Tak Lagi Mengukur Ruang, Kini Mengukur Data: Perjalanan Lulusan Arsitektur di Dunia Data
Perjalanan karier di dunia data tidak selalu dimulai dari latar belakang teknologi atau statistik. Hal ini juga dialami oleh Suyanto Zhang, alumni TETRIS Program Batch 4 DQLab yang kini berkarier sebagai Data Analyst di Heineken. Menariknya, perjalanan Suyanto menuju dunia data justru dimulai dari bidang yang cukup berbeda, yaitu arsitektur.
Awal Karier: Lulusan Arsitektur yang Menjelajahi Berbagai Industri
Sebelum mengenal dunia data analytics, Suyanto memiliki perjalanan karier yang cukup beragam. Ia memulai dari pendidikan arsitektur, lalu sempat mencoba berbagai bidang pekerjaan hingga akhirnya menemukan minatnya pada data.
“Saya memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur. Setelah lulus, saya sempat bekerja di bidang asuransi dan kemudian melanjutkan karier di industri FMCG sebagai seorang sales selama beberapa tahun.”
Pengalaman bekerja di berbagai industri ini secara tidak langsung membentuk cara berpikir analitis yang kemudian membantunya memahami dunia data. Namun, pada saat itu Suyanto belum benar-benar menyadari bahwa kemampuan tersebut bisa menjadi jalan karier baru.
Ketertarikan pada Dunia Data
Perkenalan Suyanto dengan dunia data analytics bermula dari kebiasaannya mengonsumsi konten digital. Dari sana, ia mulai memahami bahwa profesi Data Analyst memiliki peran penting dalam membantu bisnis mengambil keputusan berbasis data.
“Ketertarikan saya pada bidang data muncul ketika saya mulai melihat berbagai konten tentang data analytics di media sosial dan mulai mengenal lebih jauh peran Data Analyst. Saya juga merasa jenis pekerjaan ini lebih sesuai dengan gaya kerja saya yang lebih nyaman dengan analisis dan pemecahan masalah di depan komputer.”
Bagi Suyanto, pekerjaan di bidang data terasa lebih selaras dengan gaya kerjanya. Hal ini cukup berbeda dengan pengalaman sebelumnya di bidang sales yang menuntut aktivitas lapangan dan interaksi dengan banyak orang.
“Hal ini cukup berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya di bidang sales yang lebih banyak aktivitas di lapangan dan interaksi langsung dengan banyak orang.”
Memilih TETRIS Program DQLab sebagai Langkah Awal
Untuk memulai transisi kariernya, Suyanto memutuskan mengikuti TETRIS Program DQLab. Program ini menarik perhatiannya karena tidak hanya menawarkan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja.
“Saya mengikuti program TETRIS DQLab karena program ini tidak hanya memberikan pembelajaran data analytics, tetapi juga menawarkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung melalui program internship dengan perusahaan mitra. Kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktik tersebut menjadi alasan utama saya tertarik mengikuti program ini.”
Kesempatan untuk belajar sekaligus mendapatkan pengalaman praktis menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dirinya untuk berkarier di bidang data.
Tantangan Belajar dari Latar Belakang Non-IT
Mengikuti program data analytics tentu bukan perjalanan yang selalu mudah, terutama bagi peserta yang berasal dari latar belakang non-teknis. Suyanto pun merasakan tantangan tersebut, terutama ketika harus mempelajari konsep teknis seperti SQL.
“Pengalaman belajar saya selama mengikuti program TETRIS cukup menyenangkan namun juga menantang. Banyak peserta yang memiliki latar belakang IT sehingga saya merasa perlu bekerja lebih keras untuk mengejar pemahaman, terutama pada tahap awal ketika masih mempelajari dasar-dasar seperti SQL.”
Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.
“Proses tersebut justru membuat saya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan saya di bidang data.”
Memahami Data sebagai Sumber Insight
Salah satu momen yang paling membuka wawasan Suyanto selama belajar data adalah ketika ia mulai memahami peran data dalam dunia bisnis.
“Hal yang paling membuka sudut pandang saya adalah ketika mulai memahami bahwa data tidak hanya sekadar angka, tetapi bisa digunakan untuk melihat pola dan memahami kondisi bisnis dengan lebih jelas.”
Pemahaman tersebut membuatnya melihat data sebagai alat yang sangat powerful untuk menghasilkan insight.
“Dari situ saya menyadari bahwa melalui analisis data, kita bisa mendapatkan insight yang membantu dalam pengambilan keputusan.”
Perubahan Cara Berpikir tentang Data
Setelah menyelesaikan program TETRIS, perubahan terbesar yang dirasakan Suyanto adalah cara ia memandang dan menganalisis data.
“Perubahan yang paling terasa adalah cara saya memahami dan menganalisis data. Sebelum mengikuti program TETRIS, saya belum memiliki pemahaman yang cukup tentang data analytics.”
Kini, ia lebih terbiasa melihat data sebagai sumber informasi yang dapat diolah secara sistematis.
“Setelah mengikuti program ini, saya mulai memahami bagaimana mengolah data dan mencari insight dari data untuk membantu memahami suatu permasalahan dengan lebih terstruktur.”
Skill Penting yang Membantu Kariernya
Di antara berbagai skill yang dipelajari, Suyanto menilai bahwa kemampuan SQL menjadi salah satu yang paling penting dalam pekerjaannya.
“Skill yang paling membantu dalam perjalanan karier saya adalah SQL. Kemampuan ini sangat penting karena memungkinkan saya untuk mengambil dan mengolah data langsung dari database.”
Kemampuan tersebut membuat proses analisis data menjadi lebih efisien.
“Sehingga memudahkan proses analisis dan membantu menemukan insight dari data yang tersedia.”
Perjalanan Menjadi Data Analyst di Heineken
Kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan global datang pada saat yang tidak terduga. Suyanto sempat merasa ragu ketika melihat peluang tersebut.
“Perjalanan saya hingga menjadi Data Analyst di Heineken dimulai ketika saya menerima email mengenai peluang posisi tersebut. Awalnya saya sempat ragu untuk melamar karena lokasi saya tidak berada di Pulau Jawa dan sebelumnya juga pernah mengalami beberapa penolakan saat melamar posisi Data Analyst.”
Namun, keputusan yang diambil pada saat-saat terakhir justru menjadi titik balik dalam kariernya.
“Namun sekitar dua jam sebelum batas waktu pendaftaran, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba melamar.”
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, ia akhirnya berhasil lolos.
“Setelah melalui proses technical test berupa SQL dan Power BI serta tahap interview, saya akhirnya berhasil diterima sebagai Data Analyst di Heineken.”
Keseharian sebagai Data Analyst
Saat ini, Suyanto bekerja dengan sistem hybrid dan memiliki berbagai tanggung jawab terkait pengolahan serta visualisasi data. Sebagian besar pekerjaannya berkaitan dengan pengembangan dashboard yang digunakan oleh tim bisnis.
“Dalam keseharian, saya banyak mengerjakan pengembangan dan maintenance dashboard menggunakan Power BI agar data yang ditampilkan tetap akurat dan dapat digunakan oleh tim bisnis dan operasional.”
Selain itu, ia juga mengolah data menggunakan berbagai tools data modern.
“Selain itu, saya juga mengolah dan menyiapkan data menggunakan tools seperti Databricks, Azure Synapse, dan Excel.”
Proses tersebut mencakup berbagai tahapan penting dalam pengelolaan data.
“Proses ini meliputi pengolahan data, pengecekan kualitas data, serta memastikan data yang digunakan dapat mendukung kebutuhan analisis dan pengambilan keputusan.”
Ilmu dari TETRIS yang Terpakai di Dunia Kerja
Ilmu yang diperoleh selama mengikuti program TETRIS ternyata sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini.
“Ya, ilmu yang saya pelajari selama mengikuti program TETRIS cukup membantu dalam pekerjaan saya saat ini.”
Beberapa skill bahkan menjadi bagian dari aktivitas sehari-harinya sebagai Data Analyst.
“Beberapa hal seperti dasar penggunaan SQL untuk mengolah data serta pembuatan dashboard menggunakan tools visualisasi seperti Power BI cukup sering saya gunakan dalam pekerjaan sehari-hari sebagai Data Analyst.”
Peran DQLab dalam Perjalanan Karier
Bagi Suyanto, program yang ia ikuti memberikan fondasi penting dalam memahami dunia data analytics.
“DQLab memiliki peran yang cukup membantu dalam perjalanan karier saya, terutama dalam memberikan dasar pembelajaran di bidang data analytics.”
Melalui program tersebut, ia dapat memahami konsep dan praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Melalui program TETRIS, saya dapat mempelajari konsep dasar serta praktik yang membantu saya memahami proses analisis data dan mempersiapkan diri untuk berkarier di bidang data.”
Tips dari Suyanto untuk Calon Data Analyst
Sebagai penutup, Suyanto juga membagikan beberapa tips bagi siapa saja yang ingin memulai karier sebagai Data Analyst.
“Kuasai dasar-dasar data analytics, terutama SQL dan kemampuan memahami struktur data, karena skill ini sangat sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.”
Selain itu, latihan secara konsisten juga sangat penting.
“Banyak berlatih mengolah dan menganalisis data melalui berbagai latihan atau proyek kecil agar semakin terbiasa dengan proses analisis.”
Dan yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk memulai, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.
“Jangan ragu untuk memulai meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, karena dengan konsistensi belajar dan praktik, kemampuan di bidang data bisa terus berkembang.”
Perjalanan Suyanto Zhang menunjukkan bahwa karier di bidang data terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Dengan kombinasi ketekunan, pengalaman belajar yang tepat, serta keberanian untuk mencoba peluang baru, transisi karier menuju dunia data bukanlah sesuatu yang mustahil.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
