FLASH PROMO!! AKSES PAKET DATA SCIENCE 6 BULAN 180K!
Diskon Spesial 90% + 50% Belajar Data Science Bersertifikat
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 4 Jam 49 Menit 15 Detik 

Statement IF Pada Python, Salah Satu Function Krusial yang Harus Dikuasai Pemula

Belajar Data Science di Rumah 30-November-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d4f1d513c593c35624e075a6611bccb6_x_Thumbnail800.png

Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang umumnya akan ada di kualifikasi yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Data Scientist. Meskipun telah diciptakan sejak tahun 1991, di tahun 2021 Python berhasil menjadi bahasa pemrograman terpopuler di dunia. Berdasarkan laporan yang diberikan œTiobe Programming Community Index di Oktober 2021, Python berhasil menempati bahasa pemrograman terpopuler dengan jumlah pencarian sebanyak 11.27%, menggantikan posisi bahasa C yang sebelumnya berada di posisi pertama.


Python digunakan karena Python termasuk salah satu bahasa pemrograman yang terbilang cukup fleksibel untuk mengerjakan berbagai pekerjaan, termasuk yang berhubungan dengan Data Science. Salah satu fungsi yang sering digunakan adalah fungsi yang berhubungan dengan statement logika, seperti IF, IF ELIF, IF ELSE, dan sebagainya. Meskipun terlihat sederhana dan tidak begitu penting, fungsi ini termasuk salah satu fungsi yang cukup krusial sehingga harus dikuasai termasuk oleh pemula sekalipun. Penasaran kan gimana penjelasan lebih lanjutnya? Yuk, simak artikelnya!


1. Python Condition

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam penggunaan fungsi IF, kita harus mengetahui kondisi apa saja yang ada di dalam Python. Umumnya kondisi-kondisi ini berhubungan dengan logika matematika, yaitu:

  • Sama Dengan : a == b

  • Tidak Sama Dengan : a != b

  • Lebih Besar : a > b

  • Lebih Besar Sama Dengan : a >= b

  • Lebih Kecil : a < b

  • Lebih Kecil Sama Dengan : a <= b


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. Statement IF

Fungsi IF yang paling sederhana di Python hanya akan diikuti oleh Statement IF. Agar lebih paham, berikut adalah contohnya:

a = 44

b = 250

if b > a:

  print("b is greater than a")

Berdasarkan contoh di atas, output yang akan muncul adalah œb is greater than a karena memenuhi kondisi yang telah didefinisikan sebelumnya, yaitu b yang bernilai 250 lebih besar dari a yang bernilai 40. Namun yang tidak kalah penting untuk diperhatikan indentation (baris yang menjorok ke dalam) dari perintah print. Jika penulisan indentation tidak sesuai, maka hasilnya bisa error. Misalnya:

a = 44

b = 250

if b > a:

print("b is greater than a") # you will get an error

Maka hasil yang akan didapatkan adalah:

File "demo_if_error.py", line 4

    print("b is greater than a")

        ^

IndentationError: expected an indented block


3. Statement IF ELIF

Jika pada statement IF kita hanya memiliki satu kondisi, maka di statement IF ELIF memungkinkan kita untuk memiliki lebih dari satu kondisi. Jika kondisi IF pertama tidak memenuhi, maka kita bisa menggunakan kondisi yang ada di ELIF. Agar lebih mengerti, berikut contohnya:

a = 50

b = 50

if b > a:

  print("b is greater than a")

elif a == b:

  print("a and b are equal")

Berdasarkan code di atas, kondisi yang pertama, jika nilai b lebih besar dari nilai a, maka yang akan muncul di outputnya adalah œb is greater than a. Namun jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka program akan langsung mencoba kondisi kedua yaitu jika nilai a sama dengan nilai b, maka yang akan muncul adalah œa and b are equals. Karena a dan b sama-sama bernilai 50, maka outputnya adalah œa and b are equals.


4. Statement ELSE

Statement ELSE dalam IF akan digunakan jika kondisi lain yang telah disebutkan tidak ada yang memenuhi, maka statement yang ada di ELSE lah yang akan di proses. Penggunaan ELSE bisa digabungkan dengan IF dan ELIF atau hanya dengan IF. Jika kondisi yang ditentukan hanya ada satu serta keadaan selain yang ditentukan akan mengoperasikan nilai ELSE, maka kita cukup menggunakan IF dan ELSE. Sementara jika kondisi yang ditentukan lebih dari satu, maka kita juga perlu menggabungkannya dengan ELIF. Berikut contohnya:

a = 250

b = 44

if b > a:

  print("b is greater than a")

elif a == b:

  print("a and b are equal")

else:

  print("a is greater than b")

Berdasarkan code di atas, kondisi pertama adalah jika b lebih besar dari a maka akan dimunculkan œb is greater than a. Kondisi kedua adalah jika a sama dengan b maka akan dimunculkan œa and b are equal.  Sementara jika kedua kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka yang akan ditampilkan adalah œa is greater than b. Nilai a adalah 250, sementara nilai b adalah 44, yang artinya kedua kondisi yang telah dijabarkan tidak ada yang terpenuhi, maka kondisi yang akan dijalankan adalah kondisi yang ada di statement ELSE, yaitu œa is greater than b.


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. Belajar Bahasa Python dengan DQLab, yuk!

Selain belajar Python secara otodidak, kamu juga bisa memanfaatkan kursus online seperti DQLab yang menyediakan banyak materi tentang Python. Modul itu akan bisa kamu akses jika bergabung menjadi member premium DQLab. Namun jika kamu tertarik untuk mencoba free modul, kamu masih bisa menikmatinya, kok. Kamu bisa mengakses modul œIntroduction to Data Science with Python secara gratis dan tetap mendapatkan sertifikat setelah berhasil mengerjakannya. Yuk, tunggu apa lagi? Buruan sign up di DQLab dan nikmati modul-modul yang ada!


Penulis: Gifa Delyani Nursyafitri

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :