GEBYAR DISKON 95%+10%! KEJUTAN SPESIAL KEMERDEKAAN
Belajar Data Science 6 Bulan Bareng Ahli Bersertifikat hanya Rp. 170K 
BURUAN AMBIL
Pendaftaran ditutup dalam 2 Hari 8 Jam 20 Menit 7 Detik 

4 Rekomendasi Python IDE untuk Pemrograman Data Science hingga Machine Learning

Belajar Data Science di Rumah 07-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2881a68b5e22e632c0d062b9e967d7b9_x_Thumbnail800.png

Tahun ke tahun, bahasa pemrograman Python semakin populer dan menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling diminati. Banyaknya pemula yang terjun untuk mempelajari Python dikarenakan bahasa ini tergolong bahasa yang mudah untuk dipelajari, fleksibel, bersifat cross-platform dan multiguna. Karena keunggulunnya tersebut, bahasa pemrograman Python digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti mengembangkan situs web, proses otomatisasi, analisis data, hingga membuat aplikasi. Namun, jika proyek yang dikerjakan cukup besar maka sebaiknya dikerjakan menggunakan editor khusus atau lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE). 


Integrated Development Environment (IDE) merupakan program komputer yang memiliki berbagai fasilitas yang diperlukan untuk membangun aplikasi atau website. Secara singkat, IDE adalah software praktis yang berfungsi sebagai editor teks, debugger, dan kompiler dalam satu tools. Beberapa fitur penting dalam python IDE antara lain seperti syntax highlighting, automatic code formatting, debugging, build automation & save and reload. Sebuah IDE dapat memiliki lebih banyak fitur dan bervariasi untuk setiap IDE-nya. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai beberapa Python IDE terbaik yang dapat kamu coba gunakan . Yuk, simak artikel berikut ini!


1. Jupyter

https://berita.teknologi.id/uploads/2019/03/jupyterpreview.png

Source: jupyter.org


Jupyter merupakan IDE open source yang hadir dengan banyak fitur canggih. IDE ini memungkinkan kamu untuk membuat dan berbagi dokumen yang berisikan kode langsung, persamaan, visualisasi dan teks naratif. Jupyter pada dasarnya merupakan aplikasi berbasis web yang mendukung lebih dari 40 bahasa pemrograman. Jika kamu tertarik berkarir di bidang Data Science, Jupyter dapat banyak membantu. Kamu bisa melakukan pembersihan dan transformasi data, simulasi numerik, pemodelan statistik, visualisasi data, Machine Learning dan masih banyak fungsi lainnya. Meskipun instalasinya sedikit rumit, Jupyter IDE memberikan output interaktif dan membuat seluruh pengembangan lebih lancar.


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. Thonny

Main screenshot

Source: thonny.org


IDE Python yang kedua adalah Thonny. Thonny dikembangkan oleh University of Tartu di Estonia. Perangkat lunak ini dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah pada developer pemula yang baru mempelajari Python dengan menyediakan IDE yang sederhana dan ringan. Oleh karena itu, IDE Thonny sangat cocok bagi pemula yang ingin memulai pemrograman dan pengembangan dengan Python. 

Keunggulan:

  • IDE diadaptasi untuk pemula di bidang Data.

  • Interface yang fungsional direkomendasikan bagi pengguna dasar.

  • Tidak membutuhkan memori yang besar untuk menjalankannya.

Kekurangan:

  • Kurang cocok digunakan untuk para ekspertis di bidang Data.

  • Hanya menyediakan fungsi dasar.


3. Sublime Text

https://www.sublimetext.com/screenshots/3.0/windows.png

Source: sublimetext.com


IDE Python yang ketiga ini juga sangat direkomendasikan bagi pemula karena sangat sederhana, universal, ringan dan mudah digunakan. Sublime text adalah aplikasi editor untuk kode dan teks yang dapat berjalan diberbagai sistem operasi. Sublime Text dikembangkan oleh Jon Skinner dan pertama kali dirilis pada tahun 2007. Sublime Text menggabungkan sebagian besar fitur editor teks Python dasar, termasuk penyorotan sintaks yang dapat disesuaikan. Sublime text memiliki keunggulan dapat membuka file besar serta mendukung banyak bahasa, kemudahan navigasi yang memaksimalkan kinerjanya, dan mendukung berbagai macam paket pihak ketiga untuk digunakan sebagai kustomisasi editor.  Namun kekurangannya, Sublime Text memerlukan lisensi dan sulit untuk dimodifikasi karena seluruhnya melalui JOSN.


4. Vim

Vim logo.

Vim adalah aplikasi editor teks yang memungkinkan untuk memanipulasi file teks. Kode sumbernya dikembangankan oleh Bram Moolenaar dan pertama kali dirilis pada tahun 1991. Sejak itu, software IDE ini telah berkembang dan ditingkatkan oleh pengembangnya dan juga oleh kontribusi komunitas pengembang. Vim dapat digunakan secara gratis dan dapat disesuaikan dengan menambahkan ekstensi atau memodifikasi file konfigurasinya. Sehingga Vim dapat dengan mudah beradaptasi dalam pengembangannya menggunakan Python.


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. Sudah Install Python IDE? Yuk, Mulai Belajar Python Bersama DQLab!

Itulah tadi beberapa IDE open source terbaik untuk pengembang Python. Jika kamu memahami kebutuhan proyekmu maka kamu bisa memilih IDE yang tepat. Selain itu, jika ingin menjadi seorang praktisi data seperti Data Scientist atau Data Analyst maka bahasa pemrograman Python penting untuk dikuasai. Baik yang berlatar belakang IT ataupun tidak, tetap bisa untuk menjadi praktisi data. Tipsnya yaitu terus berlatih dan mulai membangun portofolio data yang menarik. Bisa menggunakan dataset sederhana yang kamu dapatkan di internet dan bisa juga dari modul-modul yang disediakan oleh DQLab. Tunggu apalagi? Yuk, daftar di DQLab.id dan praktikkan modul-modul Python yang tersedia di Python IDE!



Penulis: Salsabila Miftah Rezkia

Editor: Annissa Widya Davita

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :