[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 18 Jam 31 Menit 10 Detik 

3 Tips Penting Untuk Menjadi Seorang Data Analyst yang Dicari Banyak Perusahaan

Belajar Data Science di Rumah 26-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/6fd3285b509586bd544072616ce4a2ea_x_Thumbnail800.png

Tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk kamu belajar Data Analysts. Kenapa seperti itu? Di Indonesia sendiri masih banyak perusahaan yang masih melakukan transisi dari industri 3.0 menjadi industri 4.0. Saat ini terdapat 4 revolusi industri mulai dari Industri 1.0 hingga 4.0 yang telah menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber.  Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.


Hal ini lah yang membuat para Data Analyst merupakan aset penting bagi suatu perusahaan. Namun walaupun sangat dicari oleh perusahaan Seorang Data Analyst sendiri masih belum banyak di Indonesia, yang membuat profesi ini dicari-cari oleh banyak perusahaan yang mengusung industri 4.0.


Data Analyst memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengelola data perusahaan. Secara garis besar, Data Analyst adalah orang yang menerjemahkan data yang terstruktur maupun tidak terstruktur menjadi laporan yang mudah dipahami oleh orang awam dengan data. Teknologi Data Analyst mampu mempermudah perusahaan dalam mendapatkan data yang lebih baik dan tentunya lebih akurat. Selain itu, perusahaan juga bisa mencocokan data-data dengan hal yang terjadi dilapangan, dengan begitu jika ada kecurangan ataupun salah input data akan terlihat dalam proses data analisis. Berikut cara-cara menjadi seorang Data Analyst 


1. Tingkatkan Kompetensi Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman tentunya dibutuhkan jika Kamu ingin meniti karir di bidang data. Bahasa pemrograman memiliki banyak bahasa, tetapi tidak semua bahasa pemrograman harus dipelajari secara bersamaan. Di Indonesia sendiri terdapat 2 bahasa pemrograman yang sering digunakan antara Python dengan bahasa pemrograman R. Sesuaikan bahasa pemrograman yang akan dipelajari dengan kemampuan yang kita miliki. 


Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah untuk belajar pemrograman dan mengerti apa yang dipelajari. Jika Anda baru saja memulai untuk belajar pemrograman, mungkin dapat dilakukan dengan html dan jika Anda sudah menguasai bidang tersebut dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Jadi, lakukan dengan bahasa pemrograman yang paling mudah dipelajari.

Dengan belajar bahasa pemrograman juga Kamu akan dilatih untuk lebih teliti terhadap detail-detail kecil . Dalam membuat sebuah program, seseorang akan dihadapkan pada baris-baris kode yang harus disusun secara sistematis. Baris-baris kode ini tidak boleh terbolak-balik baik penyusunannya maupun penulisannya, agar program yang dibangun dapat berjalan tanpa permasalahan. 


Baca juga : Kenali Perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer


2.  Pemetaan Data

Untuk menambah keefektifan dalam bekerja pemetaan data sangatlah dibutuhkan, karna tidak semua data yang diterima secara sempurna. Misalnya saja “DKI Jakarta” dan “Jakarta” berbeda tapi secara konsep memiliki arti dan makna yang sama. Komputer tentunya masih memiliki kekurangan ia tidak bisa mengenali data tersebut. Maka dari itu pemilihan kata dan juga menjaga kebersihan data juga sangat penting bagi Data Scientist


Dengan pemetaan data yang baik Kamu juga dapat mempermudah jika membutuhkan data yang sudah lama tersimpan di database, yang tentunya akan mempercepat flow kerja karna tidak perlu membuang waktu untuk mencari data.


3. Basic Fundamental of Data Science

Sebagai orang yang baru belajar ilmu data, kebanyakan orang langsung melakukan praktek-praktek yang ada di internet tanpa memahami betul apa yang sedang mereka lakukan. Tentunya metode belajar langsung dengan praktek tidaklah salah, namun jika Kamu ingin mendalami serius dalam meniti karir menjadi Data Scientist, Kamu perlu memahami dasar-dasar ilmu data, bahasa pemrograman machine learning, dan AI dengan begitu kamu memiliki pilar yang kuat untuk lanjut mempelajari hal-hal yang lebih rumit kedepannya.


Bahasa pemrograman juga merupakan skill penting yang harus dimiliki oleh Data Scientist. Sama halnya setiap negara mempunyai bahasa mereka masing-masing. Begitu pula dengan pemrograman, untuk memahami dan dapat memberikan perintah kepada suatu program membutuhkan bahasa pemrograman.


Seorang Data Scientist perlu memahami bahasa pemrograman agar mengimplementasikan data mana yang ingin diolah dan digunakan. Terdapat 5 bahasa pemrograman yang paling populer antara lain JavaScript,SQL, Python, Java, dan PHP. 


Kalian tentunya tidak perlu dapat menguasai kelima bahasa tersebut, karena setiap perusahaan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda-beda, tinggal kalian menyesuaikan dengan syarat-syarat setiap perusahaan. Namun tetap memahami kelima bahasa tersebut akan mendapat nilai plus bagi recruiter.


Baca juga : Data Analyst vs Data Scientist, Yuk Kenali Perbedaannya 


4. Sertifikat DQLab 

Satu-satunya cara yang dilakukan untuk bisa mendapat sertifikat dari DQLab adalah dengan bergabung untuk belajar data science bersama dan menyelesaikan pembelajaran modul yang telah disediakan DQLab. Nantinya sertifikat ini bisa kamu gunakan sebagai bukti kalau kamu pernah mengikuti pelatihan ilmu data science. Itu membuktikan bahwa setidaknya ada beberapa ilmu yang kamu upgrade di diri kamu. Sertifikat ini juga dilengkapi dengan credential ID, sehingga tentunya memiliki kredibilitas yang dapat kamu sertakan di platform pencarian kerja seperti Linkedin.


Dengan memiliki sertifikat pelatihan DQLab, itu artinya kamu memiliki kesempatan emas untuk bisa berkarir di industri data. Sebab, sertifikat ini bisa kamu jadikan sebagai portofolio yang menjual. Yohanes Sefriyanto salah satu member DQLab yang kini berprofesi sebagai data analyst di JD.iD mengungkapkan dirinya menerima sejumlah panggilan kerja setelah menggunakan sertifikat DQLab sebagai portofolionya.


"Saya mengupload beberapa sertifikat DQLab ke media sosial pencarian kerja, seperti Linkedin. Imbasnya, saya mendapatkan sekitar 30-an penawaran kerja tanpa saya harus melamar ke perusahaan. Saat saya mendatangi beberapa interview, user juga sangat mengapresiasi sertifikat yang saya raih di DQLab," kata Yohanes.


Jadi apalagi yang kamu tunggu, ayo bergabung di DQLab! Kamu juga bisa belajar data science dari nol hingga bisa bergabung di perusahaan besar. Dengan bergabung sekarang kamu juga  bisa mendapat module GRATIS “Introduction to Data Science” loh! 



Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!