual mu di mata recruiter. Nah, kalau kamu bingung mau mengerjakan apa untuk menjadi portofolio mu, kamu bisa memanfaatkan berbagai project yang telah disediakan oleh DQLab dalam berbagai bahasa pemrograman. Selain bisa digunakan untuk membuat portofolio, mengerjakan project juga bisa menguji kemampuanmu. Nah, untuk mengerjakan project caranya gampang banget, kamu cukup mendaftarkan dirimu sebagai member di DQLab.


Tunggu apa lagi? Yuk, bangun portofolio mu dan jadi praktisi data yang profesional di bidangnya!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!