SERBU PROMO HOKI!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 1 Jam 7 Menit 12 Detik

5 Perbedaan Mendasar antara VLOOKUP dan XLOOKUP beserta Contohnya

Belajar Data Science di Rumah 24-Februari-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/ba1ec441f7e3c76b6ba86e04decb5cca_x_thumbnail250-2026-02-24-133652_x_Thumbnail800.jpeg

Fungsi LOOKUP Excel sering menjadi andalan utama untuk mencari dan menarik informasi dari sebuah tabel. Selama bertahun-tahun, VLOOKUP dikenal sebagai rumus wajib yang hampir selalu diajarkan pertama kali kepada pengguna Excel. Namun, sejak diperkenalkannya XLOOKUP di ekosistem Microsoft 365 dan Excel 2021, cara melakukan pencarian data menjadi jauh lebih fleksibel.

Meski memiliki tujuan yang sama yaitu menemukan dan mengembalikan data berdasarkan nilai tertentu, struktur dan kemampuan keduanya berbeda secara signifikan. Perbedaan ini bukan hanya soal sintaks, tetapi juga menyangkut efisiensi kerja, fleksibilitas analisis, dan ketahanan rumus terhadap perubahan struktur data. Memahami perbedaan mendasar ini akan membantu kamu menentukan kamu menentukan kapan harus tetap menggunakan VLOOKUP dan kapan sebaiknya beralih ke XLOOKUP. Berikut lima perbedaan utamanya beserta contohnya sahabat DQLab!

1. Posisi Kolom Lookup

Salah satu keterbatasan dari VLOOKUP adalah ia hanya dapat mencari nilai pada kolom paling kiri dalam tabel referensi. Artinya, data yang ingin kamu jadikan dasar pencarian harus berada di kolom pertama dalam table_array. Jika struktur tabel tidak sesuai, kamu harus memindahkan kolom atau membuat tabel baru agar rumus bisa bekerja.

Sebaliknya, XLOOKUP tidak memiliki batasan arah pencarian. Kamu bisa mencari ke kanan maupun ke kiri tanpa perlu mengubah struktur data. Misalnya, jika kolom A berisi supplier dan kolom B berisi item, lalu kamu ingin mencari Supplier berdasarkan item, VLOOKUP akan gagal karena tidak bisa melakukan left lookup. Melalui XLOOKUP, kamu cukup menukar posisi lookup array dan return array, dan rumus tetap berjalan tanpa modifikasi tabel. Berikut adalah kedua contohnya:


VLOOKUP:

=VLOOKUP(E4, A4:B25, 1, FALSE)


XLOOKUP:

=XLOOKUP(E4, B4:B25, A4:A25)


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Excel


2. Mengembalikan Banyak Kolom Sekaligus

VLOOKUP hanya mampu mengembalikan satu nilai dalam satu rumus. Jika kamu ingin mengambil beberapa informasi sekaligus dari baris yang sama, kamu harus menulis beberapa rumus dengan indeks kolom yang berbeda. Dalam dataset besar, cara ini membuat worksheet terlihat kurang efisien. Selain itu, semakin banyak rumus yang digunakan maka semakin besar pula potensi kesalahan.

XLOOKUP hadir dengan dukungan dynamic array yang memungkinkan satu rumus mengembalikan banyak kolom sekaligus. Kamu cukup menentukan rentang hasil lebih dari satu kolom dan Excel akan secara otomatis menampilkan hasilnya secara horizontal. Pendekatan ini membuat model data menjadi lebih ringkas.


Berikut contohnya:


VLOOKUP

=VLOOKUP($B$17, $A$4:$E$13, 2, FALSE)

=VLOOKUP($B$17, $A$4:$E$13, 3, FALSE)


XLOOKUP

=XLOOKUP(B17, A4:A13, B4:E13)


3. Pencarian dengan Banyak Kriteria

Dalam analisis data, sering kali kamu perlu mencari informasi berdasarkan lebih dari satu kriteria. Misalnya, berdasarkan nama dan tahun sekaligus. VLOOKUP tidak secara langsung mendukung multi-criteria lookup. Biasanya kamu perlu membuat kolom bantu yang menggabungkan beberapa nilai menjadi satu kunci unik.

XLOOKUP memungkinkan pencarian dengan beberapa kriteria tanpa perlu kolom tambahan. Melalui operasi logika array, kamu bisa mengalikan dua kondisi untuk menghasilkan nilai TRUE yang dikonversi menjadi 1. Bagi kamu yang sering melakukan analisis laporan kompleks, fitur ini sangat menghemat waktu.


Contoh:

=XLOOKUP(1, (A2:A10=H2)*(B2:B10=H3), C2:C10)


4. Menemukan Kemunculan Terakhir

Secara default, VLOOKUP hanya membaca data dari atas ke bawah dan mengembalikan kecocokan pertama yang ditemukan. Jika kamu ingin mendapatkan data terakhir yang muncul, kamu harus membalik urutan tabel atau menggunakan trik tambahan. Proses ini tentu kurang praktis dan berisiko mengganggu struktur data asli.

XLOOKUP menyediakan parameter search_mode yang memungkinkan pencarian dilakukan dari bawah ke atas. Kamu bisa langsung menemukan kemunculan terakhir tanpa perlu mengubah susunan data. Fitur ini sangat berguna dalam laporan transaksi, di mana data tertentu sering kali lebih relevan untuk dianalisis.


Contoh:

=XLOOKUP(H2, A2:A20, B2:B20, , , -1)


Baca juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel


5. Ketahanan terhadap Perubahan Struktur Kolom

VLOOKUP menggunakan nomor indeks kolom sebagai acuan untuk mengambil data. Ketika kamu menyisipkan atau menghapus kolom di tengah tabel, angka indeks tersebut bisa berubah dan menyebabkan hasil rumus menjadi salah. Kesalahan semacam ini sering tidak langsung terlihat sehingga berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam laporan.


XLOOKUP tidak menggunakan sistem indeks kolom statis. Kamu secara langsung menentukan rentang kolom hasil sehingga perubahan posisi kolom tidak memengaruhi rumus selama rentangnya tetap benar. Ini membuat XLOOKUP jauh lebih tahan terhadap modifikasi struktur data.


Contoh VLOOKUP:

=VLOOKUP(A2, A2:D10, 3, FALSE)


Contoh XLOOKUP:

=XLOOKUP(A2, A2:A10, C2:C10)


Secara keseluruhan, XLOOKUP menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan VLOOKUP. Kemampuan melakukan pencarian dua arah, mengembalikan banyak kolom sekaligus, mendukung multi-kriteria, mencari data terakhir, dan lebih tahan terhadap perubahan struktur membuatnya lebih modern dan efisien. Bagi kamu yang menggunakan Excel versi terbaru, XLOOKUP jelas memberikan pengalaman kerja yang lebih nyaman.

Namun demikian, VLOOKUP masih relevan terutama dalam konteks kompatibilitas dengan versi Excel lama. Tidak semua pengguna memiliki akses ke fitur terbaru sehingga pemahaman terhadap VLOOKUP tetap penting.


FAQ

1. Apakah XLOOKUP selalu lebih baik daripada VLOOKUP?

Tidak selalu, tetapi dalam banyak kasus XLOOKUP memang lebih unggul dari segi fleksibilitas dan efisiensi. XLOOKUP bisa melakukan pencarian ke kiri maupun ke kanan, mengembalikan banyak kolom sekaligus, serta lebih tahan terhadap perubahan struktur tabel. Namun, jika kamu menggunakan versi lama Microsoft Excel (sebelum Excel 2021 atau bukan Microsoft 365), XLOOKUP tidak tersedia. Dalam kondisi tersebut, VLOOKUP tetap menjadi pilihan yang relevan.

2. Kapan sebaiknya tetap menggunakan VLOOKUP?

Kamu sebaiknya menggunakan VLOOKUP ketika bekerja di lingkungan yang membutuhkan kompatibilitas lintas versi Excel. Jika file akan dibuka oleh pengguna dengan versi lama, penggunaan XLOOKUP bisa menyebabkan error karena fungsi tersebut tidak dikenali. Selain itu, untuk kasus lookup sederhana satu kolom dengan struktur tabel stabil, VLOOKUP masih cukup efektif dan mudah digunakan.

3. Apakah XLOOKUP lebih cepat dibandingkan VLOOKUP?

Secara umum, XLOOKUP lebih efisien karena hanya memproses lookup array dan return array yang ditentukan, bukan seluruh tabel seperti pendekatan VLOOKUP. Hal ini membuatnya lebih optimal terutama pada dataset besar. Selain itu, karena mendukung dynamic array dan parameter pencarian tambahan, XLOOKUP sering kali mengurangi kebutuhan rumus tambahan yang bisa memperlambat workbook.


Gimana, sudah siap menghadapi sertifikasi Excel dari DQLab? Jangan lupa, persiapan yang matang adalah kunci utama untuk sukses. Jika kamu merasa butuh bantuan lebih dalam belajar Excel, DQLab siap membimbingmu dengan kursus interaktif yang bikin belajar jadi lebih menyenangkan.

DQLab adalah solusi buat kamu yang ingin self learning tapi takut overdosis informasi. Kamu bisa belajar materi dasar hingga kompleks meskipun kamu ngga punya basic IT, lho. Disini kamu akan belajar skill data science mulai dari tools-tools pengolahan data dasar seperti excel secara online tanpa perlu keluar rumah.

Jadi, jangan khawatir, kamu bisa mulai kursus data science online bersama DQLab! Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan! Sahabat DQ juga bisa mengikuti Bootcamp Data Analyst with Excel.


Penulis: Reyvan Maulid

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini