Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

4 Langkah untuk Aware dengan Ancaman SQL Injection

Belajar Data Science di Rumah 17-April-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-06-2024-04-22-063048_x_Thumbnail800.jpg

Penggunaan bahasa SQL dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang berkaitan dengan database, mulai dari menyimpan, mengakses, hingga memproses data yang tersedia pada database. Bahasa SQL menjadi bahasa universal yang digunakan oleh berbagai DBMS yang berperan sebagai wadah untuk memproses data. Perkembangan teknologi membuat kebutuhan akan bahasa SQL menjadi semakin tinggi. Namun hal ini juga membuat kejahatan yang terjadi pun mulai mengalami perubahan.


SQL Injection merupakan salah satu serangan paling umum terjadi pada aplikasi web yang menggunakan database. Penyerang memasukkan kode SQL berbahaya ke dalam formulir input atau parameter URL, yang kemudian dieksekusi oleh basis data. Untuk menghindari dampak buruk dari SQL Injection, penting bagi pengembang dan administrator sistem untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap serangan tersebut. Berikut adalah empat langkah penting untuk menjadi sadar akan SQL Injection:


1. Pahami Cara Kerja SQL Injection

SQL

Tahapan awal yang bisa dilakukan agar aware akan SQL Injection adalah memahami secara detail bagaimana serangan ini bekerja. Pada dasarnya, SQL Injection terjadi ketika input dari pengguna tidak divalidasi atau di-filter dengan benar sebelum digunakan dalam pernyataan SQL.


Dari sinilah penyerang dapat memanfaatkan celah ini dengan menyisipkan kode SQL berbahaya, seperti perintah DROP TABLE atau UNION SELECT yang akan dieksekusi oleh database.Pemahaman akan cara kerja SQL Injection ini membuat developer dapat mengidentifikasi dan mencegah kerentanan yang mungkin ada dalam kode mereka.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Gunakan Parameterized Queries atau Prepared Statements

SQL

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencegah SQL Injection adalah dengan menggunakan parameterized queries atau prepared statements dalam kode SQL. Dengan memanfaatkan metode ini, kita bisa memisahkan pernyataan SQL dari input pengguna, sehingga risiko terjadinya SQL Injection dapat diminimalisir.


Penggunaan parameterized queries akan membuat nilai-nilai input pengguna difilter dan dianggap sebagai data, bukan sebagai bagian dari kode SQL yang dapat dieksekusi, sehingga aplikasi yang dibuat menjadi lebih aman terhadap serangan SQL Injection.


3. Validasi dan Filter Input-an Pengguna

SQL

Validasi dan filtering input-an pengguna menjadi tahapan penting lainnya dalam melindungi aplikasi yang dibuat dari serangan SQL Injection. Kita dapat melakukan validasi input pada sisi klien (front-end) dan server (back-end) guna memastikan bahwa hanya input yang valid dan diharapkan yang diterima oleh aplikasi. Selain itu, gunakan teknik filtering input, seperti whitelist validation. Teknik ini bertujuan untuk memastikan bahwa input pengguna hanya mengandung karakter yang diizinkan dan tidak mengandung kode berbahaya.


4. Update dan Pertahankan Keamanan Sistem

SQL

Selain tahapan yang sudah disebutkan di atas, kita juga perlu untuk tetap memperbarui dan pertahankan keamanan sistem agar bisa mengurangi risiko serangan SQL Injection. Pastikan untuk menggunakan versi terbaru dari sistem manajemen basis data (DBMS) dan menerapkan patch keamanan yang dirilis oleh vendor secara teratur.


Tidak hanya itu, kita juga perlu lakukan audit keamanan secara berkala untuk mengidentifikasi dan menangani kerentanan yang mungkin ada dalam aplikasi. Dengan menjaga sistem untuk tetap update dan terlindungi, kita dapat mengurangi kemungkinan serangan SQL Injection dan melindungi data sensitif yang kita miliki.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


Mencegah SQL Injection merupakan prioritas utama dalam pengembangan aplikasi web yang aman. Penting untuk diingat bahwa mencegah SQL Injection adalah tanggung jawab bersama antara pengembang aplikasi web, administrator database, serta pengelola keamanan informasi. Sebelum mulai mempelajari hal rumit seperti SQL Injection, kamu mungkin bisa mulai dari belajar SQL terlebih dahulu.


Gak perlu bingung harus belajar SQL dimana karena DQLab juga menyediakan modul SQL yang sangat cocok bagi pemula. DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan bahasa pemrograman populer, serta platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur Chat GPT.  Selain itu DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. 


Selain itu, Bootcamp Data Analyst with SQL and Python juga termasuk kelas yang direkomendasikan bagi pemula yang ingin melakukan pembelajaran data untuk menjadi seorang Data Analyst. Tentunya nanti kita akan dihadapkan dengan study case yang bisa menambah portfolio data.


Untuk mendapatkan pengalaman belajar menarik, buruan sign up di DQLab. Daftar sekarang dan kejar impianmu untuk menjadi Data Analyst!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login