[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 19 Jam 23 Menit 47 Detik 

Tertarik dengan Big Data? Ketahui Sejarahnya Yuk!

Belajar Data Science di Rumah 20-Desember-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b3ae878d914f8b866669ed56a25b3a57_x_Thumbnail800.jpg

Perkembangan dunia digital dan internet seiring dengan kemajuan teknologi menghadirkan era komputerisasi, khususnya bagi generasi sekarang. Tuntutan jaman menyebabkan hampir seluruh orang menggunakan smartphone, laptop dan teknologi canggih lainnya untuk mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan. Contohnya seperti kondisi pandemi seperti sekarang, kita hanya bisa mengandalkan teknologi yang ada sebagai penunjang aktivitas dari rumah.

 

Di era serba digital seperti sekarang, Big Data menjadi solusi pengelolaan yang sangat baik untuk menjadi bentuk efisiensi perkembangan industri bagi data. Penggunaan big data memberi berbagai manfaat baik bagi teknologi informasi maupun kelangsungan suatu bisnis. Meski begitu, sahabat data perlu mengetahui sejarah dari big data sebelum mempelajari lebih dalam mengenai penggunaannya. Oleh karena itu, pada partikel kali ini, DQLab akan mengajak sahabat data untuk mengenal dan mempelajari big data melalui sejarahnya. Yuk, langsuk simak penjelasan dibawah ini!


1. Sejarah Big Data

Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting. Pertama, volume Organisasi yang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin. Di masa lalu, aktivitas semacam ini menjadi masalah, namun dengan adanya teknologi baru (seperti Hadoop) bisa meredakan masalah ini.

Kedua, Kecepatan Aliran data atau yang kerap dikenal sebagai velocity. Hal ini harus ditangani dengan secara cepat dan tepat bisa melalui hardware maupun software. Teknologi hardware seperti tag RFID, sensor pintar lainnya juga dibutuhkan untuk menangani data yang real-time. Ketiga, Variasi Data atau varietas yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain.


Baca juga : Belajar Big Data: Karakteristik, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan Big Data


2. Beragam Fungsinya

Segala aktivitas yang muncul dengan menggunakan perangkat teknologi dan fasilitas komputerisasi akan menghasilkan data. Data yang bisa berbentuk teks, video, gambar ataupun foto bertambah setiap tahunnya dan berjumlah sangat besar. Hal tersebut menyebabkan data yang berjumlah besar itu tidak bisa dikelola hanya menggunakan perangkat konvensional, melainkan harus menggunakan big data. Big Data menjadi solusi pengelolaan yang sangat baik untuk menjadi bentuk efisiensi perkembangan industri bagi data. Big data bukan sebuah teknologi yang berdiri sendiri namun merujuk pada sistem teknologi yang melibatkan himpunan data yang begitu beragam, cepat berubah dan berukuran super besar dengan segala kompleksitasnya. 


3. Manfaat Big Data di Era Digital

Perkembangan teknologi yang kian melesat menyebabkan penggunaan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, I-Pad dan sebagainya juga semakin meningkat. Selain memudahkan dan mendukung berbagai aktivitas kita, faktor user friendly juga menjadi kelebihan utama dari perangkat mobile tersebut. Aplikasi GPS seperti Google Maps yang sering ditemui pada perangkat mobile menjadi contoh penggunaan big data dalam memproses berbagai bentuk data. Bukan hanya perangkat mobile, media sosial juga menggunakan big data sebagai solusi terbaik untuk menampung semua informasi aktivitas penggunanya.


Manfaat big data lainnya dapat kamu temukan dalam mengatasi permasalahan data dengan kebutuhan yang besar untuk melakukan operasional bisnis. Big data juga diperlukan untuk membantu melakukan monitoring kegiatan penjualan, melakukan konversi hingga menghitung rata-ratanya.


Baca juga : Big Data Analytics dan Kegunaanya untuk Perkembangan Bisnis


4. Memulai Karir Menjadi Data Analyst Tanpa Background STEM? Bisa Kok!

Memulai karir menjadi seorang Data Analyst memerlukan berbagai pengetahuan, skill dan pengalaman. Hal tersebut tentu diraih dengan cara yang beragam. Bagi kamu yang tidak memiliki background IT, Teknik atau jurusan lain yang berhubungan dengan Data Analyst, tidak perlu takut! Sahabat Data bisa mulai belajar kompetensi,skill serta membangun portfolio data dengan mengikuti Kursus Online Data Analyst DQLab!


Tunggu apa lagi? raih karir impianmu dengan ikut belajar bersama Kursus Online DQLab!

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!