GIMANA MEMULAI KARIER JADI DATA ANALYST?
Simak caranya di webinar GRATIS dan raih DOORPRIZE menarik!
DAFTAR SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 17 Jam 6 Menit 31 Detik 

Teknik Pengolahan Data Kualitatif di Bidang Ilmu Komunikasi

Belajar Data Science di Rumah 07-September-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/4825fe3c9a1ab9792e326697d9052ac8_x_Thumbnail800.jpg

Sebagai seorang peneliti, penting untuk diketahui kira-kira teknik pengolahan data mana yang tepat untuk penelitian kamu. Data sebagai elemen mendasar tentunya sangat dibutuhkan sebagai dasar pijakan dalam pengambilan keputusan. Terlebih lagi, pengambilan keputusan ini jika tanpa menggunakan dasar dan argumentasi melalui data yang valid dan akurat maka kesimpulan dan hasil penelitian akan diragukan oleh tim perumus kebijakan. Apalagi jika masih terdapat keraguan untuk memilih teknik pengolahan data mana yang cocok untuk penelitian, pasti tentunya terasa di benak pikiran seorang peneliti pemula. Berdasarkan teknik, pengolahan data dalam sebuah penelitian dibagi menjadi dua yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Salah satu teknik pengolahan data yang jarang dilirik oleh peneliti pemula adalah teknik pengolahan data kualitatif. Teknik pengolahan data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Penggunaan teknik pengolahan data kualitatif ini bisa dilakukan untuk menjelaskan fenomena-fenomena sosial di sekitar dengan narasi atau penjelasan deskriptif bukan diolah dalam bentuk angka.


Namun, penggunaan teknik pengolahan data kualitatif terbilang rawan dan riskan. Hal ini dikarenakan penelitian kualitatif mengandung subjektivitas. Hal ini bisa menjadi objektif kalau misalnya seorang peneliti mampu menggiring opini maka hasilnya dapat dipercaya. Data objektif tentunya dapat menjadikan penelitian lebih akurat dan valid. Teknik pengolahan data kualitatif biasanya digunakan oleh penelitian ilmu sosial. Salah satunya penelitian di bidang ilmu komunikasi yang berkaitan dengan hal-hal yang berbau fenomena tentang komunikasi. Komunikasi selalu berkaitan dengan pesan-pesan dalam sinyal proses komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Tidak heran, jika peristiwa kehidupan sehari-hari selalu lekat dengan proses komunikasi. Teknik analisis data yang paling sering digunakan dalam penelitian komunikasi adalah teknik analisis isi atau biasa disebut Content Analysis. Analisis isi (Content Analysis) adalah teknik penelitian untuk membuat inferensi inferensi yang dapat ditiru (replicable), dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya. Kira-kira teknik pengolahan data apa saja yang diterapkan dalam data kualitatif khususnya dalam penelitian ilmu komunikasi? Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai teknik pengolahan data kualitatif yang diaplikasikan dalam penelitian ilmu komunikasi. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, peneliti maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys!


1. Teknik Analisis Isi Pragmatis

Dalam penelitian kualitatif, penggunaan analisis isi lebih banyak ditekankan pada bagaimana simbol-simbol yang ada pada komunikasi itu terbaca dalam interaksi sosial, dan bagaimana simbol-simbol itu terbaca dan dianalisis oleh peneliti. Dan sebagaimana penelitian kualitatif lainnya, kredibilitas peneliti menjadi amat penting. Analisis isi memerlukan peneliti yang mampu menggunakan ketajaman analisisnya untuk merajut fenomena isi komunikasi menjadi fenomena sosial yang terbaca oleh orang pada umumnya. Pada teknik pengolahan data kualitatif, analisis isi dibedakan menurut klasifikasi yaitu analisis isi pragmatis dan semantik. Analisis isi pragmatis adalah analisis isi yang dimana klasifikasi dilakukan terhadap tanda menurut sebab akibatnya yang mungkin dalam metode penelitian komunikasi. Misalnya, berapa kali suatu kata diucapkan yang dapat mengakibatkan munculnya sikap suka terhadap produk sikat gigi.


Baca juga : Teknik Pengolahan Data Kualitatif: Ketahui Macam-Macam Metode

Pengumpulan Data


2. Teknik Analisis Isi Semantik

Sedangkan dalam analisis isi semantik dilakukan untuk mengklasifikasikan  tanda menurut maknanya. Analisis ini terdiri dari tiga jenis sebagai berikut:

  • Analisis penunjukan (designation), menggambarkan frekuensi seberapa sering objek tertentu (orang, benda, kelompok, atau konsep) dirujuk.

  • Analisis penyifatan (attributions), menggambarkan frekuensi seberapa sering karakterisasi dirujuk (misalnya referensi kepada ketidakjujuran, kenakalan, penipuan, dan sebagainya).

  • Analisis pernyataan (assertions), menggambarkan frekuensi seberapa sering objek tertentu dikarakteristikkan secara khusus. Analisis ini secara kasar disebut analisis tematik. Contohnya, referensi terhadap perilaku menyontek di kalangan mahasiswa sebagai maling, pembohong dan sebagainya.

  • Analisis sarana tanda (sign-vehicle), dilakukan untuk mengklasifikasi isi pesan melalui sifat psikofisik dari tanda, misalnya berapa kali kata cantik muncul, kata ganteng muncul.


3. Teknik Analisis Deskriptif Kualitatif

Penelitian deskriptif kualitatif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diteliti dengan memandang subjek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Data yang dikumpulkan dari penelitian deskriptif kualitatif berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Pelaksanaan metode penelitian deskriptif tidak terbatas sampai pada pengumpulan dan penyusunan data tetapi meliputi analisis dan interpretasi tentang data tersebut selain itu semua data yang dikumpulkan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti.


4. Teknik Analisis Fenomenologi

Studi fenomenologis dapat dideskripsikan sebagai penerapan metode kualitatif dalam rangka menggali dan mengungkap kesamaan makna dari sebuah konsep atau fenomena yang menjadi pengalaman hidup sekelompok individu. Salah satu poin penting yang menjadi kelebihan studi fenomenologis adalah pengalaman yang tersembunyi di dalam aspek filosofis dan psikologis individu dapat terungkap melalui narasi sehingga peneliti dan pembaca seolah dapat mengerti pengalaman hidup yang dialami oleh subjek penelitian. Tujuan dari penelitian fenomenologis, adalah mereduksi pengalaman individu terhadap suatu fenomena ke dalam deskripsi yang menjelaskan tentang esensi universal dari fenomena tersebut. Fenomenolog berupaya memahami esensi dari suatu fenomena. Misalnya, konsep atau fenomena tentang menjadi seorang ayah. Fokus penelitiannya adalah seperti apa pengalaman yang dirasakan oleh bapak-bapak muda ketika pertama kali menjadi seorang ayah. Studi fenomenologis dapat diaplikasikan untuk pertanyaan penelitian semacam itu. Data bisa dikumpulkan dengan cara mewawancarai sekelompok individu yang terdiri dari bapak-bapak muda yang masih fresh punya pengalaman jadi ayah


Baca juga : Kenali 3 Jenis Metode Pengolahan Data Kuantitatif


5. Belajar Teknik Pengolahan Data Seperti Data is New Oil Bersama DQLab!

Data is the new oil, begitulah ungkapan menurut Presiden Joko Widodo. Arti dari ungkapan tersebut adalah data yang akurat merupakan kekayaan baru yang sangat berharga bahkan nilainya bisa lebih berharga daripada minyak. Data yang valid menjadi salah satu kunci pembangunan. Berbekal data yang valid, maka sangat dibutuhkan untuk penyusunan perencanaan dan eksekusi kebijakan untuk hasil yang efektif. Untuk bisa menemukan cara yang tepat dalam mengolah data, seseorang perlu memiliki kemampuan dan ketangkasan dalam ilmu data science. Dengan memiliki ilmu ini, seseorang bisa dengan mudah dalam memanfaatkan sekumpulan data dalam bentuk big data. Dengan memiliki ilmu ini, seseorang bisa dengan mudah dalam memanfaatkan sekumpulan data dalam bentuk big data. Dengan demikian, seorang praktisi data jika ingin melakukan analisis data tentunya akan menghasilkan insight yang valuable dari awalnya nothing (sesuatu yang tidak bernilai) menjadi something yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan suatu bisnis yang diputuskan oleh tim manajemen terkait. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!



Penulis: Reyvan Maulid

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!