JULY SPECIAL ! DISKON 96%
Belajar Data Science Bersertifikat, 12 Bulan hanya 180K!
0 Hari 0 Jam 9 Menit 32 Detik

3 Parameter PV, FV, dan IRR pada Fungsi Keuangan Excel

Belajar Data Science di Rumah 25-Februari-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-longtail-selasa-08-2024-02-26-155412_x_Thumbnail800.jpg

Dalam Excel, kamu mungkin familiar dengan fungsi keuangan sederhana seperti operasi bilangan biasa (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). Namun, Excel juga punya fungsi yang lebih powerful untuk menilai kelayakan bisnis sebuah perusahaan yaitu NPV dan IRR. Sebelum melakukan perhitungan NPV, terdapat dua perhitungan yang perlu diketahui praktisi data yaitu PV (Present Value) dan FV (Future Value) untuk menganalisis besarnya arus kas berdasarkan nilai waktu. 


Dari kedua parameter ini, baik PV dan FV akan digunakan untuk mencari nilai IRR. IRR adalah tingkat pengembalian di mana nilai PV dari arus kas yang dihasilkan sama dengan nilai FV dari investasi atau proyek. So, artikel kali ini kita akan membahas tentang masing-masing rumus yaitu FV dan PV yang biasanya digunakan dalam NPV pada rumus Excel. Untuk lebih jelasnya, simak yuk sahabat DQLab biar sama-sama belajar Excel!


1. Pentingnya Perhitungan Fungsi Keuangan dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, keputusan yang didasarkan pada analisis keuangan yang tepat menjadi kunci keberhasilan. Menghitung fungsi keuangan seperti Present Value (PV), Future Value (FV), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR) bukan hanya sekadar tugas rutin dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga merupakan langkah krusial dalam menentukan arah dan strategi bisnis. 


Menghitung PV, FV, NPV, dan IRR membantu dalam evaluasi investasi. Manajer bisnis dapat menggunakan alat-alat ini untuk menilai potensi profitabilitas suatu investasi atau proyek jangka panjang. Dengan memperhitungkan nilai sekarang dan nilai masa depan dari arus kas yang diharapkan, mereka dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang alokasi sumber daya.


Tidak hanya itu, Analisis keuangan tidak hanya tentang mengukur potensi pengembalian, tetapi juga tentang menilai risiko. Fungsi keuangan membantu dalam mengevaluasi tingkat risiko yang terkait dengan investasi atau proyek tertentu. Dengan mempertimbangkan nilai NPV dan IRR, manajer dapat menilai apakah pengembalian yang diharapkan sebanding dengan risiko yang terlibat.


2. Parameter PV

Present Value merupakan konsep dasar dalam keuangan yang menyatakan bahwa nilai uang di masa depan lebih rendah daripada nilai uang pada saat ini. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor waktu dan tingkat bunga. Dengan kata lain, Present Value adalah nilai sekarang dari jumlah uang yang akan diterima atau dibayarkan di masa depan, yang telah disesuaikan dengan tingkat pengembalian yang relevan.


Dengan memperhitungkan nilai waktu dari uang, Present Value membantu dalam membuat keputusan investasi yang bijaksana dan mengoptimalkan alokasi sumber daya dalam konteks keuangan perusahaan.


Agar lebih jelas mari kita hitung nilai PV ini menggunakan studi kasus sebagai berikut:

Diketahui nilai arus kas bersih (cash flow) setiap tahunnya selama 5 tahun sebesar $10,000. Kemudian tingkat diskonto (suku bunga) pada suatu proyek tersebut sebesar 8% per tahun. Pertanyaannya adalah berapakah nilai PVnya?

Excel


Rumus di atas memakai argumen PMT tanpa argumen PV dan TYPE, yang artinya pembayaran dilakukan tiap akhir periode. Dari perhitungan rumus PV di atas memiliki nilai negatif untuk besar modal yang dikeluarkan karena termasuk dalam pengeluaran kas. Dari perhitungan di atas hasilnya adalah $44.518,22. Karena modal yang harus kita bayarkan adalah $10.000,- maka kita dapat menyimpulkan bahwa investasi tersebut tidak layak diterima.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


3. Parameter FV

Dalam hal investasi atau tabungan, Future Value menggambarkan nilai akhir dari sejumlah uang yang diinvestasikan atau disimpan pada suku bunga tertentu selama periode waktu tertentu. Dengan menggunakan rumus Future Value, kita dapat menghitung berapa banyak uang yang akan kita miliki di masa depan jika kita menempatkan sejumlah uang tertentu pada tingkat bunga yang ditentukan dan membiarkannya berkembang tanpa tambahan investasi atau penarikan selama periode waktu tertentu. 


Hal ini memungkinkan individu dan perusahaan untuk merencanakan tabungan atau investasi mereka dengan lebih baik, serta menetapkan tujuan keuangan jangka panjang yang lebih realistis. Selain itu, pemahaman tentang Future Value juga membantu dalam mengevaluasi opsi investasi yang berbeda dan memperkirakan potensi pertumbuhan aset di masa depan, yang merupakan elemen penting dalam perencanaan keuangan yang sukses.


Untuk lebih jelasnya, sekarang kita masuk ke parameter FV lewat studi kasus sebagai berikut:

Nyonya Novaya menginvestasikan sejumlah uang tertentu pada suatu investasi dengan tingkat pengembalian tahunan sebesar 8%. Kamu ingin mengetahui berapa nilai investasi tersebut akan tumbuh dalam waktu 5 tahun. Kira-kira berapa ya nilai FV pada kasus Nyonya Novaya ini?


Kamu bisa menggunakan sintaks berikut ini:

Excel

Keterangan:

  • rate: Tingkat pengembalian tahunan (dalam kasus ini, 8% atau 0.08).

  • nper: Jumlah periode investasi (dalam kasus ini, 5 tahun).

  • pmt: Pembayaran yang dilakukan setiap periode (dalam kasus ini, 0 karena kita tidak melakukan pembayaran periodik).

  • pv: Nilai investasi awal (dalam kasus ini, nilai investasi awal).

  • type: Opsional. Menentukan apakah pembayaran dilakukan di awal periode (0) atau di akhir periode (1). Default-nya adalah 0.


Jika dimasukkan ke dalam Excel menjadi seperti ini:

Excel

Berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh nilai FV sebesar $14.693,28.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


4. Parameter IRR

IRR atau Internal Rate of Return merupakan suatu konsep yang penting dalam analisis keuangan karena memberikan gambaran tentang tingkat pengembalian yang diharapkan dari suatu investasi atau proyek. IRR merupakan tingkat diskonto di mana nilai sekarang dari arus kas masuk sama dengan nilai sekarang dari arus kas keluar, atau dengan kata lain, di mana nilai Net Present Value (NPV) menjadi nol. 


Konsep IRR membantu para pengambil keputusan dalam mengevaluasi kelayakan investasi atau proyek dengan memberikan informasi tentang tingkat pengembalian yang diharapkan dari penggunaan sumber daya yang terbatas. Semakin tinggi tingkat IRR, semakin menguntungkan investasi atau proyek tersebut.


Oleh karena itu, IRR merupakan salah satu alat penting dalam analisis investasi yang membantu manajer bisnis dan investor dalam membuat keputusan yang lebih baik. Berikut adalah contoh perhitungan dari rumus IRR pada Excel:

Excel


Tertarik untuk belajar Excel lebih lanjut? Kamu bisa mengakses modul Excel di DQLab dengan cara membeli modul Platinum Excel. Selain program tersebut, DQLab juga kerap kali mengadakan Bootcamp Data Analyst with Excel yang sangat cocok bagi pemula.


DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan bahasa pemrograman populer, serta platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur Chat GPT.  Selain itu DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. 


Yuk sign up di DQLab untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik. Daftar sekarang dan kejar impianmu untuk menjadi Data Analyst!


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login