SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 4 Jam 52 Menit 23 Detik

4 Coding Sederhana Python dalam Dunia Kesehatan

Belajar Data Science di Rumah 21-September-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-senin-01-2023-09-23-090015_x_Thumbnail800.jpg

Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan oleh praktisi data. Python dinilai sebagai bahasa pemrograman yang mudah digunakan karena menggunakan bahasa manusia sehingga mudah untuk dibaca maupun ditulis kembali.


Hal ini lebih dikenal dengan istilah high level programming language. Selain itu, Python juga cukup fleksibel untuk mengerjakan banyak pekerjaan, mulai dari analisis statistika, machine learning, hingga pembuatan game bisa diselesaikan dengan Python.


Salah satu bukti fleksibel nya Python adalah bahasa pemrograman ini bisa diterapkan di berbagai sektor. Misalnya saja bidang kesehatan. Bidang ini identik dengan hal-hal yang berkaitan dengan pasien, kesehatan, ataupun tenaga kesehatan.


Namun ternyata penggunaan Python dalam bidang ini cukup mempermudah pekerjaan yang ada. Sebelum kita melihat coding yang kompleks dalam bidang kesehatan, kita akan membahas beberapa contoh coding sederhana yang bisa diterapkan di bidang ini. Apa saja ya? Yuk, simak pembahasannya!


1. Kalkulator BMI (Body Mass Index)

BMI merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengukur proporsi berat badan seseorang yang akan dikaitkan dengan tinggi badannya. BMI ini bisa menjadi alat sederhana untuk mengukur apakah seseorang memiliki berat badan yang sehat, kurang berat, berlebihan atau obesitas.


Pengukuran BMI dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:

BMI = Berat Badan (dalam kilogram) / (Tinggi Badan (dalam meter) * Tinggi Badan (dalam meter))


Namun sekarang kita tidak perlu repot menghitung secara manual karena kita bisa menggunakan coding Python berikut ini:

Python


Jika coding ini dijalankan, nantinya kita akan diminta untuk memasukkan berat badan (dalam kilogram) serta tinggi badan (dalam meter), lalu nilai BMI akan keluar. Berikut hasil setelah berat dan tinggi dimasukkan:

Python


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Mengitung Umur

Umur adalah hal yang penting dalam dunia medis. Karena ada beberapa kondisi yang menjadikan umur sebagai tolak ukur untuk menentukan ambang batas seseorang bisa dikatakan normal atau tidak terhadap suatu keadaan.


Misalnya saja capaian yang normalnya dimiliki oleh bayi yang berusia 1-2 bulan tentu akan berbeda dengan bayi yang berusia 6 bulan. Kita bisa menghitung umur dengan mengurangkan waktu saat ini dengan waktu lahir.


Kita bisa mengurangkan nya secara langsung menggunakan kalkulator, namun bagaimana jika ada banyak orang yang harus dihitung umurnya? Tentu akan sangat merepotkan jika harus dihitung satu per satu.


Kita bisa menggunakan coding Python berikut untuk mengotomatiskan penghitungan umur:

Python


Ketika coding ini dijalankan, kita akan diminta untuk memasukkan tanggal lahir dengan format YYYY-MM-DD yang artinya tahun ditulis dalam 4 digit, bulan 2 digit, dan tanggal juga dalam 2 digit. Nantinya Python akan menghitung umur kita secara otomatis.


Berikut adalah hasilnya:

Python


3. Menghitung Kalori Harian

Untuk mengelola kesehatan, kita perlu mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Masing-masing orang akan memiliki kebutuhan kalorinya masing-masing. Hal ini ditentukan oleh tinggi, berat, usia, jenis kelamin, serta aktivitas fisik yang dijalankan.


Menghitung kalori harian ini bertujuan agar kita tidak makan lebih dari kalori yang dibutuhkan karena jika hal ini akan berdampak pada kesehatan, misalnya penambahan berat badan yang signifikan hingga terjadinya obesitas. Kita bisa memanfaatkan Python untuk menghitung kalori harian yang dibutuhkan.


Berikut adalah codingnya:

Python


Jika coding berhasil dijalankan, maka untuk mendapatkan total kalori harian, kita akan diminta untuk mengisi berat, tinggi, usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas hariannya. Berikut adalah contohnya:

Python


4. Menghitung Gula Darah Rata-Rata

Gula darah adalah hal yang harus terus dikontrol bagi penderita diabetes. Tingginya gula darah bisa menunjukkan bahwa diabetes semakin parah. Sehingga penderita diabetes perlu untuk terus mengukur gula darahnya dan menghitung rata-rata gula darah dalam periode tertentu.


Kita bisa memanfaatkan Python dalam melakukan perhitungan tersebut:

Python


Berbeda dengan tiga contoh di atas dimana kita bisa interaktif menginputkan nilai tertentu, pada contoh coding ini kita akan langsung menginputkan nilai gula darah, dan komputer akan langsung menghitung nilai rata-ratanya.


Hasilnya adalah sebagai berikut:

Python


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


Sahabat DQ bisa mempelajari coding Python yang lebih mendalam dan detail dengan mengakses modul Premium yang tersedia di DQLab.  DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan bahasa pemrograman populer, serta platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur Chat GPT. 


Selain itu DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. 


Yuk sign up di DQLab untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik. Daftar sekarang dan kejar impianmu untuk menjadi Data Analyst! Atau kamu ingin mempelajari Artificial Intelligence lebih dalam & intensif?


Yuk ikuti DQLab LiveClass! Nikmati pembelajaran secara langsung dengan metode simulasi yang akan membantu kamu dalam persiapan karir. Kunjungi halaman Bootcamp Data Analyst with SQL and Python untuk informasi lebih lanjut ya!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login