Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

4 Variasi Fungsi Pop() untuk Hapus Elemen pada Python

Belajar Data Science di Rumah 10-Mei-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-jumat-01-2024-05-11-095624_x_Thumbnail800.jpg

Python memiliki fungsi yang sangat mumpuni dalam hal menghapus item atau elemen. Salah satu fungsi yang dapat kamu aplikasikan adalah fungsi pop(). Fungsi ini sangat berguna utamanya dalam menghapus item atau elemen dari berbagai struktur data seperti list, dictionary, atau bahkan array Numpy. Dengan menggunakan fungsi pop() pada Python, kamu bisa menghapus elemen dari akhir list atau array dengan mudah dan mengembalikan nilai elemen yang dihapus untuk penggunaan selanjutnya.


Dalam tipe data dictionary, pop() memungkinkan praktisi data untuk menghapus kunci tertentu beserta nilainya. Keunggulan lainnya dari pop() pada bahasa pemrograman Python yakni kemampuannya untuk mengembalikan sebuah nilai default jika elemen yang dihapus tidak ditemukan. Hal ini meminimalkan risiko kesalahan saat penghapusan.


Dengan demikian, pop() merupakan tools yang sangat mumpuni dalam menjalankan operasi penghapusan item atau elemen dalam Python. Nah, pada artikel kali ini DQLab akan membahas tentang fungsi pop() untuk melakukan hapus elemen pada Python. Penasaran? Simak artikelnya sampai habis, yuk!


1. pop() pada Array Numpy

Variasi pertama dalam fungsi pop() pada bahasa pemrograman Python adalah pop() untuk array NumPy. NumPy adalah pustaka populer yang digunakan untuk komputasi numerik dalam Python, dan seringkali kita perlu menghapus elemen dari array NumPy sesuai dengan kebutuhan kita. Berikut adalah contoh penggunaan “pop()” pada Array NumPy:

Python


Perlu dicatat bahwa NumPy tidak memiliki fungsi pop() bawaan seperti list di Python. Namun, kita dapat menggunakan fungsi delete() dari NumPy untuk mencapai tujuan yang sama. Berikut adalah contoh penggunaannya:

Python


Dengan menggunakan np.delete(), kita dapat menghapus elemen dari array NumPy dengan menentukan indeks elemen yang ingin dihapus. Ini memungkinkan kita untuk melakukan operasi pop yang setara dengan list di Python pada array NumPy.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. pop() pada Dictionary

Fungsi pop() pada dictionary Python sangat berguna untuk menghapus item berdasarkan kuncinya dan mengembalikan nilai yang terkait dengan kunci tersebut. Misalnya, bayangkan sebuah kamus di mana kunci adalah kata dan nilai adalah definisinya. Jika kita ingin menghapus kata tertentu dari kamus dan mengembalikan definisinya, kita dapat menggunakan pop().

Python


Dalam contoh ini, pop('banana') menghapus item dengan kunci 'banana' dari kamus dictionary dan mengembalikan nilainya, yaitu 'a fruit'. Jika kunci yang dimaksud tidak ditemukan dalam kamus, Python akan mengembalikan KeyError. Ini sangat berguna ketika kita ingin memastikan bahwa item yang dihapus juga dikembalikan untuk penggunaan lebih lanjut. Jadi, pop() adalah alat yang sangat efisien untuk penghapusan dan pengelolaan item dalam kamus Python.


3. pop() pada List

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi ‘pop()’ pada list dalam Python:

Python

Fungsi pop() memiliki kemampuan untuk menghapus dan mengembalikan elemen dari berbagai struktur data dengan cara yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan kita. Dengan memahami berbagai variasi dari pop(), kamu bisa meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi kode Python. 


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


4. pop() pada Stack dan Queue

Berikut adalah contoh penggunaan pop() pada stack (tumpukan) di Python menggunakan struktur data deque dari modul collections:

Python

Pada contoh di atas, kita membuat sebuah stack menggunakan deque, kemudian menambahkan beberapa elemen ke dalam stack. Selanjutnya, kita menggunakan metode pop() untuk menghapus dan mengembalikan elemen teratas dari stack. Setelah itu, kita mencetak stack untuk melihat perubahan setelah operasi pop().


Keempat variasi fungsi pop() pada bahasa pemrograman Python bisa kamu manfaatkan untuk keperluan penghapusan dan manipulasi data dengan lebih efisien dan fleksibel. Misalnya, dalam pengembangan aplikasi web, kamu dapat menggunakan pop() pada list atau dictionary untuk mengelola sesi pengguna atau menghapus entri tertentu dari cache. 


Hai sahabat DQ, ingin jago dalam bahasa pemrograman Python? Atau bingung buat pilih bootcamp yang cocok dengan kebutuhan, kesibukan, dan ingin belajar lebih lanjut? Kalian bisa belajar melalui program Bootcamp Live Class yang disediakan oleh DQLab. Live Class adalah salah satu metode pembelajaran paling tepat yang ditawarkan DQLab agar Sahabat DQ bisa mulai belajar Python.


Tidak hanya Python, bahkan di sini kalian juga bisa belajar SQL yang juga menunjang pemahaman kalian di bidang Data Science. Apa saja manfaat mengikuti Live Class ini?

  • Variatif dan komplit. Variatif karena terdiri dari kelas pemula sampai advance. Komplit karena tidak hanya belajar teori tapi juga praktik. 

  • Materi dan rekaman dapat diakses selamanya.

  • Mendapatkan dukungan dari awal. Live Class memberikan kelas persiapan untuk memastikan kalian siap mengikuti kelas

  • Dibimbing dengan mentor berpengalaman.

  • Mendapatkan komunitas baru yang saling mendukung.


Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan diri kalian atau Sign Up dan nikmati semua manfaat di atas, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python bersama DQLab LiveClass!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login